Fenomena Kegaduhan Desil Picu Lonjakan Perubahan Data, Disdukcapil Dipadati Warga

KHAIRUL MIZA

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 13:45 WIB

50329 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Selatan|Oposisi News 86 – Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Selatan dalam beberapa waktu terakhir dipadati masyarakat. Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya permohonan perubahan data pekerjaan yang berdampak pada penyesuaian tingkat kesejahteraan atau desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Rabu (15/04/2026).

Fenomena tersebut tidak terlepas dari kondisi ekonomi masyarakat yang dinamis. Banyak warga yang sebelumnya memiliki pekerjaan dengan pendapatan relatif stabil kini beralih ke pekerjaan dengan penghasilan lebih rendah. Perubahan ini secara langsung mempengaruhi posisi mereka dalam klasifikasi desil, yang menjadi salah satu acuan utama dalam memperoleh bantuan sosial, layanan kesehatan, serta beasiswa pendidikan.

Menurut sejumlah warga yang ditemui di lokasi, langkah perubahan pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya agar tetap dapat mengakses layanan pemerintah seperti program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dan berbagai bantuan pendidikan. Mereka mengaku, tanpa penyesuaian data, mereka berisiko kehilangan akses terhadap layanan tersebut.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang kondisi ekonomi tidak menentu. Kami berharap dengan penyesuaian data pekerjaan, kami masih bisa mendapatkan layanan kesehatan dan bantuan pendidikan untuk anak-anak,” ujar salah satu warga.

Baca Juga :  Terkait Kegaduhan Belum Cairnya Dana Non Kapitasi Nakes, ini Konfirmasi Samsul Bahri

Kondisi ini membuat Kantor Disdukcapil Aceh Selatan mengalami peningkatan signifikan dalam pelayanan administrasi, khususnya terkait perubahan data pekerjaan. Petugas harus bekerja ekstra untuk memastikan seluruh permohonan masyarakat diproses sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Kepala Disdukcapil Aceh Selatan, Masriadi,S.STP.,M.Si mengatakan bahwa pihaknya memahami kondisi masyarakat saat ini. Namun demikian, ia menegaskan bahwa setiap perubahan data harus berdasarkan fakta yang sebenarnya dan dapat dipertanggung jawab kan.

“Perubahan data pekerjaan merupakan hak masyarakat, namun harus dilakukan secara jujur dan sesuai kondisi riil di lapangan. Data ini nantinya akan terintegrasi dengan berbagai program pemerintah, termasuk layanan kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak Disdukcapil hanya bertugas melakukan pencatatan administrasi kependudukan, sementara penetapan desil dan kelayakan penerima bantuan tetap menjadi kewenangan instansi terkait melalui mekanisme verifikasi dan validasi data.

“biasanya jumlah masyarakat yg datang mengurus dokumen kependudukan di disdukcapil sekitaran 200 sampai 300 warga perharinya, sekarang melonjak drastis sampai 600 warga yang datang mengurus dokumen Kependudukan, rata rata masyarakat mengurus perubahan pekerjaan, “tutupnya

Baca Juga :  Open Turnamen Mawar Cup 1 Segera Hadir, Total Hadiah Rp75 Juta

Lonjakan permohonan ini turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, perubahan desil secara massal dapat mempengaruhi distribusi bantuan sosial dan program kesejahteraan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan data yang dihasilkan benar-benar akurat dan tepat sasaran.

Di sisi lain, fenomena ini mencerminkan adanya tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Perubahan pekerjaan yang berdampak pada penurunan pendapatan menjadi indikator bahwa sebagian warga tengah berjuang untuk mempertahankan akses terhadap layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan diharapkan dapat mengambil langkah strategis, tidak hanya dalam hal pendataan, tetapi juga dalam menciptakan peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan demikian, kebutuhan masyarakat terhadap layanan seperti JKA dan beasiswa pendidikan dapat terpenuhi tanpa harus bergantung pada penurunan status ekonomi, melainkan melalui peningkatan kualitas hidup yang nyata. [Khairul Miza]

Berita Terkait

H. Baital Mukadis dan Dandim Tinjau Rencana Pembangunan Jembatan Bailey di Jalur Buluh Suma
Tgk. Muhibbut Thibri: Zakat Mampu Wujudkan Keadilan Sosial di Tengah Masyarakat
Baitul Mal Luncurkan 7 Inovasi Baru, Permudah Akses Untuk Rakyat
Kapolres Aceh Selatan Raih Peringkat Pertama IKPA Triwulan 1
Plt Sekda Pastikan Pengadaan Tender Sesuai Prosedur Yang Berlaku
Gerakan Tanam Serentak Seindonesia, BPP Pasie Raja Menggema
Padusi Tapa: Ketangguhan Seorang Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi
SPBU Nelayan Milik KNTI Aceh Selatan diresmikan 2 kementerian

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:44 WIB

‎Babinsa Koramil 1607-12/Moyo Hilir Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Binaan

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:19 WIB

Blokade Simpang Lito! Aliansi Masyarakat Lito, Pungkit dan Lantung Turun ke Jalan, 12 Tuntutan Selamatkan Lantung dari Dampak Tambang

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:10 WIB

Koramil 1607-01 Perkuat Patroli, Cegah Gangguan Kamtibmas

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:38 WIB

‎Babinsa Koramil 1607-03/Ropang Latih Paskibra Kecamatan Lenangguar Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:33 WIB

‎Gerakan Tanam Padi PM-AAS Jadi Momentum Perkuat Produksi Pertanian di Desa Kakiang

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:24 WIB

‎Babinsa Desa Aimual Hadiri Musdes Penyusunan RKP Desa 2027, Wujud Komitmen TNI Dukung Pembangunan Desa

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:17 WIB

Danramil Moyo Hilir Hadiri Rapat Persiapan Festival Budaya Paroso 2026, Perkuat Sinergi Lestarikan Warisan Budaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:09 WIB

Semarak Festival Budaya Lape, Kehadiran Danposramil Tegaskan Komitmen TNI Mendukung Kearifan Lokal

Berita Terbaru