Empat Pilar Kebangsaan dan Tanggung Jawab Generasi Muda

REDAKSI

- Redaksi

Senin, 16 Maret 2026 - 04:24 WIB

50237 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Amsori Dosen Jurusan Agama di Universitas IAIN Sas Bangka Belitung.

Bangka Belitung|Oposisi News 86 – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Generasi muda sebagai penerus bangsa dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter kebangsaan yang kuat agar mampu menjaga persatuan dan keutuhan negara.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesadaran inilah yang menjadi dasar pentingnya sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada kalangan pelajar sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara sejak dini.

Hal tersebut tercermin dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan oleh anggota Bahar Buasan, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang digelar di SMA YPK Air Kenanga, Bangka, Minggu (15/03/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program penguatan nilai kebangsaan yang selama ini dijalankan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia guna memastikan bahwa generasi muda tetap memiliki pemahaman yang kokoh terhadap fondasi negara.

Dalam pemaparannya di hadapan para pelajar dan tenaga pendidik, Bahar Buasan menekankan bahwa dunia pendidikan memegang peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Upacara, Simpang Rimba Hidupkan Kembali Semangat Kemerdekaan

Sekolah tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi tempat menanamkan nilai-nilai moral, etika, serta semangat kebangsaan yang akan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan menyaring berbagai informasi yang datang dari berbagai arah.

Tanpa fondasi kebangsaan yang kuat, arus informasi yang tidak terbendung berpotensi menimbulkan disorientasi nilai di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan kebangsaan harus terus diperkuat agar pelajar mampu memahami jati diri bangsa sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Empat Pilar Kebangsaan yang menjadi pokok sosialisasi tersebut terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika.

Keempat pilar tersebut merupakan landasan fundamental yang menopang kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus menjadi perekat yang menjaga keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang dimiliki bangsa Indonesia.

Dalam konteks kehidupan pelajar, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan tidak cukup berhenti pada aspek teoritis semata.

Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, mulai dari sikap saling menghargai perbedaan, menjaga kerukunan di lingkungan sekolah, hingga menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Upacara, Simpang Rimba Hidupkan Kembali Semangat Kemerdekaan

Pendidikan karakter berbasis nilai kebangsaan menjadi kunci penting dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial.

Bahar Buasan juga menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan bangsa.

Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerusnya. Oleh sebab itu, pelajar perlu menumbuhkan kesadaran bahwa mereka bukan sekadar peserta didik, melainkan calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah perjalanan bangsa.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, para pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga nilai persatuan dan kesatuan di tengah dinamika kehidupan modern.

Semangat kebangsaan, rasa cinta tanah air, serta komitmen terhadap keutuhan negara harus terus dipupuk agar tidak luntur oleh pengaruh negatif yang dapat menggerus identitas nasional.

Di penghujung kegiatan, Bahar Buasan mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan Empat Pilar Kebangsaan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Ia menegaskan bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang generasinya memiliki karakter, integritas, serta kesadaran tinggi terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Dengan fondasi tersebut, generasi muda diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman sekaligus menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. []

Berita Terkait

Bukan Sekadar Upacara, Simpang Rimba Hidupkan Kembali Semangat Kemerdekaan

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

SPPG Keutapang Disorot: Limbah Masuk Parit, SLHS Belum Terbit

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Pancasila Berlangsung Khidmat

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:26 WIB

HUT ke-81 RI di Aceh Tenggara: Merah Putih Berkibar, Semangat Kemerdekaan Diuji Lewat Kerja Nyata

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Kejurprov IMI Aceh di Aceh Tenggara Disorot: Tiket Dipersoalkan, Informasi Publik Dinilai Minim

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Piala Presiden Direktur PAG, 13 Desa Adu Kekuatan di Lapangan Voli

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Lillahi Ta’alla

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Muhammadiyah Gayo Lues Bergerak, 96 Paket Sembako dan Rp10 Juta Disalurkan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:18 WIB

25 Pelajar Dikukuhkan Jadi Paskibraka Gayo Lues, Amanah Merah Putih Menanti

Berita Terbaru