Budaya Baca di Tubuh Polri: Polres KLU Gagas Program Dua Lembar Sehari

REDAKSI NTB

- Redaksi

Selasa, 15 Juli 2025 - 21:27 WIB

50171 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Utara|NTB, — Di tengah rendahnya tingkat literasi nasional, Kepolisian Resor Lombok Utara mencatatkan langkah berani dengan menggulirkan Program Membaca 2 Lembar Sehari. Inisiatif sederhana tetapi visioner ini lahir dari keprihatinan Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, yang juga seorang akademisi dan penulis aktif.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan UNESCO selama ini menempatkan minat baca masyarakat Indonesia di angka yang memprihatinkan — hanya 1 dari 1.000 orang yang rutin membaca buku. Di Kabupaten Lombok Utara sendiri, angkanya hanya sekitar 3 dari 100 orang. Melihat realitas itu, Bhayangkari bersama Polres KLU bertekad memecah kebekuan budaya baca yang mandek di ruang keluarga.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagai akademisi, saya sangat prihatin. Membaca adalah vitamin otak paling murah dan dianjurkan semua agama. Dengan kebiasaan membaca, kita berharap Lombok Utara keluar dari zona 3T (Tertinggal, terdepan, dan Terluar) dan bertransformasi menjadi daerah maju dalam beberapa tahun mendatang,” kata Ny. Heny Agus Purwanta Pada Selasa (15/7).

Program ini mewajibkan seluruh personel Polres hingga jajaran Polsek, termasuk Bhayangkari, untuk membaca minimal dua lembar setiap hari. Targetnya sederhana, tetapi efeknya diharapkan berlipat. Dua lembar hari ini akan berkembang jadi empat lembar esok, delapan lembar lusa, hingga membaca menjadi budaya yang mengakar.

Baca Juga :  Karya Bakti TMMD ke-125, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Buer

“Ini bukan beban, hanya butuh 10–15 menit bagi pemula. Bahkan 15 detik bagi yang terbiasa. Bisa dilakukan sambil menunggu apel, saat piket, atau di jam nonproduktif lainnya. Harapannya, budaya ini menular ke keluarga, lalu ke masyarakat,” lanjut Ny. Heny, yang kini tercatat telah menerbitkan lebih dari 20 artikel terindeks SINTA dan 21 buku ber-ISBN.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., menyebut program ini sejalan dengan visi Polri Presisi yang menuntut setiap penegakan hukum harus berbasis crime scientific identification. Penegakan hukum, menurutnya, harus berpijak pada literasi data dan pengetahuan yang terus diperbarui.

“Program membaca ini mendukung Asta Cita Presiden, yaitu penguatan SDM, sains, dan teknologi. Ke depan, anggota Polri dituntut cakap literasi untuk menghadapi dinamika kejahatan yang semakin kompleks,” ujar Kapolres.

Selain menjadi kewajiban moral, program ini juga terintegrasi dengan sistem pembinaan SDM Polres Lombok Utara. Komitmen membaca akan menjadi salah satu parameter dalam penilaian kinerja dan promosi jabatan.

Untuk mendukung program ini, Polres menyiapkan pojok baca di berbagai sudut kantor, menyediakan buku fisik maupun digital, termasuk peraturan perundang-undangan terbaru. Ke depan, Polres Lombok Utara juga merencanakan pengembangan perpustakaan digital yang dapat diakses anggota dan masyarakat yang datang mengurus layanan di Polres maupun Polsek jajaran.

Baca Juga :  Gotong Royong Tak Kenal Panas, TMMD Ke-125 Kodim 1607/Sumbawa Bangun JUT di Kalabeso

Langkah Polres ini disambut hangat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarsip) Lombok Utara. Sekretaris Dispusarsip, H. Muhammad, menyebut program ini sebagai pemantik budaya baca di semua lini.

“Program membaca 2 lembar sehari adalah gerakan strategis. Kami akan bersinergi dengan Polres untuk turun langsung ke masyarakat, menyatukan gerakan literasi sekolah, perpustakaan desa, dan komunitas baca. Membaca harus dipaksa jadi kebiasaan. Kalau bisa menulis, itu lebih baik. Dengan membaca dan menulis, generasi muda bisa meraih cita-cita dan menguasai dunia,” kata Muhammad.

Bagi Ny. Heny Agus Purwanta, literasi bukan hanya urusan kantor, tetapi harus lahir dari rumah. Seperti ibadah, membaca harus dimulai dari diri, lalu menular ke keluarga, baru kemudian masyarakat.

“Sekolah hanyalah sarana. Belajar sejati itu dimulai dari rumah. Keluarga yang moderat akan melahirkan generasi yang moderat. Kalau kita ingin Indonesia Emas 2045 benar-benar terwujud, kita harus mulai berkontribusi hari ini, sekecil apa pun langkahnya,” tegasnya. (**)

Berita Terkait

TNI & Bea Cukai Sumbawa Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal
‎Pengabdian Tanpa Batas, Koramil Moyo Hilir Menjaga di Waktu Malam
‎Langkah Bersama Babinsa dan Warga, Songkar Bangun Desa Tangguh Bencana
Audit Lapangan Itdam IX/Udayana, Jembatan Gantung Sumbawa Dipastikan Dukung Ekonomi dan Pendidikan
‎Babinsa Koramil 03/Ropang Perkuat Peran Teritorial dalam Sosialisasi IKD
‎Lewat Jam Komandan, Babinsa Didorong Lebih Aktif dan Responsif di Wilayah Binaan
Hadir di Tengah Sunyi, Koramil Lunyuk Jaga Stabilitas Lingkungan
Babinsa Brang Kolong Turut Sukseskan Penanaman Mangrove di Dusun Lab. Ujung

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 19:21 WIB

SPBU Nelayan Milik KNTI Aceh Selatan diresmikan 2 kementerian

Selasa, 28 April 2026 - 19:17 WIB

SPPG Yayasan Ammar Aceh Madani Genjot Peran UD. Alfarisi Sebagai Mitra Strategis

Senin, 27 April 2026 - 13:41 WIB

Penyegaran Birokrasi, H. Mirwan Lantik 24 Pejabat Administrator

Jumat, 24 April 2026 - 20:17 WIB

Izin Operasional Mati, Manajemen RSUD Yuliddin Away Buka Suara

Kamis, 23 April 2026 - 17:19 WIB

Sat Resnarkoba Polres Aceh Selatan Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika, Satu Pelaku Diamankan

Rabu, 22 April 2026 - 16:17 WIB

Kejari Aceh Selatan Eksekusi Barang Bukti

Senin, 20 April 2026 - 20:52 WIB

Breaking News,Kolaborasi Disdukcapil dengan Baitul Mal Hadirkan SIM-MAS TERPADU

Sabtu, 18 April 2026 - 15:53 WIB

Heriyanda Fetra Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PGRI Cabang Meukek

Berita Terbaru

NASIONAL

TNI & Bea Cukai Sumbawa Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal

Rabu, 29 Apr 2026 - 22:35 WIB