Karimun Diguncang Skandal ‘Gelper’ Berkedok Permainan Anak: Anak-anak di Arena Judi Terselubung, Dinas Pariwisata Ancam Cabut Izin!

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025 - 20:12 WIB

50213 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun, Kepri— Gelanggang permainan (gelper) di Karimun kembali menjadi sorotan tajam, bukan karena gemerlapnya, melainkan karena praktik gelap yang menyentuh ranah perlindungan anak.

Arena judi terselubung yang beroperasi di bawah kedok “arena permainan keluarga,” khususnya di Gelper Oriental, terindikasi kuat telah melanggar rambu-rambu hukum dengan membiarkan anak-anak di bawah umur larut dalam permainan yang mengandung unsur taruhan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Skandal ini mencuat setelah kedapatan sejumlah anak-anak bermain di lokasi tersebut pada Ahad, 26 Oktober 2025. Temuan ini sontak memantik reaksi keras, khususnya dari pemangku kebijakan yang selama ini dituding longgar dalam pengawasan.

Ancaman Tegas dari Kabid Destinasi
Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Pariwisata Karimun, Benni Yudhistira, S.IP., menyatakan keseriusannya dalam menindaklanjuti temuan ini. Dihubungi awak media pada Senin, 27 Oktober 2025, Benni tidak berbasa-basi.

“Akan segera kita tindak lanjuti,” tegas Benni. Ia menekankan bahwa peran Dinas Pariwisata sangat jelas dalam pengawasan arena hiburan, dan larangan bagi anak-anak di area gelper adalah harga mati.

Baca Juga :  Satpol Airud Polres Karimun Evakuasi Korban Selamat Akibat Laka Laut Di Perairan Traffic Line Internasional

“Sangat jelas anak-anak dilarang bermain di area gelper. Kami akan menindak lanjuti hal ini, boleh nanti kami panggil pengelolanya, atau kami langsung turun ke sana,” tambahnya dengan nada meninggi, mengindikasikan bahwa sanksi keras sudah di depan mata.

Judi Berkedok Koin dan Ancaman Kesejahteraan Anak

Indikasi perjudian dalam arena gelper sering kali tersembunyi lewat mekanisme penukaran koin atau kemenangan dengan barang yang dapat diuangkan, sebuah praktik yang secara hukum dilarang keras di Indonesia.

Isu ini bukan sekadar pelanggaran Peraturan Daerah, namun menyentuh langsung Undang-Undang Perlindungan Anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan berbagai lembaga lain berulang kali menyoroti bahaya praktik ini yang mengancam kesejahteraan dan hak dasar anak dari kegiatan ilegal.

Pihak berwenang memiliki wewenang penuh untuk mengambil tindakan drastis, mulai dari penyegelan hingga pencabutan izin, terhadap tempat hiburan yang nekat menjadikan anak di bawah umur sebagai sasaran bisnis gelap.

Suara Masyarakat: Cabut Izin, Jangan Hanya Teguran!

Keseriusan dinas dipertanyakan oleh masyarakat. Salah seorang warga Karimun, sebut saja H, yang ditemui di seputaran Padimas pada Senin (27/10/25), menyampaikan kritik pedas. Menurutnya, respons ‘tindak lanjut’ saja tidak cukup.

Baca Juga :  Gubernur Ansar Ahmad Lantik Pejabat Baru BP Kawasan Karimun

“Dinas Pariwisata sebagai pengawas dalam dunia gelanggang permainan (gelper) seharusnya tidak hanya memberi teguran, tapi juga bila perlu memberikan rekomendasi untuk pencabutan ijin kepada yang mengeluarkan perijinan tersebut,” ujar H dengan tegas.

Tuntutan warga ini menyiratkan adanya keraguan publik terhadap efektivitas pengawasan selama ini. Bagi masyarakat, hanya sanksi terberat, yakni pencabutan izin, yang dapat mengirim pesan kuat bahwa Karimun tidak mentoleransi praktik judi terselubung yang merusak moral generasi muda.

Bola panas kini berada di tangan Dinas Pariwisata. Tindakan tegas yang cepat dan terukur, bukan sekadar basa-basi ancaman, adalah ujian kredibilitas bagi Benni Yudhistira dan jajarannya dalam membersihkan Karimun dari praktik-praktik ilegal yang merusak masa depan anak bangsa.

Publik menunggu, apakah “akan segera ditindaklanjuti” benar-benar berarti penindakan, atau sekadar angin lalu.

[Sajirun, S. Kaperwil Oposisi News86 Kepri]

Berita Terkait

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu
APH di minta sikat rokok ilegal/ rokok tanpa pita cukai di tanjung batu.
Rokok Ilegal Diduga Kian Marak di Tanjung Batu, APH dan Bea Cukai Diminta Bongkar Jalur Distribusi hingga ke Akarnya
Rokok Tanpa Pita Cukai Diduga Marak di Tanjung Batu, Bea Cukai dan Aparat Diminta Telusuri Jalur Distribusi
“Dugaan Peredaran Ekstasi di Star Club Wiko Karimun Seolah Bebas, Aparat Dituntut Bertindak: Siapa yang Bertanggung Jawab?”
Dugaan peredaran narkoba jenis ekstasi  di Star club wiko semakin marak, di minta kapolda kepri  turunkan tim untuk memberantasnya.
Pertemuan di  rumah dinas bupati merupakan Tindak lanjut rapat dengar  pendapat umum ( RDPU ) bupati karimun dan dewan perwakilan daerah (DPD ) RI
Dugaan Peredaran Narkoba Jenis Pil Ekstasi Kembali Marak di Star Club Wiko

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hilir Perkuat Pembinaan Teritorial

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru

KARIMUN KEPRI

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu

Senin, 2 Nov 2026 - 09:32 WIB