Data Warga Diminta Mendadak, SHU Tak Merata: Kades Aimual Angkat Suara

REDAKSI NTB

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025 - 15:24 WIB

501,194 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar, oposisinews86.com, (Jum’at 21 November 2025),— Lagi dan lagi, Polemik pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dikemas dalam acara “Panen Raya Emas” kembali memantik kegaduhan di tingkat desa. Kepala Desa Lantung Aimual, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, A. Latif, akhirnya angkat bicara blak-blakan setelah dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp pada Jumat (21/11/2025).

Dalam pernyataannya, ia membeberkan sederet fakta lapangan yang selama ini tidak pernah muncul ke publik—mulai dari minimnya sosialisasi, ketidakjelasan pendataan penerima manfaat, hingga dugaan ketimpangan besar dalam proses pembentukan Koperasi Tambang.

Latif membenarkan bahwa ia hadir dalam acara megah yang digelar Kapolda NTB dan Gubernur NTB di halaman Kantor Bupati Sumbawa pada Senin 17 November 2025.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, saya hadir sebagai kepala desa. Desa kami berada di titik pusat kegiatan pertambangan emas di Kecamatan Lantung,” ujarnya.

Namun kehadirannya itu, kata dia, tidak diiringi pemahaman apa pun mengenai mekanisme pembagian SHU. Bahkan, tidak ada sosialisasi satu pun yang dilakukan kepada pemerintah desa sebelum acara berlangsung.

Latif mengungkapkan bahwa Bhabinkamtibmas tiba-tiba menghubungi pihak desa meminta data warga miskin kategori desil 1 dan 2 dengan alasan untuk penyaluran bantuan sosial.

“Tidak ada sosialisasi. Tiba-tiba Bhabinkamtibmas datang meminta data kemiskinan,” tegasnya.

Dari 250 KK dan 600 wajib pilih, hanya 53 warga masuk daftar KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Namun pada acara “Panen Raya Emas” hanya 35 orang yang menerima uang langsung. Sisanya, 18 orang, sampai hari ini tidak ada kejelasan,” tegasnya.

Baca Juga :  Walikota Dan Wakil Walikota Langsa Di Peusejuk Tepung Tawar Masyarakat GP. Paya Bujok Teungoh.

Latif juga mengaku menerima secara simbolis dana sebesar Rp 2.800.000, plus bingkisan.

“Yang saya tuntut sederhana, semua warga saya harus dapat tanpa terkecuali, karena pusat aktivitas tambang itu berada di wilayah kami,” katanya.

Dalam nada kesal, Latif mengungkapkan bahwa sejak awal dialah yang memperjuangkan legalitas Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di wilayah tersebut.

“Saya yang urus pertama kali agar tambang ini dilegalkan. Tapi kenapa warga saya paling sedikit dapat KPM SHU? Harusnya tuan rumah lebih dulu menikmati asas manfaat,” tegasnya.

Menurut Latif, Koperasi Produsen selonong bukit lestari yang dibentuk untuk mengelola SHU dan kegiatan tambang tidak pernah disosialisasikan ke pemerintah desa.

Bahkan, ia baru mengetahui keberadaan koperasi tersebut setelah hari H acara. Yang lebih mengejutkan, kata Latif, “Ketua koperasi memang warga Aimual, tapi anggota yang berasal dari desa aimual hanya sekitar 40 orang. Sisanya banyak berasal dari luar desa, bahkan dari wilayah yang tidak terdampak tambang,”ungkapnya.

“Mereka jadikan saya sebagai pengawas koperasi. Tapi fungsi dan tugas saya saja tidak pernah dijelaskan. Kok mereka yang atur saya? Saya kepala desa, saya yang punya wilayah,” tandasnya.

Baca Juga :  52 Peserta MPLS SMPN 2 Lape Dapat Pembekalan Anti NAPZA dari TNI-Polri

Latif juga mengaku pernah diperintah untuk memfotokopi bendel berkas oleh pihak koperasi, “Emangnya siapa mereka menyuruh kepala desa? Cara seperti itu tidak etis,” katanya keras.

Latif menegaskan bahwa pemerintah desa tidak pernah diajak bicara sejak awal. Ia juga keberatan karena sebagian besar keuntungan, termasuk SHU, justru mengalir ke desa-desa lain yang tidak terdampak langsung.

“Dari 29 desa yang disebut menerima SHU, baru 11 desa yang sudah menerimanya. Tapi kenapa kami yang punya lahan belum kenyang, malah desa lain yang lebih dulu dapat?” sorotnya.

Ia menekankan perlunya penerbitan IPR di seluruh titik lokasi emas di wilayah Lantung agar semua masyarakat bisa bekerja dengan aman dan merasakan manfaat secara adil.

Latif mengaku saat acara Panen Raya Emas sempat ditunjukkan komitmen pendapatan untuk desa melalui tayangan layar. Namun besaran persentasenya tidak pernah dijelaskan.

“Komitmen ada, tapi tidak tertulis. Kita tidak tahu berapa sebenarnya hak desa,” ungkapnya.

Latif menegaskan kembali sikapnya, semua warga Aimual harus mendapat manfaat setara dari keberadaan tambang dan IPR.

“Saya hanya ingin warga saya bisa makan semuanya dari hasil ini, tidak ada yang dikecualikan. Di mata saya mereka semua sama, tidak ada kaya-miskin. Dan sebagai tuan rumah tambang, Aimual harusnya jadi prioritas, bukan pilihan terakhir,” pungkasnya. (Af)

Berita Terkait

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎
Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia
‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla
Jaga Ketertiban Pawai Ta’aruf, Babinsa Plampang Hadir di Tengah Warga
Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran
‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎
Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras
Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru