Jakarta |Oposisi News 86 – Sebuah pencapaian membanggakan ditorehkan Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman (Haji Uma). Senator yang dikenal dekat dengan masyarakat itu resmi meraih gelar Magister Ilmu Politik (M.I.P) dari Universitas Nasional (UNAS) Jakarta dalam prosesi wisuda yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (31/5/2026).
Momen akademik tersebut terasa semakin istimewa karena berlangsung bersamaan dengan wisuda putranya, Alfa Khalil Ikram, yang berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Komunikasi. Kehadiran ayah dan anak di podium wisuda yang sama menjadi gambaran nyata bahwa semangat menuntut ilmu dapat berjalan beriringan lintas generasi.
Di tengah tanggung jawab sebagai wakil daerah di parlemen, Haji Uma mampu menuntaskan pendidikan pascasarjana yang dijalani selama kurang lebih dua tahun. Hasilnya pun tidak sekadar lulus, tetapi berhasil mengukir prestasi akademik dengan predikat Cumlaude dan IPK 3,74 pada Program Studi Ilmu Politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Haji Uma, capaian tersebut merupakan buah dari ikhtiar, doa, serta dukungan keluarga yang terus menguatkan selama menjalani perkuliahan. Ia menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan yang diraih dan berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, atas rahmat dan ridha Allah SWT, perjuangan selama kurang lebih dua tahun akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya gelar Magister Ilmu Politik. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya usai prosesi wisuda.
Menurut Haji Uma, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian gelar, melainkan juga pada peningkatan kapasitas diri dalam menghadirkan gagasan, solusi, dan pengabdian yang lebih berkualitas bagi publik.
Wisuda yang mempertemukan dua generasi dalam satu panggung akademik itu sekaligus menjadi pesan kuat tentang pentingnya budaya belajar sepanjang hayat. Di usia dan posisi apa pun, pendidikan tetap relevan sebagai sarana memperluas wawasan serta memperkuat kemampuan menghadapi tantangan zaman.
Haji Uma berharap pengalaman yang ia dan putranya lalui dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk terus mengejar pendidikan setinggi mungkin. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui ilmu pengetahuan dan karakter yang kuat.
Pada tahun ini, Universitas Nasional mewisuda 1.838 lulusan dari berbagai fakultas dan jenjang pendidikan. Di antara ribuan wisudawan tersebut, kisah Haji Uma dan putranya menjadi salah satu potret yang menegaskan bahwa komitmen terhadap pendidikan tidak mengenal usia, jabatan, maupun kesibukan. (SR)








































