ASN Aceh Utara Asik Nongkrong di Warung Kopi Saat Jam Kerja, Disiplin dan Etika Aparatur Dipertanyakan

REDAKSI 2

- Redaksi

Senin, 23 Juni 2025 - 16:43 WIB

50361 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Potret memalukan kembali tersaji dari aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Aceh Utara. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang cepat dan profesional, sejumlah ASN justru asyik nongkrong dan bersantai di sejumlah warung kopi saat jam kerja berlangsung. Fenomena ini tidak hanya mencoreng citra birokrasi daerah, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan serta rendahnya etika kerja sebagian abdi negara.

Pantauan media pada Senin (23/6/2025) sekitar pukul 10.00 hingga 11.30 WIB, di beberapa titik warung kopi kawasan Landeng dan sekitarnya, tampak sejumlah ASN yang masih mengenakan pakaian dinas duduk santai menikmati kopi, sambil bercengkrama dan bermain ponsel. Beberapa bahkan terlihat tidak menunjukkan itikad untuk kembali ke kantor, padahal jam dinas belum berakhir.

Beberapa warga yang melintas di lokasi, mengaku geram melihat kelakuan para ASN, jam dinas bukannya kerja malah duduk-duduk di warung kopi. Ini sudah lama terjadi, dan anehnya dibiarkan saja,” ujar warga dengan nada kecewa.

Lebih memprihatinkan lagi, fenomena ini bukan pertama kali terjadi. Banyak masyarakat menilai, perilaku indisipliner ASN di Aceh Utara seperti sudah menjadi budaya yang sulit ditertibkan. Mereka seolah tak merasa bersalah menggunakan jam kerja untuk urusan pribadi, padahal gaji dan tunjangan mereka dibayarkan dari uang rakyat.

Fenomena ASN “ngopi” saat jam kerja ini tidak hanya merugikan pelayanan publik, tetapi juga menunjukkan lemahnya penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Dalam regulasi tersebut, jelas diatur bahwa setiap ASN wajib masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. Pelanggaran terhadap hal ini seharusnya dapat dikenai sanksi ringan hingga berat, tergantung tingkat pelanggaran.

Masyarakat juga mendesak Bupati Aceh Utara untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kedisiplinan ASN dan menerapkan sistem pengawasan berbasis digital seperti absensi online real-time yang bisa dipantau publik. “Sudah saatnya ada tindakan nyata. Jika perlu, beri sanksi terbuka agar menjadi efek jera,” tambah warga.

Masyarakat juga berharap, ke depan pemerintah tidak hanya sibuk dengan agenda seremoni atau program-program kertas, tetapi juga serius membenahi mental aparatur dan memastikan pelayanan publik tidak dikorbankan hanya karena segelas kopi.

Baca Juga :  Mahyuzar Pembina Upacara Hari Bakti Transmigrasi Tingkat Provinsi Aceh

Kepala BKPSDM Aceh Utara, Saifuddin, S.STP, M.SP. saat dikonfirmasi senin, 23/6/2025, mengatakan, terkait Penegakan disiplin ASN sesuai ketentuan PP 94 tahun 2021 tentang disiplin PNS bahwa, atasan langsung PNS yang bersangkutan wajib melakukan pengawasan dan pembinaan kepada bawahannya.

Atasan langsung, bagi PNS yang melakukan pelanggaran disiplin harus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada bawahan untuk diberikan sanksi ringan berupa teguran lisan dan tertulis. Apabila tidak ada perubahan setelah diberikan teguran, maka atasan langsungn menyampaikan kepada BKPSDM untuk kita panggil dan kita proses hukuman disiplin tingkat sedang dan tingkat berat,” ujar Saifuddin.

Lebih lanjut Saifuddin menambahkan, langkah BKPSDM dalam penegakan disiplin hanya memonitor dan memantau kehadiran PNS yang tidak masuk kantor melalui Aplikasi *Siapacut* dan sanksinya secara automatis pembayaran TPP akan terpotong sesuai kehadiran,” pungkasnya. [SR]

Berita Terkait

Dapur MBG Rampung, Siswa Geureudong Pase Masih Menanti: Program Gizi Tertahan Tanpa Kepastian
Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru