Gayo Lues|Oposisi News 86 – Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., M.Si., memastikan dirinya akan berangkat menuju Banda Aceh pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB untuk menghadiri kegiatan Silaturahmi Akbar Masyarakat Aceh Tenggara, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta prosesi adat peusijuk Kapolda Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (10/10/2026).

Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzun Iman ST MSi, saat berpoto bersama Kapolda Aceh
Kepastian tersebut disampaikan Fauzul Iman saat dikonfirmasi pada Jumat (9/10/2026). Dalam keterangannya, ia memastikan rencana keberangkatan pada sore hari dengan perkiraan tiba di Banda Aceh sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIB pada Sabtu pagi, sebelum rangkaian kegiatan dimulai.
Kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Aceh Tenggara (IKAGARA) Banda Aceh itu akan berlangsung di Gedung Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh. Berdasarkan surat undangan bernomor 001/UND/IKAGARA-BNA/X/2026 tertanggal 1 Oktober 2026, acara dijadwalkan dimulai pukul 08.30 WIB dan berlangsung hingga sore hari.
Undangan tersebut ditujukan kepada Fauzul Iman dalam kapasitasnya sebagai Kepala BNNK Gayo Lues sekaligus alumni SMP Negeri 1 Kutacane.
Kehadirannya diharapkan menjadi bagian dari pertemuan masyarakat Aceh Tenggara di perantauan yang mengedepankan semangat kekeluargaan, silaturahmi, dan pelestarian tradisi daerah.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan diawali dengan registrasi tamu undangan, penyambutan tamu VIP melalui tari pelebat, penampilan tari Belo Mesusun, serta pembukaan acara. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Hymne Aceh, laporan panitia, dan sambutan sejumlah tokoh.
Sejumlah agenda utama yang tercantum dalam susunan acara meliputi sambutan Ketua IKAGARA Banda Aceh, Dewan Kehormatan IKAGARA, Bupati Aceh Tenggara, serta perwakilan Pemerintah Aceh. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat peusijuk Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, yang menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Prosesi peusijuk merupakan tradisi masyarakat Aceh yang sarat makna doa, penghormatan, dan harapan akan keselamatan serta keberkahan. Pelestarian adat tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Selain agenda keagamaan dan adat, panitia juga menjadwalkan penyerahan cendera mata, piagam apresiasi, serta foto bersama tamu VIP. Setelah rangkaian acara utama, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat, makan siang, dan kenduri Maulid sebagai bentuk kebersamaan dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, susunan acara juga mencakup sejumlah agenda tambahan yang berkaitan dengan kebudayaan dan peran generasi muda.
Di antaranya dialog perencanaan Ensiklopedia Aceh, pentas tradisi, Ensiklopedia Pemuda Aceh, pentas harmoni kolaborasi tari etnis, serta panggung pemuda dengan tema pelestarian etnik. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir pada pukul 16.00 WIB.
Bagi masyarakat Aceh Tenggara yang berada di Banda Aceh dan sekitarnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan kekeluargaan, menjaga identitas budaya, serta membangun komunikasi lintas generasi.
Ikatan dengan kampung halaman dinilai memiliki arti penting dalam memelihara kebersamaan masyarakat perantauan.

Kehadiran Fauzul Iman dalam kegiatan tersebut juga mempertemukan latar belakang profesi dan ikatan alumni dalam suasana kekeluargaan.
Meski demikian, partisipasinya diberitakan sebatas kehadiran yang telah dikonfirmasi, tanpa mengaitkannya dengan pernyataan atau dukungan terhadap agenda lain yang tidak tercantum dalam undangan.
Melalui Silaturahmi Akbar Masyarakat Aceh Tenggara ini, IKAGARA Banda Aceh diharapkan dapat terus menjadi wadah pemersatu masyarakat perantauan, menjaga nilai-nilai keagamaan, serta melestarikan adat dan budaya Aceh.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk merawat persaudaraan dan memperkuat hubungan antarmasyarakat yang memiliki ikatan sejarah serta budaya dengan Tanoh Alas. []




































