Poto Ilustrasi
Aceh Utara|Oposisi News 86 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan membantu pemenuhan gizi sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga belum dirasakan para pelajar di Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara. Di tengah harapan siswa sekolah dasar hingga menengah atas, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut belum juga beroperasi.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai penyebab tertundanya pelayanan, terlebih bangunan dapur SPPG yang berada di kecamatan tersebut terpantau telah rampung secara fisik.
Pantauan media di lapangan pada Sabtu (24/10/2026) menunjukkan, fasilitas dapur SPPG itu tampak telah selesai dibangun. Namun, hingga kini, para siswa masih menunggu kepastian kapan program MBG mulai menjangkau sekolah-sekolah di wilayah mereka.
Bagi sebagian pelajar, MBG bukan sekadar program pemerintah. Kehadirannya juga menjadi harapan untuk memperoleh makanan bergizi tanpa menambah beban pengeluaran keluarga.
Seorang siswa sekolah dasar di Geureudong Pase mengaku ingin merasakan makanan yang selama ini hanya diketahui melalui cerita tentang program tersebut.
“Kami sangat ingin makan MBG, tetapi sampai sekarang belum mendapatkannya,” ujarnya polos.
Harapan serupa disampaikan seorang siswa sekolah menengah pertama. Menurut dia, program tersebut dapat membantu menghemat uang jajan, terutama bagi siswa dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.
“Makanan bergizi gratis itu sangat membantu kami karena bisa menghemat uang jajan. Apalagi keluarga saya bukan orang berada. Namun, sampai sekarang kami belum menikmatinya,” tuturnya.
Kekecewaan juga dirasakan pelajar tingkat sekolah menengah atas. Ia menilai belum beroperasinya dapur SPPG membuat siswa di Geureudong Pase tertinggal dalam merasakan manfaat program yang telah berjalan di sejumlah wilayah lain.
“Di tempat lain, bahkan ada yang sudah dua tahun menerima MBG. Sementara kami di sini belum tahu bagaimana bentuk nasi MBG itu. Kami berharap pemilik dapur SPPG di Geureudong Pase segera beroperasi dan menyediakan makanan bergizi gratis bagi para pelajar,” katanya.
Penantian tersebut bukan hanya dirasakan siswa, melainkan juga orang tua yang setiap hari harus memenuhi kebutuhan pendidikan dan konsumsi anak-anak mereka dengan kemampuan ekonomi yang terbatas.
Seorang wali siswa mengungkapkan, memenuhi kebutuhan uang jajan anak terkadang menjadi persoalan tersendiri bagi keluarganya.
“Saya termasuk orang tua dengan kondisi ekonomi yang belum memadai. Terkadang, untuk uang jajan anak saja saya masih kekurangan. Kalau SPPG di wilayah ini sudah beroperasi, tentu akan sangat membantu kami,” ujarnya.
Ia berharap pengelola dapur segera memulai pelayanan agar manfaat program MBG dapat dirasakan seluruh pelajar yang menjadi sasaran di Kecamatan Geureudong Pase.
“Kami berharap pemilik dapur SPPG segera menyalurkan makanan bergizi gratis kepada siswa di kecamatan ini,” katanya.
Menunggu Kepastian Operasional
Belum beroperasinya dapur SPPG tersebut menyisakan persoalan yang membutuhkan penjelasan terbuka. Ketika fasilitas fisik telah rampung, masyarakat tentu berhak mengetahui apa yang masih menghambat dimulainya pelayanan.
Apakah kendalanya berkaitan dengan kesiapan administrasi, peralatan, tenaga pelaksana, distribusi bahan pangan, atau persyaratan operasional lainnya? Hingga informasi ini disusun, penyebab keterlambatan tersebut belum diketahui secara pasti.
Pihak pengelola dapur SPPG maupun instansi terkait perlu memberikan penjelasan mengenai status kesiapan fasilitas, kendala yang dihadapi, serta target waktu operasionalnya.
Sebab, keberhasilan program MBG tidak cukup diukur dari pembangunan dapur yang selesai secara fisik. Ukuran utamanya terletak pada sejauh mana makanan bergizi benar-benar sampai kepada siswa yang menjadi sasaran.
Bagi pelajar di Geureudong Pase, yang dinantikan bukan sekadar bangunan dapur yang telah berdiri, melainkan kepastian kapan mereka dapat menikmati manfaat program tersebut.
Selama pelayanan belum dimulai, harapan itu akan terus menggantung, sementara siswa dan keluarga mereka masih menunggu jawaban atas pertanyaan sederhana: kapan MBG hadir di sekolah mereka? (SR)




































