Presidium ITK dan Pedagang Blok C Seketeng Nyalakan Alarm Perlawanan: Tolak Proyek Pembangunan Kios yang Dianggap Tidak Pro Rakyat Kecil

REDAKSI NTB

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 13:04 WIB

50366 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar, oposisinews86.com —Aroma perlawanan mulai menyeruak dari jantung perdagangan rakyat, Pasar Seketeng, Kabupaten Sumbawa. Melalui wawancara eksklusif bersama media ini, Jum’at (7/11/2025), Wakil Ketua Lembaga Integritas Transformasi Kebijakan (ITK), Iswanto—yang akrab disapa Sadam— menegaskan sikap tegas lembaganya bersama para pedagang bakulan Blok C untuk menolak rencana proyek pembangunan kios baru yang dinilai tidak berpihak pada pedagang kecil.

“Kami, presidium ITK bersama pedagang bakulan Blok C, dengan tegas menyatakan penolakan terhadap proyek pembangunan kios yang akan dilakukan di area Blok C. Aspirasi ini kami sampaikan langsung melalui surat resmi kepada Bupati Sumbawa serta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (KoprinDAG),” tegas Sadam dalam nada yang penuh keyakinan.

Menurut Sadam, langkah tersebut bukan bentuk penentangan tanpa dasar, melainkan hasil musyawarah dan pertimbangan matang dari para pedagang yang setiap hari menggantungkan hidup di lokasi itu. Ia menilai, proyek pembangunan kios yang direncanakan justru berpotensi menimbulkan masalah sosial dan ekonomi baru di tubuh komunitas pedagang.

Sadam mengurai sejumlah alasan yang menjadi dasar kuat penolakan tersebut. Pertama, katanya, pembangunan kios akan mengurangi ruang berjualan yang selama ini menjadi tumpuan hidup pedagang bakulan yang membutuhkan area luas untuk menata barang dagangan mereka.

Kedua, proyek ini dikhawatirkan akan menimbulkan potensi konflik antar pedagang, terutama dalam perebutan lokasi strategis yang kerap menjadi sumber gesekan di lapangan.

Dan ketiga, lanjutnya, ada kecurigaan kuat bahwa proyek kios ini lebih menguntungkan kepentingan segelintir individu atau kelompok tertentu, bukan kepentingan umum para pedagang Blok C.

“Pembangunan semestinya memihak pada rakyat kecil, bukan malah meminggirkan mereka dari ruang nafkahnya,” sindir Sadam dengan tajam.

Lebih jauh, Sadam menegaskan bahwa ITK dan para pedagang tidak menolak pembangunan secara membabi buta, melainkan mendorong agar proyek pemerintah lebih tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan nyata.

Pihaknya mengusulkan agar fokus pembangunan diarahkan pada urugan tanah untuk meninggikan lantai Blok C, guna mengatasi banjir dan genangan air yang selalu menghantui para pedagang saat musim hujan.

Baca Juga :  Koramil 1607-07/Lunyuk Pastikan Keamanan Jalannya Ritual Tawur Agung Kesange di Desa Sukamaju

Selain itu, mereka juga meminta pembangunan saluran drainase baru yang lebih memadai, serta pembuatan jembatan penghubung antara Blok A dan Blok C demi memperlancar akses pedagang dan pembeli di kawasan pasar tradisional tersebut.

“Kalau tujuannya memperbaiki kondisi pasar, kami sangat mendukung. Tapi jangan sampai atas nama pembangunan, pedagang kecil justru tersingkir,” ujar Sadam menambahkan.

Menutup keterangannya, Sadam menegaskan bahwa ITK bersama para pedagang Blok C akan terus bersatu dalam satu barisan perjuangan jika aspirasi mereka tidak diindahkan. Ia bahkan menyebut momentum ini sebagai “alarm perlawanan rakyat pasar” terhadap kebijakan yang dianggap tak berpihak.

“Kami siap berdialog, tapi kami juga siap melawan jika kepentingan rakyat kecil diabaikan. Solidaritas adalah kekuatan kami, dan kami akan berdiri tegak menjaga hak pedagang Blok C,” pungkasnya lantang.

Suara dari Blok C kini telah menggema ke telinga pemerintah daerah. Tinggal menunggu—apakah aspirasi pedagang ini akan direspons dengan kebijakan yang bijak, atau justru diabaikan hingga menjadi bara sosial di tengah denyut ekonomi rakyat?. (Sdm)

Berita Terkait

Baru 2 Minggu Menjabat, Kasat Reskrim Polres Sumbawa Bongkar Mafia LPG Oplosan
Dandim 1607/Sumbawa: Pembangunan Jembatan Garuda Wujud Nyata Kepedulian TNI untuk Rakyat
Malam Hari Tetap Siaga, Koramil Alas Perkuat Pengamanan Lingkungan
‎Rapat Swasembada Pangan di Lebin, Babinsa Tunjukkan Komitmen Pendampingan Petani
‎Koramil 1607-09/Utan Dukung Penuh Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu
Satlantas Polres Sumbawa Konsisten Razia, Kenalpot Brong Terus Dijaring
Sisir Titik Rawan, Koramil Empang Perkuat Keamanan Wilayah
Transparan dan Aman, Babinsa Alas Pastikan Pembayaran Gabah Tepat Sasaran

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:01 WIB

Baru 2 Minggu Menjabat, Kasat Reskrim Polres Sumbawa Bongkar Mafia LPG Oplosan

Kamis, 16 April 2026 - 20:32 WIB

Dandim 1607/Sumbawa: Pembangunan Jembatan Garuda Wujud Nyata Kepedulian TNI untuk Rakyat

Kamis, 16 April 2026 - 20:19 WIB

Malam Hari Tetap Siaga, Koramil Alas Perkuat Pengamanan Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 - 20:00 WIB

‎Rapat Swasembada Pangan di Lebin, Babinsa Tunjukkan Komitmen Pendampingan Petani

Kamis, 16 April 2026 - 11:18 WIB

Satlantas Polres Sumbawa Konsisten Razia, Kenalpot Brong Terus Dijaring

Rabu, 15 April 2026 - 19:58 WIB

Sisir Titik Rawan, Koramil Empang Perkuat Keamanan Wilayah

Rabu, 15 April 2026 - 19:51 WIB

Transparan dan Aman, Babinsa Alas Pastikan Pembayaran Gabah Tepat Sasaran

Rabu, 15 April 2026 - 19:44 WIB

‎Sinergi Kuat di Moyo Hilir, Tata Tanam MK I 2026 Siap Dilaksanakan ‎

Berita Terbaru