Pembangunan Gedung Bappeda Aceh Utara Sarat Masalah

REDAKSI 2

- Redaksi

Senin, 22 Juli 2024 - 12:25 WIB

50483 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Proyek pembangunan gedung BAPPEDA Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh, di Landing-Lhoksukon Jalan Medan-Banda Aceh anggaran tahun 2022 lalu senilai Rp.12 Milyar lebih kondisinya sangat memprihatinkan.Kondisi fisik gedung yang belum digunakan hingga kini atapnya bocor,sementara bagian dindingnya retak-retak berat,sedangkan fondasi bangunan berlantai dua itu banyak yang patah,serta falapon sudah lapuk akibat atap bocor.Terkesan Pemkab Aceh Utara hambur-hamburkan uang rakyat.

Pantauan Wartawan kemarin, nampak terlihat pekerjaan rekanan yang menerjakan gedung tersebut asal jadi. Cat bangunan hampir semua sisi sudah terkelupas, sementara kondisi gedung bagaikan sudah terbengkalai,bagian atap ada yang sudah copot,demikian juga kamar mandi tak satupun dapat digunakan.Atap ruang-ruang pada bocor.Bangunan tersebut dikerjakan oleh kontraktor asal Kota Lhokseumawe PT. Traya Anggun Permai dengan Direktur Utama Zainuddin.

Kontraktor pelaksana proyek BAPPEDA Kabupaten Aceh Utara Zainuddin yang dihubungi mengakui kalau kondisi gedung Bapeda yang dikerjakannya ada masalah.Namanya saja kita manusia, pasti tidak sempurna,demikian juga dengan pembangunan gedung tersebut,kata Zainuddin.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Zainuddin,memang benar ada beberapa sisi bangunan retak dan atapnya bocor,hal ini karena factor waktu pekerjaan yang kami buru karena pelaksanaannya menjelang mati kontrak.

Sementara cat gedung dan tiang Zainuddin mengakui menggunakan material dibawah standar,karena untuk menghindari kerugian,”Kalau kami pakai material seperti dalam RAB,jelas kami rugi karena sudah sangat besar dana yang kami keluarkan untuk servis pejabat kala itu,”kata Zainuddin secara jujur.

Baca Juga :  Sengketa Lahan Antara Warga dan PT Satya Agung Berlarut, Haji Uma Siap Lakukan Upaya Mediasi

Bicara jujur kata Zainuddin kepada para wartawan yang menemuinya menyatakan,pihaknya sebenar rugi mengerjakan proyek itu,karena sangat banyak sudah mengeluarkan dana baik dana untuk fie pejabat maupun fee yang dikeluarkan untuk proses tender.

Dalam proses tender di ULP menurut Zainuddin harus kita atur,demikian juga untuk Pejabat yang memberikan Paket tersebut kepada nya juga harus di setor dana cast,kata Zainuddin.

Zainuddin mengaku pekerjaan pembanguan Proyek dengan nilai ril Rp.12.3 M,tidak dikerjakan sendiri,namun patungan tiga rekannya sama-sama pengusaha didaerah itu. Saya diberikan hanya 2 persen dari keuntungan itupun diberikan secara cicilan sebagai Jasa sewa Perusahaan,kata Zainuddin.

Zainuddin juga minta agar Wartawan tidak membesar-besarkan persoalan gedung yang rusak itu,masih banyak berita lain yang perlu diliput kawan-kawan wartawan.Lagi pula bukan gedung yang kami buat saja yang kondisinya rusak parah tapi sebelahnya gedung BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Aceh Utara juga bernasib sama,timpa Zainuddin.

Minta Diusut

Koordinator LSM Percepatan Pembangunan Aceh (PPA),Tri Nugroho Pangabean minta Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Aceh segera periksa Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK), Rekanan PT. Traya Anggun Permai selaku pelaksana proyek, Konsultan Pengawas, gedung kantor BAPPEDA Aceh Utara, yang kondisinya rusak berat sebelum digunakan .

Gedung BAPPEDA anggaran tahun 2022 lalu, itu yang berada di kawasan Landing, Jl.Medan-Banda Aceh diduga pengerjaan yang asal jadi dan sangat tidak sesuai dengan harga yang dinilai Milyaran rupiah itu perlu diperiksa secepatnya,” ujar Tri Nugroho Pangabean kepada sejumlah Wartawan di Lhokseumawe.

Baca Juga :  Pj. Bupati Aceh Utara Serahkan Sumbangan Rp 1,15 M Melalui Dubes Palestina

Lebih lanjut Tri menyebutkan, pekerjaan pembangunan Gedung BAPPEDA Aceh Utara itu memang sudah bermasalah dari pertama gedung tersebut ditender. Proses tender proyek tersebut kata Tri dilakukan secara melanggar hukum yaitu direkayasa,ini akibat ada nya mufakat jahat antara Kontaktor,ULP serta Bupati saat itu.Atas arahan Bupati kepala pihak ULP,maka proyek itu berasil dimenangkan PT.Traya Anggun Permai.

“Proyek gedung kantor BAPPEDA Kabupaten Aceh Utara di Landing, terlihat jelas dari tembok dinding dalam pengerjaannya jauh dari kata rapi begitu juga dengan pemasangan atap seng bergelombang dan dikuatirkan akan cepat bocor,” ujar Tri.

Untuk itu,Tri meminta agar Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Aceh dan Aparat Penegak Hukum (APH) agar dapat memeriksa semua pihak yang bersangkutan yang terlibat di dalam proyek tersebut.

Sementara itu,seorang pejabat Bapeda Aceh Utara yang ditanya wartawan terkait kondisi gedung tersebut engan berkomentar banyak.”Kami belum punya kewenangan untuk komentar kondisi gedung itu,karena kami belum diserah terimakan pemakian gedung itu,untuk itu coba ditanyakan ke Dinas Perkim saja,kata PLT Ketua Bapeda Aceh Utara, Drs.Adamy.

Menjawab pertanyaan kenapa hingga saat ini Bapeda masih belum tinggal dikantor yang baru,lagi lagi Adamy engan berkomentar,yang jelas kami belum mau menerima gedung tesebut dengan berbagai pertimbangan. (Tim )

Berita Terkait

Dapur MBG Rampung, Siswa Geureudong Pase Masih Menanti: Program Gizi Tertahan Tanpa Kepastian
Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:02 WIB

BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terbaru

NASIONAL

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:40 WIB

NASIONAL

Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:33 WIB