Misteri Belanja Hibah Dinas Pangan: Mengapa Pejabat Karimun “Tutup Pintu” Informasi Publik?.

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Jumat, 5 September 2025 - 17:16 WIB

50289 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun/Kepri – Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pangan dan Pertanian mengalokasikan anggaran belanja hibah barang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024. Namun, realisasi anggaran ini memicu pertanyaan dan dugaan adanya ketidakjelasan, terutama setelah pejabat terkait saling melempar tanggung jawab saat dimintai konfirmasi.

Anggaran Hibah Barang yang Mencurigakan
Anggaran belanja hibah barang yang dipertanyakan terdiri dari dua pos utama:

* Rp2.442.236.648 untuk belanja hibah barang kepada badan dan lembaga nirlaba, sukarela, serta sosial.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

* Rp1.154.450.000 untuk belanja hibah barang kepada badan dan lembaga nirlaba, sukarela, serta sosial.

Besaran anggaran yang mencapai miliaran rupiah ini seharusnya disertai dengan transparansi yang tinggi. Sayangnya, upaya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut justru menemui jalan buntu.

Sikap Pejabat yang Saling Lempar Bola
Dugaan ketidakberesan ini muncul setelah upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Sukriyanto, dan Kasubbag Perencanaan, Jepri, tidak membuahkan hasil. Saat dihubungi, Sukriyanto mengarahkan pertanyaan ke Jepri, dengan alasan bahwa Jepri lah yang lebih paham.

Baca Juga :  DPC PAPDESI Karimun Apresiasi Kinerja Kajati Kepri Dalam Memberikan Pelayanan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

Namun, saat pertanyaan diajukan kepada Jepri mengenai penanggung jawab teknis (PPTK), jenis kegiatan, lokasi pelaksanaan, dan penerima hibah, Jepri justru mengembalikan tanggung jawab kepada kepala dinas. Jawaban ini menimbulkan kesan bahwa kedua pejabat tersebut sengaja saling melempar “bola panas” untuk menghindari pertanyaan detail. Sikap ini berpotensi menutupi adanya penyimpangan atau kecurangan dalam pengelolaan anggaran.

Abaikan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP)

Perilaku saling lempar tanggung jawab oleh pejabat Dinas Pangan dan Pertanian ini jelas-jelas mengabaikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).

Undang-undang ini mewajibkan setiap badan publik untuk menyediakan dan melayani permintaan informasi dari masyarakat secara proporsional dan tepat waktu. Hak masyarakat untuk mengetahui bagaimana uang negara dikelola tidak bisa dihalangi dengan sikap seperti ini.

Baca Juga :  Polres Karimun Hadiri Rakor Persiapan Debat Kandidat Paslon Pilkada 2024

Sikap tertutup ini, alih-alih membangun kepercayaan publik, justru menimbulkan kecurigaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

Wajib bagi Pemerintah Kabupaten Karimun untuk memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara akuntabel dan transparan, sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Tuntutan Transparansi dan Akuntabilitas
Mengingat anggaran yang fantastis dan sikap pejabat yang tidak kooperatif, publik berhak menuntut kejelasan.

Pertanyaan-pertanyaan krusial seperti siapa penerima hibah, jenis barang apa yang diberikan, dan di mana kegiatan tersebut dilaksanakan harus dijawab secara transparan. Tanpa kejelasan ini, dugaan penyalahgunaan dana publik akan semakin menguat.

Transparansi adalah fondasi penting dalam pemberantasan korupsi dan pembangunan pemerintahan yang bersih.

Masyarakat Kabupaten Karimun patut mengawal kasus ini hingga tuntas agar anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi lahan untuk praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab. [SAJIRUN, S]

Berita Terkait

Lelah
Gempar Akan  Hadir Di  Kabupaten Karimun
Gempar Akan Hadir di Kabupaten Karimun
Pemberian Dana Hibah Ke Intansi Vertikal Tidak Boleh Tiap Tahun
Pemberian Dana Hibah Ke Intan Vertikal Tidak Boleh Tiap Tahun
Banyak Pihak Nunggu Hasil Razia Gabungan Di Toko Mawar 66
Tim gabungan (Balai Pom, Karantina, Disperindag, Bea Cukai, Anggota Polres,) Rajia Toko Mawar 66
Selamat siang

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:31 WIB

‎Koramil 1607-12/Moyo Hilir Tingkatkan Pengawasan Wilayah Melalui Patroli Malam Rutin

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:27 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Siapkan Pembangunan Dua Jembatan Armco di Dusun Kapassari

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:43 WIB

Komsos Humanis Babinsa Pukat, Bangun Kepedulian Warga terhadap Kebersihan dan Kamtibmas

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:43 WIB

Polsek Labangka Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Di Dua TKP ‎

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:05 WIB

Komsos Humanis Babinsa Balebrang, Perkuat Persatuan dan Ketahanan Masyarakat

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:37 WIB

Cegah Gangguan Sejak Dini, Patroli Rutin TNI Disambut Positif Masyarakat

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:31 WIB

‎Dukung Program MBG, Koramil Utan Hadiri Launching SPPG di Kecamatan Utan

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:51 WIB

Modus Calo Dapur MBG Terbongkar, Polda NTB dan BGN Minta Warga Lebih Waspada

Berita Terbaru

NASIONAL

Polsek Labangka Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Di Dua TKP ‎

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:43 WIB