Karimun Diguncang Skandal ‘Gelper’ Berkedok Permainan Anak: Anak-anak di Arena Judi Terselubung, Dinas Pariwisata Ancam Cabut Izin!

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025 - 20:12 WIB

50198 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun, Kepri— Gelanggang permainan (gelper) di Karimun kembali menjadi sorotan tajam, bukan karena gemerlapnya, melainkan karena praktik gelap yang menyentuh ranah perlindungan anak.

Arena judi terselubung yang beroperasi di bawah kedok “arena permainan keluarga,” khususnya di Gelper Oriental, terindikasi kuat telah melanggar rambu-rambu hukum dengan membiarkan anak-anak di bawah umur larut dalam permainan yang mengandung unsur taruhan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Skandal ini mencuat setelah kedapatan sejumlah anak-anak bermain di lokasi tersebut pada Ahad, 26 Oktober 2025. Temuan ini sontak memantik reaksi keras, khususnya dari pemangku kebijakan yang selama ini dituding longgar dalam pengawasan.

Ancaman Tegas dari Kabid Destinasi
Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Pariwisata Karimun, Benni Yudhistira, S.IP., menyatakan keseriusannya dalam menindaklanjuti temuan ini. Dihubungi awak media pada Senin, 27 Oktober 2025, Benni tidak berbasa-basi.

“Akan segera kita tindak lanjuti,” tegas Benni. Ia menekankan bahwa peran Dinas Pariwisata sangat jelas dalam pengawasan arena hiburan, dan larangan bagi anak-anak di area gelper adalah harga mati.

Baca Juga :  Selamat Siang

“Sangat jelas anak-anak dilarang bermain di area gelper. Kami akan menindak lanjuti hal ini, boleh nanti kami panggil pengelolanya, atau kami langsung turun ke sana,” tambahnya dengan nada meninggi, mengindikasikan bahwa sanksi keras sudah di depan mata.

Judi Berkedok Koin dan Ancaman Kesejahteraan Anak

Indikasi perjudian dalam arena gelper sering kali tersembunyi lewat mekanisme penukaran koin atau kemenangan dengan barang yang dapat diuangkan, sebuah praktik yang secara hukum dilarang keras di Indonesia.

Isu ini bukan sekadar pelanggaran Peraturan Daerah, namun menyentuh langsung Undang-Undang Perlindungan Anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan berbagai lembaga lain berulang kali menyoroti bahaya praktik ini yang mengancam kesejahteraan dan hak dasar anak dari kegiatan ilegal.

Pihak berwenang memiliki wewenang penuh untuk mengambil tindakan drastis, mulai dari penyegelan hingga pencabutan izin, terhadap tempat hiburan yang nekat menjadikan anak di bawah umur sebagai sasaran bisnis gelap.

Suara Masyarakat: Cabut Izin, Jangan Hanya Teguran!

Keseriusan dinas dipertanyakan oleh masyarakat. Salah seorang warga Karimun, sebut saja H, yang ditemui di seputaran Padimas pada Senin (27/10/25), menyampaikan kritik pedas. Menurutnya, respons ‘tindak lanjut’ saja tidak cukup.

Baca Juga :  Ringankan Beban Masyarakat, Pemdes Tebias Kembali Salurkan Bantuan Beras Kepada 117 KPM 

“Dinas Pariwisata sebagai pengawas dalam dunia gelanggang permainan (gelper) seharusnya tidak hanya memberi teguran, tapi juga bila perlu memberikan rekomendasi untuk pencabutan ijin kepada yang mengeluarkan perijinan tersebut,” ujar H dengan tegas.

Tuntutan warga ini menyiratkan adanya keraguan publik terhadap efektivitas pengawasan selama ini. Bagi masyarakat, hanya sanksi terberat, yakni pencabutan izin, yang dapat mengirim pesan kuat bahwa Karimun tidak mentoleransi praktik judi terselubung yang merusak moral generasi muda.

Bola panas kini berada di tangan Dinas Pariwisata. Tindakan tegas yang cepat dan terukur, bukan sekadar basa-basi ancaman, adalah ujian kredibilitas bagi Benni Yudhistira dan jajarannya dalam membersihkan Karimun dari praktik-praktik ilegal yang merusak masa depan anak bangsa.

Publik menunggu, apakah “akan segera ditindaklanjuti” benar-benar berarti penindakan, atau sekadar angin lalu.

[Sajirun, S. Kaperwil Oposisi News86 Kepri]

Berita Terkait

Lelah
Gempar Akan  Hadir Di  Kabupaten Karimun
Gempar Akan Hadir di Kabupaten Karimun
Pemberian Dana Hibah Ke Intansi Vertikal Tidak Boleh Tiap Tahun
Pemberian Dana Hibah Ke Intan Vertikal Tidak Boleh Tiap Tahun
Banyak Pihak Nunggu Hasil Razia Gabungan Di Toko Mawar 66
Tim gabungan (Balai Pom, Karantina, Disperindag, Bea Cukai, Anggota Polres,) Rajia Toko Mawar 66

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru