Kepedihan Janda Tiga Anak Yatim Aceh Utara Sedikit Terobati Penggiat Sosial Lazis Kahmi Dan BFLF berikan Bantuan

REDAKSI 2

- Redaksi

Jumat, 12 April 2024 - 21:29 WIB

501,693 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Aceh adalah Provinsi yang dikenal dengan otonomi khusus di Indonseia , setelah berakhirnya konflik bersenjata antara pemerintah pusat dengan Gerakan Aceh Merdeka di ditanda tanganinya MoU Helsinki pada tahun 2005 lalu .

Sejak tahun 2006 – 2021 , Aceh sudah menerima dana otonomi khusus dari pemerintah pusat sebesar Rp 88, 43 triliun , sungguh sangat di sayangkan anggaran yang begitu fantastis tidak sepenuhnya bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat aceh .

Dana yang begitu luar biasa besarnya belum bisa mensejahterakan masyarakat di provinsi paling barat Indonesia , apa lagi Aceh Utara daerah yang dikenal sebagai penghasil migas terbesar di negeri ini , lagi lagi yang sejahtera cuma elit elitnya saja , sementara hampir separuh masyarakatnya tetap hidup dalam extrimnya kemiskinan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut di buktikan oleh keadaan ibu Nani Suryani (43) warga Desa Pulo Meuria , Dusun Bukit Sandi , Kecamatan Geureudong Pase , Aceh Utara , Salah satu janda dari sekian banyak masyarakat miskin Aceh Utara yang belum tersentuh dan luput dari perhatian pemerintah.

Janda dengan tiga anak yatim yang usia anaknya sekira duduk di bangku Sekolah Dasar, yang salah satu anaknya mengalami disabilitas sejak lahir , tingal di gubuk reot yang berukuran 3 × 4 meter berlantai tanah , berdinding kayu rongsokan yang sudah lapuk dan beratap daun rumbia yang sudah mulai bocor , hanya pasrah menerima nasib .

Baca Juga :  Soal 4 Pulau Di Aceh Singkil, Kata Haji Uma, Sudah Surati Kemendagri Sejak 2017 Namun Tidak Digubris

Wanita yang ditinggal mati suaminya berprofesi sebagai tukang jaga anak orang ini mengaku pasrah , saat kedua kalinya di jumpai media ini ,Jum’at 12 /4/2024 , Suryani menuturkan , dirinya tidak bisa berbuat banyak dan pasrah dengan keadaan .
” saya hanya bisa pasrah pak , mau bagai mana lagi saya tidak bisa bekerja seperti orang lain karena saya harus menjaga anak saya yang disabilitas ini , saya cuma bisa bekerja menjaga dua orang anak tetangga , satu hari saya dapat cuma Rp 20 ribu ” tutur nya sedih

Suryani melanjutkan , kami hanya orang kecil , walau pendapatan saya tidak mencukupi , ya harus saya cukupkan karena memang segitu yang bisa saya hasilkan untuk anak saya , dan kitiga anak saya satupun tidak ada yang sekolah , karena saya tidak mampu membeli baju seragam untuk mereka , untuk makan kami cukup cukupkan .
Dari pemerintah Gampoeng ALHAMDULILLAH saya mendapat bantuan BLT itu pun tidak bisa mencukupi kebutuhan kami , ujarnya.

Baca Juga :  Peduli Sesama IWO I Aceh Utara/Kota Lhokseumawe Buka Puasa Berasama Dan Santuni Anak Yatim

Saya mengharapkan kepada Pemda , Baitul mal dan Perkim Aceh Utara mohon perhatiannya untuk kami , yang sangat kami butuhkan saat ini adalah tempat tinggal yang nyaman , karena dinding rumah kami sudah lapuk dan bolong saya takut kalau malam masuk binatang berbisa yang membahayakan keselamatan anak anak , semoga pemerintah daerah tidak menutup mata dengan keadaan kami , dan besar harapan kami kepada Pemda , Baitul Mal dan Perkim Aceh Utara mau membangun satu unit rumah yang layak untuk kami tempati ” tuturnya penuh harap.

Dia melanjutkan , Alhamdulillah , jum,at 29/3 2024 saya dan anak anak mendapat kunjungan dan bantuan dari penggiat sosial LAZIS KAHMI Aceh Utara , Alhamdulillah terimakasih banyak atas bantuannya dan ini saya gunakan untuk membeli baju lebaran buat anak anak .

Dan kamis 4/4/2024 , kami juga dikunjungi oleh ibu Mutia Sari , penggiat sosial Blood For Life Foundation ( BFLF ) Aceh Utara , terimakasih ibu Mutia atas kunjungan dan bantuannya untuk anak saya , Alhamdulillah bantuan dari ibu saya gunakan untuk beli daging mengang dan bayar zakat fitrah .
sekali lagi terimakasih LAZIS KAHMI dan BFLF Aceh utara , terimakasih orang orang baik ,pungkasnya haru. [Red]

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama

Senin, 27 Juli 2026 - 13:23 WIB

852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:57 WIB

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:56 WIB

Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Berita Terbaru