Kutacane/Agara – Udara pagi Aceh Tenggara menyambut rombongan dari Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Darul Qur’an Kutacane saat mereka melangkah menuju gerbang Perpustakaan Daerah Kutacane pagi itu.
Ratusan pasang mata siswa, dari kelas X hingga XII, tampak berbinar—bukan sekadar menjalankan kewajiban study tour, namun menjemput janji perbendaharaan ilmu di jantung literasi kota.

Kunjungan pada Selasa (11/11) ini sengaja dirancang bukan sebagai tamasya biasa, melainkan sebuah “ekspedisi” literasi yang bertujuan menanamkan semangat membaca dan memperluas horizon pengetahuan di kalangan peserta didik.
Setibanya di lokasi, para siswa dan guru pendamping disambut hangat oleh staf Perpustakaan Daerah. Prosesi penerimaan segera bergulir menjadi sesi pengarahan yang terstruktur dan informatif.
Para petugas perpustakaan memberikan “peta jalan” layanan institusi tersebut, mulai dari tata tertib yang menjadi kompas kebersamaan, hingga sistem pengelolaan perpustakaan modern yang kini telah merangkul teknologi, termasuk katalog digital yang menjanjikan efisiensi pencarian.
Ini adalah pelajaran awal tentang bagaimana institusi ilmu mengadaptasi diri di era digital.
Inti dari kunjungan itu adalah penjelajahan. Para siswa dibagi menjadi kelompok kecil dan diajak berkeliling, menyusuri lorong-lorong rak buku yang menjulang.
Perhatian siswa banyak tertuju pada sesi pengenalan koleksi buku dan literatur yang berfokus pada warisan budaya dan sejarah lokal Aceh Tenggara—sebuah upaya sistematis dari perpustakaan untuk memastikan generasi muda mengenal akar dan identitas mereka.
Mereka juga menengok fasilitas literasi lain yang tersedia, seperti ruang baca umum yang dirancang nyaman dan area referensi yang menyimpan khazanah pengetahuan mendalam.
Suasana perpustakaan yang sejuk dan tenang kontras dengan hiruk pikuk ruang kelas, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kontemplasi dan eksplorasi intelektual. Banyak siswa terlihat antusias memegang, memilah, dan mencatat judul-judul buku yang menarik, seolah sedang menyusun “menu” bacaan pribadi mereka untuk beberapa bulan ke depan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kecintaan membaca di kalangan siswa dan mendorong mereka untuk lebih aktif memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber ilmu,” ujar Zainuddin Hakim, ST., M.Si, Kepala Madrasah MAS Darul Qur’an, menukil harapan besar dari kegiatan ini.

Setelah hampir tiga jam “berburu” ilmu, kegiatan study tour ini mencapai puncaknya. Semua siswa berkumpul untuk sesi foto bersama, mengabadikan momentum persinggungan antara pelajar dan sumber ilmu. Sebagai penutup dan simbol apresiasi mendalam, pihak MAS Darul Qur’an menyerahkan cenderamata kepada perwakilan Perpustakaan Daerah Kutacane.
Kunjungan ini tuntas. Ratusan siswa MAS Darul Qur’an pulang dengan catatan, ingatan, dan yang terpenting, benih-benih kecintaan pada buku dan ilmu pengetahuan yang telah mereka temukan di Perpustakaan Daerah, di kaki Pegunungan Leuser.
[Dedy Aryanto: Kabiro Oposisi News86. com, Wilayah Aceh Tenggara]





































