Ma’at Sabri Porang Pencipta Lagu Pongot Gayo Bencana.
Gayo Lues| Oposisi News 86 – Peristiwa bencana yang melanda Kabupaten Gayo Lues pada 26 November 2025 tidak hanya menyisakan duka dan kerusakan, tetapi juga menghadirkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga ingatan sejarah daerah.
Dari kegelisahan itulah, seorang putra daerah, Ma’at Sabri yang dikenal dengan sapaan Ma’at Porang, berinisiatif menciptakan sebuah karya lagu berjudul “Pongot Gayo Bencana” sebagai bentuk refleksi, pengingat, sekaligus dokumentasi kultural atas tragedi yang pernah terjadi.
Ma’at Sabri menuturkan bahwa ide penciptaan lagu tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses perenungan mendalam serta diskusi bersama rekan-rekannya di Kampung Porang.
Dalam pandangannya, bencana bukan sekadar peristiwa alam yang berlalu begitu saja, melainkan bagian dari sejarah yang harus direkam dan diwariskan kepada generasi berikutnya agar tidak hilang ditelan waktu.
Ia menilai, selama ini belum banyak karya seni lokal yang secara khusus mengangkat peristiwa bencana sebagai bagian dari memori kolektif masyarakat Gayo Lues.
Berangkat dari pemikiran tersebut, ia mulai merangkai lirik demi lirik yang menggambarkan situasi, kesedihan, serta harapan masyarakat pascabencana. Proses kreatif itu memakan waktu kurang lebih satu bulan hingga akhirnya lagu tersebut dapat diselesaikan dan dipublikasikan melalui platform digital.
Kehadiran lagu ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga sarana edukasi dan pengingat sejarah bagi masyarakat luas.
Menurutnya, karya seni memiliki kekuatan tersendiri dalam menyampaikan pesan yang tidak selalu mampu diungkapkan melalui narasi formal.
Lagu “Pongot Gayo Bencana” diharapkan mampu menyentuh sisi emosional masyarakat sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan serta solidaritas sosial dalam menghadapi bencana di masa mendatang.
Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat terus hidup dan relevan lintas generasi.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan seni budaya lokal, khususnya karya-karya yang memiliki muatan historis dan edukatif.
Dukungan tersebut dinilai tidak hanya sebatas apresiasi moral, tetapi juga perlu diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada pelestarian budaya daerah.
Menurutnya, kesenian Gayo merupakan identitas yang harus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.
Lebih jauh, ia berharap agar lagu “Pongot Gayo Bencana” dapat menjadi salah satu referensi kultural yang mengingatkan masyarakat Gayo Lues terhadap peristiwa yang pernah terjadi, sekaligus menjadi pemicu lahirnya karya-karya lain yang mengangkat nilai-nilai lokal.
Ia pun berencana untuk kembali menciptakan lagu berikutnya sebagai bentuk kesinambungan dalam menyuarakan pesan-pesan sosial melalui seni.
Atas karya yang telah dihasilkan, Ma’at Sabri bersama rekannya Ta’im (Pokal) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendengarkan dan memberikan dukungan terhadap lagu tersebut.
Ia meyakini bahwa sekecil apa pun upaya dalam merawat ingatan kolektif masyarakat, akan memiliki arti besar bagi perjalanan sejarah dan identitas suatu daerah di masa depan.
Berikut Vidionya:









































