Gayo Lues, Aceh|Oposisi News 86 – Aparat kepolisian masih terus mendalami penemuan jasad seorang perempuan berinisial S.H. yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan diduga kuat menjadi korban tindak kekerasan yang berujung kematian, Sabtu (21/03/2026).
Peristiwa ini terungkap setelah adik kandung korban, Norman, mendatangi rumah tersebut pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.30 WIB dengan maksud bersilaturahmi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun, suasana rumah yang tidak seperti biasanya menimbulkan kecurigaan. Pintu belakang rumah tampak sedikit terbuka, sementara panggilan terhadap korban tidak mendapatkan respons.
Upaya pencarian kemudian dilakukan dengan memeriksa seluruh bagian rumah. Di lantai bawah, korban tidak ditemukan. Saat menuju lantai dua, Norman mencium bau menyengat yang mengarah kuat pada keberadaan sesuatu yang tidak wajar.
Kecurigaan semakin menguat ketika ia mendapati pintu kamar korban dalam kondisi terkunci dari luar, dengan kunci masih tergantung di pintu. Setelah pintu dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi terlentang, dengan kepala tertutup kain selimut.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tim identifikasi dari Polres Gayo Lues yang dipimpin oleh Kasatreskrim Muhammad Abidinsyah langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSU Muhammad Ali Kasim di Blangkejeren guna kepentingan visum dan pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan bahwa korban telah meninggal dunia dalam rentang waktu lima hingga tujuh hari sebelum ditemukan. Kondisi jasad yang telah membusuk memperkuat dugaan tersebut. Selain itu, temuan medis juga menunjukkan adanya indikasi kuat tindak kekerasan.
Mulut korban diketahui disumpal menggunakan kain menyerupai jilbab berwarna hitam, sementara kedua tangan korban terikat ke belakang menggunakan kabel. Pada bagian pinggang kiri korban juga ditemukan luka yang diduga akibat benda tajam, yang semakin mempertegas dugaan adanya unsur kriminal dalam peristiwa ini.
Kapolres Gayo Lues Hyrowo melalui Kasatreskrim menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian serta memeriksa saksi-saksi yang dinilai memiliki keterkaitan dengan korban maupun aktivitas terakhir sebelum kejadian.
Penyelidikan kini difokuskan pada upaya mengungkap pelaku serta motif di balik kematian korban yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat tersebut.
Sejumlah fakta di lapangan juga menjadi perhatian penyidik, termasuk keberadaan sebuah paket milik korban yang sebelumnya diantarkan oleh Norman tiga hari sebelum jasad ditemukan.
Paket tersebut diketahui masih berada di lokasi semula, yakni di tangga rumah, yang menimbulkan pertanyaan terkait aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi serta segera melaporkan kepada aparat apabila memiliki informasi yang dapat membantu mengungkap peristiwa tersebut.
Hingga kini, penyelidikan terus berlangsung dengan pendalaman terhadap seluruh kemungkinan, termasuk dugaan kuat tindak pidana pembunuhan yang terjadi di lingkungan permukiman tersebut. []
Sumber: Humas Polres Gayo Lues.









































