Asosiasi Getah Pinus Gayo Lues Berjuang untuk Keadilan Ekonomi

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 18:24 WIB

501,618 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Puluhan pengepul getah pinus di Gayo Lues membentuk Asosiasi Pengepul Getah Pinus Merkusi Masyarakat Gayo Lues sebagai respons atas kondisi yang dianggap merugikan.

Ketua Asosiasi pengepul getah Pinus Merkusi Gayo Lues, Muhammad Ali, SH, memberikan semangat kepada Anggotanya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Musyawarah yang digelar di Gedung Serbaguna Meeting Room Hotel Nusa Indah Desa Pengkala Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues ini dihadiri oleh para pengusaha dan beberapa anggota DPRK Gayo Lues sempat hadir, namun karena kesibukan di DPRK sehingga para anggota Dewan tersebut mohon pamit karena mengikuti sidang kepada Para Peserta, seperti Ketua DPRK H. Ali Husin, Wakil Ketua Fahmi Sahab, dan anggota Ibnu Hasim, S.Sos, MM, Abdul Karim, Ali Amran serta Muhammad L. Amin.

Ketua DPRK Gayo Lues didampingi Wakil Ketua DPRK serta Anggota Dewan saat berbicang – bincang dengan pengurus Asosiasi pengepul getah Pinus Merkusi Gayo Lues.

Menurut Ketua Asosiasi, Muhammad Ali, SH, para pengusaha getah pinus di Gayo Lues menghadapi tiga masalah utama: harga yang rendah, potongan yang besar, dan proses pembayaran yang lambat.

Baca Juga :  Kapolsek Terangun Yang Baru, Hadiri Pelantikan Antar Waktu (PAW) Tiga Pengulu Di Kantor Camat Terangun

“Saat ini satu-satunya penampung resmi, PT KHBL, membeli getah pinus dengan harga Rp13.000–Rp13.880 per kilogram, sementara di luar daerah harganya mencapai Rp16.000,” ujar Ali.

Ia menambahkan bahwa selisih harga ini sangat merugikan petani.
Peraturan Daerah yang Mencekik Petani
Muhammad Ali menyoroti Peraturan Gubernur Aceh Nomor 15/2023 yang dianggap sebagai akar masalah.

Peraturan tersebut melarang penjualan getah pinus mentah keluar daerah dan mewajibkan pengolahan menjadi gondorukem terlebih dahulu. “Aturan ini justru memiskinkan kita,” tegas Ali.

Ia memperkirakan kerugian mencapai Rp2 miliar per bulan, jika setiap petani menghasilkan 1 ton getah pinus dengan selisih harga Rp2.500 per kilogram.

Selain itu, Muhammad Ali juga menyoroti masalah lahan. Menurutnya, sebagian besar lahan garapan getah pinus di Gayo Lues adalah Areal Penggunaan Lain (APL), bukan hutan negara seperti yang sering dipersepsikan.

Baca Juga :  BNNK Gayo Lues Lakukan Monitoring Dan Evaluasi Alternatif Development Pengiriman Kopi GDAD

Dengan badan hukum yang sah, Asosiasi Pengepul Getah Pinus Merkusi Masyarakat Gayo Lues akan berjuang untuk menuntut hak-hak para petani. “Kita tidak anti siapa pun, tetapi ketika kita ditekan secara regulasi yang merugikan masyarakat, kita akan melawan,” pungkasnya, Rabu (20/08/2025) Sore.

Dampak Jangka Panjang bagi Gayo Lues
Munculnya Asosiasi ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi perekonomian Gayo Lues.

Melalui perjuangan hukum dan advokasi, Asosiasi Pengepul Getah Pinus Merkusi Masyarakat Gayo Lues berkomitmen untuk memperbaiki kesejahteraan petani dan pengusaha getah pinus. Mereka menuntut harga yang lebih adil, proses pembayaran yang lebih cepat, dan deregulasi yang mendukung, bukan merugikan.

Langkah ini menunjukkan bahwa masyarakat Gayo Lues tidak akan tinggal diam terhadap kebijakan yang dianggap merugikan. Dengan semangat kolektif dan kepemimpinan yang kuat, mereka siap melawan ketidakadilan demi masa depan yang lebih cerah bagi industri getah pinus Gayo Lues. []

Berita Terkait

Kebakaran Hebat Terjadi di Desa Telege Jernih Padang, Terangun, Kerugian dan Penyebab Masih Didata
Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal
Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite
Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi
Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini
Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas
Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa
BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:02 WIB

BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terbaru

NASIONAL

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:40 WIB

NASIONAL

Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:33 WIB