Gayo Lues| Oposisi News 86 – Pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penindakan aparat penegak hukum. Peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam membangun perlindungan anak sejak dini agar generasi muda tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Gayo Lues Drh.Ibhu Hafit saat menjadi Narasumber dalam Kegiatan BNNK Gayo Lues.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Gayo Lues, drh. Ibnu Hafit, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Asistensi Relawan Anti Narkotika yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues di Logon Hills, Kampung Jawa, Kecamatan Blangkejeren, Selasa (27/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ibnu Hafit menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan dalam membentuk karakter, perilaku, dan cara anak mengambil keputusan ketika menghadapi pengaruh dari luar.
Karena itu, upaya pencegahan narkoba perlu dimulai dari rumah melalui pola asuh yang baik, komunikasi terbuka, perhatian orang tua, serta pengawasan terhadap pergaulan anak.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan materi saja tidak cukup untuk mendukung tumbuh kembang anak. Orang tua juga perlu menyediakan waktu untuk mendengarkan persoalan yang dihadapi anak, memahami perubahan perilakunya, serta memberikan pendampingan agar anak memiliki bekal pengetahuan dan keberanian untuk menolak ajakan yang berisiko.
“Pencegahan narkoba harus dimulai dari rumah. Anak membutuhkan perhatian, pendampingan, dan pemahaman yang benar agar mampu menolak ajakan yang dapat menjerumuskan mereka pada penyalahgunaan narkotika,” demikian pesan Ibnu Hafit dalam kegiatan tersebut.
Ia juga menyoroti pentingnya menciptakan suasana keluarga yang aman dan nyaman. Anak yang merasa dihargai dan didengarkan akan memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang dihadapinya, termasuk tekanan pergaulan, masalah di sekolah, maupun pengaruh lingkungan yang dapat mengancam masa depannya.
Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak juga membantu keluarga mengenali perubahan perilaku sejak awal. Dengan demikian, pendampingan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, tanpa terburu-buru memberikan penilaian yang justru membuat anak enggan terbuka kepada keluarganya.
Dalam konteks program pemerintah daerah, pencegahan penyalahgunaan narkotika perlu berjalan seiring dengan upaya pemberdayaan keluarga dan perlindungan anak.
Dinas terkait memiliki peran sesuai tugas dan kewenangannya dalam mendorong pengasuhan yang baik, meningkatkan pemahaman orang tua mengenai hak dan perlindungan anak, serta membangun koordinasi dengan sekolah, masyarakat, dan lembaga yang menangani persoalan narkotika.
Sinergi tersebut penting agar pencegahan tidak berhenti pada penyampaian imbauan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga menjadi tempat pertama untuk membangun ketahanan diri anak, sekolah berperan memberikan pendidikan dan pengawasan, sedangkan masyarakat dapat menciptakan lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang generasi muda secara sehat.
Di sisi lain, relawan antinarkotika diharapkan mampu menjadi penghubung antara program pencegahan dan masyarakat. Melalui edukasi, penyebaran informasi yang benar, serta keterlibatan aktif di lingkungan masing-masing, relawan dapat membantu meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya melindungi anak dan remaja dari risiko penyalahgunaan narkotika.
Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berkelanjutan, bukan hanya ketika muncul persoalan. Edukasi yang mudah dipahami, komunikasi yang terbuka, serta kepedulian terhadap lingkungan pergaulan anak perlu terus diperkuat agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini.
Pesan yang disampaikan Ibnu Hafit dalam kegiatan BNNK Gayo Lues itu menegaskan bahwa perlindungan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, keluarga, lembaga pendidikan, relawan, dan masyarakat perlu menjalankan perannya masing-masing secara terkoordinasi.
Dengan memperkuat ketahanan keluarga dan membangun lingkungan yang peduli terhadap tumbuh kembang anak, Kabupaten Gayo Lues diharapkan dapat meningkatkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sekaligus menyiapkan generasi muda yang sehat, tangguh, dan mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Pencegahan sejak dini menjadi langkah penting agar anak tidak hanya mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga memiliki dukungan keluarga dan lingkungan untuk menghadapi tekanan pergaulan serta memilih jalan hidup yang lebih baik. [MK]



































