Aceh Selatan|Oposisi News 86 – Kamis, (2/4/2026) Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan, Menghadiri Acara Panen Padi di Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur, Turut Hadir Wakil Bupati(H.Baital Mukaddis) ,Plt Sekda (Diva Samudra Putra),Kapolres Aceh Selatan, Dandim 0107 Aceh Selatan,Kadis Pertanian, Anggota DPRK,Para Asisten,Serta Unsur Forkopimcam Kluet Timur, H. Mirwan menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan serta memastikan ketersediaan pupuk subsidi bagi para petani menjelang potensi fenomena El Nino yang diperkirakan akan berdampak pada sektor pertanian.
Pernyataan tersebut disampaikan H. Mirwan dalam sebuah kesempatan saat menghandiri acara Panen Padi di Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur. Ia mengingatkan bahwa El Nino dapat menyebabkan penurunan curah hujan yang berimbas pada kekeringan lahan, gagal panen, serta menurunnya produktivitas pertanian.
“Ketahanan pangan harus menjadi prioritas utama. Kita tidak boleh lengah, apalagi dengan ancaman El Nino yang dapat mempengaruhi hasil panen masyarakat. Semua pihak harus bersinergi menjaga stabilitas produksi pangan,” ujar H. Mirwan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian adalah ketersediaan pupuk subsidi yang tepat sasaran. Ia meminta agar distribusi pupuk subsidi diawasi dengan ketat, sehingga benar-benar diterima oleh petani yang membutuhkan.
“Pupuk subsidi ini sangat vital. Jangan sampai terjadi kelangkaan atau penyalahgunaan. Kita harus pastikan distribusinya berjalan lancar dan sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan,” tegasnya.
Selain itu, H. Mirwan juga menginstruksikan kepada dinas terkait untuk meningkatkan pendampingan kepada petani, terutama dalam menghadapi perubahan iklim. Ia mendorong penerapan pola tanam yang adaptif, penggunaan varietas tahan kekeringan, serta optimalisasi irigasi.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk penyuluh pertanian dan kelompok tani, untuk lebih proaktif dalam mengantisipasi dampak El Nino. Menurutnya, langkah antisipatif harus dilakukan sejak dini guna meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi.
“Kita tidak bisa menunggu sampai dampaknya terasa. Persiapan harus dimulai dari sekarang, mulai dari pengelolaan air, penyesuaian jadwal tanam, hingga pemanfaatan teknologi pertanian,” tambahnya.
Lebih lanjut, H. Mirwan menekankan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga stabilitas pangan melalui berbagai program strategis, termasuk peningkatan produksi padi, penguatan cadangan pangan, serta koordinasi lintas sektor.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Aceh Selatan tetap mampu menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim, sekaligus melindungi kesejahteraan petani sebagai ujung tombak sektor pertanian daerah.
“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Jika kita mampu menjaga produksi dan distribusi dengan baik, maka masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi situasi apapun, termasuk El Nino,” tutupnya.
(Khairul Miza)









































