Presidium ITK dan Pedagang Blok C Seketeng Nyalakan Alarm Perlawanan: Tolak Proyek Pembangunan Kios yang Dianggap Tidak Pro Rakyat Kecil

REDAKSI NTB

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 13:04 WIB

50386 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar, oposisinews86.com —Aroma perlawanan mulai menyeruak dari jantung perdagangan rakyat, Pasar Seketeng, Kabupaten Sumbawa. Melalui wawancara eksklusif bersama media ini, Jum’at (7/11/2025), Wakil Ketua Lembaga Integritas Transformasi Kebijakan (ITK), Iswanto—yang akrab disapa Sadam— menegaskan sikap tegas lembaganya bersama para pedagang bakulan Blok C untuk menolak rencana proyek pembangunan kios baru yang dinilai tidak berpihak pada pedagang kecil.

“Kami, presidium ITK bersama pedagang bakulan Blok C, dengan tegas menyatakan penolakan terhadap proyek pembangunan kios yang akan dilakukan di area Blok C. Aspirasi ini kami sampaikan langsung melalui surat resmi kepada Bupati Sumbawa serta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (KoprinDAG),” tegas Sadam dalam nada yang penuh keyakinan.

Menurut Sadam, langkah tersebut bukan bentuk penentangan tanpa dasar, melainkan hasil musyawarah dan pertimbangan matang dari para pedagang yang setiap hari menggantungkan hidup di lokasi itu. Ia menilai, proyek pembangunan kios yang direncanakan justru berpotensi menimbulkan masalah sosial dan ekonomi baru di tubuh komunitas pedagang.

Sadam mengurai sejumlah alasan yang menjadi dasar kuat penolakan tersebut. Pertama, katanya, pembangunan kios akan mengurangi ruang berjualan yang selama ini menjadi tumpuan hidup pedagang bakulan yang membutuhkan area luas untuk menata barang dagangan mereka.

Kedua, proyek ini dikhawatirkan akan menimbulkan potensi konflik antar pedagang, terutama dalam perebutan lokasi strategis yang kerap menjadi sumber gesekan di lapangan.

Dan ketiga, lanjutnya, ada kecurigaan kuat bahwa proyek kios ini lebih menguntungkan kepentingan segelintir individu atau kelompok tertentu, bukan kepentingan umum para pedagang Blok C.

“Pembangunan semestinya memihak pada rakyat kecil, bukan malah meminggirkan mereka dari ruang nafkahnya,” sindir Sadam dengan tajam.

Lebih jauh, Sadam menegaskan bahwa ITK dan para pedagang tidak menolak pembangunan secara membabi buta, melainkan mendorong agar proyek pemerintah lebih tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan nyata.

Pihaknya mengusulkan agar fokus pembangunan diarahkan pada urugan tanah untuk meninggikan lantai Blok C, guna mengatasi banjir dan genangan air yang selalu menghantui para pedagang saat musim hujan.

Baca Juga :  Kapolri Naik Heli Pantau Langsung Arus Mudik di Jalan Tol dan Arteri

Selain itu, mereka juga meminta pembangunan saluran drainase baru yang lebih memadai, serta pembuatan jembatan penghubung antara Blok A dan Blok C demi memperlancar akses pedagang dan pembeli di kawasan pasar tradisional tersebut.

“Kalau tujuannya memperbaiki kondisi pasar, kami sangat mendukung. Tapi jangan sampai atas nama pembangunan, pedagang kecil justru tersingkir,” ujar Sadam menambahkan.

Menutup keterangannya, Sadam menegaskan bahwa ITK bersama para pedagang Blok C akan terus bersatu dalam satu barisan perjuangan jika aspirasi mereka tidak diindahkan. Ia bahkan menyebut momentum ini sebagai “alarm perlawanan rakyat pasar” terhadap kebijakan yang dianggap tak berpihak.

“Kami siap berdialog, tapi kami juga siap melawan jika kepentingan rakyat kecil diabaikan. Solidaritas adalah kekuatan kami, dan kami akan berdiri tegak menjaga hak pedagang Blok C,” pungkasnya lantang.

Suara dari Blok C kini telah menggema ke telinga pemerintah daerah. Tinggal menunggu—apakah aspirasi pedagang ini akan direspons dengan kebijakan yang bijak, atau justru diabaikan hingga menjadi bara sosial di tengah denyut ekonomi rakyat?. (Sdm)

Berita Terkait

Aksi Besar PPS Dimulai 2 Juni, Pelabuhan Poto Tano Terancam Lumpuh Total
‎Dandim 1607/Sumbawa Bersama Forkopimda Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Sumbawa
‎Koramil 1607-12/Moyo Hilir Tingkatkan Pengawasan Wilayah Melalui Patroli Malam Rutin
TNI dan Warga Gotong Royong Siapkan Pembangunan Dua Jembatan Armco di Dusun Kapassari
Komsos Humanis Babinsa Pukat, Bangun Kepedulian Warga terhadap Kebersihan dan Kamtibmas
Polsek Labangka Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Di Dua TKP ‎
Cegah Gangguan Keamanan dan Provokasi Digital, Koramil 1607-06/Lape Lopok Aktif Sambangi Warga Malam Hari
Komsos Humanis Babinsa Balebrang, Perkuat Persatuan dan Ketahanan Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 15:47 WIB

Bupati Karimun Resmi Buka MTQ Ke-IV Kecamatan Selat Gelam, Dorong Penguatan Nilai Al-Qur’an dan Pembangunan Infrastruktur

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:55 WIB

Bupati Karimun Diminta Tinjau Legalitas Operasional Mayatama Solusindo, Dugaan Kelengkapan Perizinan Jadi Sorotan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:49 WIB

Usaha Tanpa Izin Dipertanyakan, Pemkab Karimun Didesak Bertindak terhadap Dugaan Operasional ISP yang Belum Transparan

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:09 WIB

Hak Jawab Disampaikan Terkait Pemberitaan Penggunaan Anggaran di Lingkungan Imigrasi Karimun

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:34 WIB

Bupati Karimun Terima Kunjungan Tim Verifikasi dan Variasi Program Sekolah Nasional Terintegrasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:25 WIB

APH Diminta Periksa Sejumlah Kegiatan dan Anggaran Imigrasi Karimun Tahun 2025

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:43 WIB

Kanwil DJBC Khusus Kepri Bersama KPPBC TMP B Karimun Lakukan Pemusnahan  Barang Hasil Penindakan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:57 WIB

Jaringan Lelet

Berita Terbaru