Badai di Tubuh PWI: Momen Krusial di Kongres 2025

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 13:44 WIB

50515 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan wartawan Serambi era 90 an, H, M. Amru saat Foto Bersama prof. Kamarudin Hidayat ketua Dewan Pers, ketua dan Sekretaris PWI Aceh Nasir Nurdin dan M Zairin

Jakarta – Perpecahan internal yang telah lama membekap Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mencapai titik puncaknya. Kongres PWI 2025 yang diselenggarakan di Gedung BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Digital, Cikarang, Jawa Barat, sejak 29 Agustus 2025, menjadi arena pertarungan untuk menentukan arah masa depan organisasi profesi tertua di Indonesia ini.

Peristiwa ini tak hanya menjadi ajang suksesi kepemimpinan, tetapi juga penentuan nasib PWI yang citranya tercoreng.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konflik ini berakar dari Kongres Bandung 2023 yang melahirkan kepengurusan di bawah pimpinan Hendry Ch. Bangun. Namun, serangkaian masalah, terutama terkait isu “nila setitik” yang merusak “susu sebelanga”, memicu gelombang perlawanan. Puncaknya, Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta pada 2024 menetapkan Zulmansyah Sekedang sebagai Ketua Umum.

Dualisme yang berkepanjangan ini tak hanya membelah PWI, tetapi juga mengundang intervensi dari berbagai pihak, termasuk Wakil Menteri Komunikasi dan Digital serta Dewan Pers.

Dua Kubu Bertarung: Memilih antara Pemulihan dan Kontinuitas

Panggung Kongres 2025 kini menampilkan dua pasang calon Ketua Umum dan Ketua Dewan Kehormatan PWI periode 2025-2030 yang siap bertarung.

Pasangan pertama, Akhmad Munir (Direktur Utama LKBN Antara) dan Atal S. Depari (mantan Ketua Umum PWI Pusat periode 2018-2023), hadir sebagai representasi “susu sebelanga” yang menuntut pemulihan.

Mereka didukung oleh Zulmansyah Sekedang, mantan Ketua Umum PWI versi KLB, yang memilih bergabung untuk memperkuat barisan perbaikan.
Di sisi lain, pasangan petahana Hendry Ch. Bangun (Ketua Umum PWI Pusat versi Kongres Bandung) dan Sihono MT (PWI Provinsi Yogyakarta) kembali mencalonkan diri.

Baca Juga :  Malam Tahun Baru 2024, Sumedang Diguncang Gempabumi M 4.8

Kehadiran Hendry dalam bursa pencalonan ini, menurut seorang wartawan senior dan mantan wartawan Serambi H. Muhammad Amru, sungguh ironis. “Kalau di Jepang, si pelaku nila setitik itu sudah melakukan hara-kiri,” ujarnya. “Hebatnya di sini, pelaku nila setitik itu malah bisa hara-hura, dalam artian bisa ikut nyalon lagi pada kongres yang telah didesain sedemikian rupa, sehingga nila setitik rusak susu sebelanga itu tidak perlu di pertanggung jawaban.”

Menurut pandangan sebagian besar anggota, pasangan Akhmad Munir dan Atal S. Depari dinilai paling layak untuk memimpin PWI ke depan.

Dengan rekam jejak yang kredibel, terutama Akhmad Munir atau yang akrab disapa Cak Munir, mantan Ketua PWI Jawa Timur dua periode, mereka diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik dan mitra yang selama ini merosot.

Tanggung Jawab Besar di Tengah Krisis: Jalan Terjal PWI ke Depan
Siapa pun yang terpilih pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025, akan menghadapi tantangan berat.

PWI saat ini berada di tengah krisis multidimensi. Pertama, menyatukan dua kubu yang terbelah dan terluka secara emosional. Kedua, memulihkan kepercayaan publik, pemerintah, dan mitra yang telah anjlok. Ketiga, mengatasi persoalan ekonomi organisasi yang selama ini bergantung pada kerja sama pihak ketiga.

Baca Juga :  Ribuan Penerima Bansos Terlibat Judi Online, Kemenko Polhukam Gencarkan Pemberantasan Judi Daring

Oleh karena itu, kepengurusan baru PWI periode 2025-2030 harus segera menerapkan manajemen krisis. Tahapan-tahapannya tidak bisa lagi berjalan linier.

Perencanaan dan pencegahan harus berjalan beriringan dengan respons cepat. Tim baru wajib segera diaktifkan untuk mengendalikan situasi dan membangun komunikasi yang efektif, sambil secara bersamaan merancang strategi pemulihan reputasi.

Membangun kembali kepercayaan adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu lama. Seperti kata pepatah, “Trust takes years to build, seconds to break, and forever to repair.”

Pencarian Tokoh Berintegritas dan Kebangkitan PWI

Pengamat menilai, salah satu akar masalah ini adalah lemahnya sistem organisasi dan kelangkaan tokoh senior yang berwibawa. “Penyelesaian kasus ini tidak bisa mandiri, membutuhkan uluran tangan dari luar, menjadi bukti bahwa sistem PWI lemah namun tokoh-tokohnya keras kepala,” ujar H. Amru,”.

Hal ini juga menjadi lonceng peringatan, bahwa di PWI tengah terjadi kelangkaan tokoh-tokoh senior yang berwibawa, bijak, sikap dan wawasannya mencerahkan.”
Untuk mengatasi kelemahan ini, kepengurusan baru diwajibkan didukung oleh kabinet yang profesional, kredibel, dan berintegritas.

Pelatihan kepemimpinan PWI secara berjenjang juga menjadi solusi mendesak untuk membentuk karakter pengurus yang seragam dan sesuai dengan nilai-nilai organisasi.

Kongres ini menjadi momen strategis sekaligus krusial untuk memilih pemimpin yang “tangannya tidak belepotan nila” agar dapat “memutihkan kembali susu sebelanga yang kadung rusak”. Hasil kongres pada malam ini akan menjadi jawaban konkret, apakah PWI akan memasuki babak baru pemulihan atau justru terperosok lebih dalam. []

Berita Terkait

Ayahwa Ketuk Pintu Kemensos, Desak Percepatan Pemulihan Banjir dan Akses Pendidikan di Aceh Utara
PWI Pusat Desak Hotman Paris Klarifikasi Pernyataan kepada Wartawan, Ingatkan Martabat Pers Tak Boleh Direndahkan
Ayah Wa Temui Kemensos Percepat Penyaluran Bantuan Korban Bencana
Di Tengah Tugas Kenegaraan, Haji Uma Tuntaskan Magister Cumlaude dan Diwisuda Bersama Putranya
Duka Mendalam Menyelimuti PWI, Zulmansyah Sekedang Berpulang di Tengah Pengabdian
Kasasi Di Tengah Kewajiban Transparansi: Saat Penjaga Hukum Dipertanyakan Komitmennya
Ramai di Medsos Soal Untung Mitra MBG, BGN Buka Data Sebenarnya
HPN 2026 Banten Sukses Digelar, Panitia Sampaikan Apresiasi kepada Seluruh Mitra dan Pemangku Kepentingan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama

Senin, 27 Juli 2026 - 13:23 WIB

852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:57 WIB

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:56 WIB

Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Berita Terbaru