Kepala Sekolah Rangkap Jabatan Jadi Ketua Komite TK Negeri Buah Hati:

KABIRO SUBULUSSALAM- ACEH SINGKIL

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 13:29 WIB

50211 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

itu Bukan Unsur Kesengajaan, tapi Bentuk Penghargaan Warga

Subulussalam — kamis 30 oktober 2025 Di tengah maraknya pemberitaan bernada miring mengenai dugaan praktik tidak etis dan konflik kepentingan di TK Negeri Buah Hati, Desa Cipare-Pare, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, pihak sekolah akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Isu tersebut mencuat setelah muncul kabar bahwa dua jabatan strategis di sekolah itu dipegang oleh pasangan suami-istri — sang suami menjabat sebagai Ketua Komite Sekolah, sementara sang istri menjadi Kepala Sekolah TK Negeri Buah Hati. Kondisi ini sempat menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat tentang adanya potensi konflik kepentingan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa situasi tersebut bukanlah hasil rekayasa atau kesengajaan, melainkan buah keputusan bersama warga yang ingin menghormati jasa pendiri sekolah tersebut.

Awal Mula: Dari Swasta ke Negeri

Ketua Komite TK Negeri Buah Hati, Parno, S.Pd, menjelaskan bahwa sekolah itu pada awalnya berstatus swasta yang ia dirikan bersama masyarakat setempat, jauh sebelum diambil alih pemerintah menjadi sekolah negeri.

Baca Juga :  Pelatihan Pramuka Persami di SMPN 1 Simpang Kiri Kota Subulussalam

“Ceritanya begini Pak, sebelum TK ini menjadi negeri, dulunya saya yang mendirikan dan membangunnya. Saat proses perubahan status menjadi negeri, masyarakat rame-rame mempercayakan saya menjadi Ketua Komite karena dianggap paling tahu sejarah dan kebutuhan sekolah ini,” ujar Parno kepada media ini.

Ia menegaskan bahwa penunjukan istrinya sebagai kepala sekolah bukan hasil intervensinya atau keputusan komite, melainkan merupakan kebijakan resmi Pemerintah Kota Subulussalam melalui Dinas Pendidikan.

“Penetapan istri saya sebagai kepala sekolah itu keputusan pemerintah, bukan saya yang atur. Dari swasta ke negeri tentu ada prosedur dan mekanismenya sendiri. Saya tidak mencampuri urusan itu,” tambahnya.

Tidak Ada Campur Tangan dalam Pengelolaan Anggaran

Menanggapi tudingan bahwa dirinya ikut mengatur atau mencampuradukkan urusan keuangan sekolah, Parno membantah keras.

“Tugas komite sekolah itu mendukung, memberi masukan, dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Bukan mengelola dana. Soal pembangunan atau anggaran sekolah itu sudah ada ranahnya sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, hubungan antara pihak sekolah, komite, dan masyarakat selama ini berjalan harmonis dan transparan. Semua kegiatan, kata Parno, dilakukan sesuai aturan yang berlaku tanpa ada unsur penyalahgunaan wewenang.

Baca Juga :  Warga Gabungan Antar Desa Datangi Pos PT Lotbangko, Tuntut Pembukaan Jalan Akses ke Lahan Perkebunan

Jejak Panjang Pengabdian

Parno, S.Pd dikenal sebagai sosok yang telah lama mengabdikan diri di bidang pendidikan di Kecamatan Sultan Daulat. Ia merupakan inisiator berdirinya beberapa sekolah swasta di wilayah tersebut, yang kemudian berkembang menjadi sekolah negeri.

Beberapa sekolah yang ia dirikan kini telah menjadi lembaga pendidikan negeri, termasuk SMA Swasta yang kini berstatus SMA Negeri di Kecamatan Sultan Daulat — menjadi bukti nyata kontribusinya terhadap peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat.

Harapan untuk Objektivitas Publik

Dengan adanya klarifikasi ini, parno berharap masyarakat dan media dapat menilai persoalan ini secara objektif dan proporsional.

Bahwa hubungan suami-istri di lingkungan pendidikan tersebut tidak serta-merta menjadi indikasi pelanggaran, terutama jika proses pengangkatan jabatan dilakukan melalui mekanisme resmi pemerintah.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum memiliki dasar hukum kuat, sembari menunggu penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Subulussalam.

[ER. K, Kabiro Oposisi News86. Wilayah Subulussalam dan Aceh Singkil]

Berita Terkait

Surat Mutasi ASN Diduga Palsu, BKPSDM Subulussalam Minta Aparat Usut Pelaku Penyebar Hoaks
Pokir DPRK Subulussalam: Antara Kepentingan Publik dan Bayang-Bayang Transaksi Politik
Bayang-Bayang Mafia Tanah di Lahan Transmigrasi Longkib, Negara Diuji Menegakkan Aturan
Sengketa Lahan Longkib Kian Membara, Dugaan Pemalsuan AJB hingga Tindak Pidana Lain Menguat, Penegakan Hukum Diuji
Sengketa 50 Hektar di Longkib Memanas, Nama Ketua Apkasindo Aceh Terseret, Dugaan Pelanggaran Regulasi Mengemuka
Janji yang Diuji Waktu, Kepemimpinan yang Ditagih Publik
Kanopi Ambruk, Integritas Proyek Dipertanyakan
Menjelang Idulfitri, Mantan Wali Kota dan Ketua DPRK Subulussalam Beri Perhatian kepada Rekan Media dan LSM

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:30 WIB

‎Sinergi TNI-Polri Jaga Keamanan Muswil V AMAN NTB di Desa Lawin

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:26 WIB

Berbagi untuk Sesama, Kasdim 1607/Sumbawa Dampingi Penyerahan Sembako dan Tali Asih di Dua Lembaga Pendidikan Islam

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Semangat Kemanusiaan, Kodim 1607/Sumbawa Ikuti Donor Darah HUT RI ke-81

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Babinsa Koramil 1607-01/Sumbawa Dorong Warga Semarakkan Kemerdekaan dengan Kibarkan Merah Putih

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:39 WIB

Patroli Mandiri TNI Sasar Titik Strategis, Warga Sumbawa Makin Merasa Aman

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Semarak HUT RI ke-81! TNI-Polri Jaga Ketat Lomba Gerak Jalan Cepat-Tepat di Maronge

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Menguatkan Jejak Perempuan Pengusaha Sumbawa, Kasdim 1607/Sumbawa Hadiri Momentum Bersejarah IWAPI

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Dari Lapangan Lunyuk, Semangat Merah Putih Berkobar Lewat Pentas Seni HUT RI ke-81

Berita Terbaru