Konferensi PWI Aceh Utara Pecah, LPJ Ketua Ditolak, Dana Organisasi Dipersoalkan

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:39 WIB

50182 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Utara VIII berubah menjadi ajang pembongkaran krisis kepemimpinan.

Mayoritas peserta secara tegas menolak Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua PWI Aceh Utara, Abdul Halim, yang dinilai gelap, tidak akuntabel, dan bertentangan dengan prinsip dasar organisasi pers. Kericuhan tak terelakkan. Konferensi pun resmi ditunda oleh PWI Provinsi Aceh, Senin (2/2/2026).

Forum yang digelar di Kantor PWI Aceh Utara, Jalan Medan–Banda Aceh, Kecamatan Bayu, semula dirancang sebagai ruang konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan. Namun, sejak agenda LPJ dibuka, forum berubah tegang. Adu argumen berujung bentrok antarpeserta.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Enam kursi milik pemerintah desa rusak setelah dilempar dalam situasi yang tak terkendali—menjadi simbol rapuhnya tata kelola organisasi.

Akar konflik mengerucut pada dugaan penyalahgunaan dana organisasi. Peserta konferensi menuding Abdul Halim mengelola dana hibah Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan dana aspirasi (pokok pikiran) anggota DPRK secara sepihak, tanpa persetujuan struktur organisasi dan tanpa pelaporan yang transparan.

Konferensi ini dihadiri langsung Ketua PWI Provinsi Aceh, H. Nasir Nurdin, bersama Sekretaris Muhammad Zairin, yang memimpin jalannya sidang di tengah tekanan peserta yang menuntut kejelasan.

Dana Publik, Akuntabilitas Nihil

Kecurigaan peserta kian menguat saat rapat tertutup digelar. Sejumlah anggota mengungkap dugaan bahwa dana hibah dan sumbangan pihak ketiga tidak digunakan untuk kepentingan organisasi, melainkan dialihkan dalam bentuk iklan dan pariwara ke media milik pribadi Ketua PWI Aceh Utara.
“Dana organisasi, termasuk dana pokir dewan, mengalir ke media pribadi. Ini bukan sekadar pelanggaran etik, tapi dugaan penyalahgunaan dana publik,” kata Andry Syahputra, salah satu peserta.

Baca Juga :  Safari Ramadhan Hari ke-3, Pj Bupati Mahyuzar Disambut Jamaah Masjid Baitul Karim Nibong

Jamaluddin, Wakil Sekretaris PWI Aceh Utara, menyebut kepemimpinan Abdul Halim telah mereduksi organisasi profesi menjadi instrumen kepentingan pribadi.
“PWI dijalankan seperti perusahaan keluarga. Orientasinya bukan profesionalisme pers, tapi keuntungan,” ujarnya.

Persoalan tak berhenti pada keuangan. Legalitas struktur kepengurusan juga dipertanyakan. Wakil Ketua PWI Aceh Utara, Jefri Tamara, disebut merangkap jabatan sebagai sekretaris tanpa Surat Keputusan (SK) resmi dari PWI Provinsi Aceh—sebuah praktik yang dinilai melanggar aturan organisasi.

Mantan Sekretaris PWI Aceh Utara, Said Aqil, bahkan menyatakan LPJ disusun tanpa sepengetahuannya, meski ia masih menjabat dalam periode kepengurusan tersebut.
“Saya sekretaris saat itu, tapi tidak pernah diajak menyusun atau membahas LPJ. Ini cacat prosedur,” kata Aqil.

Ia mengaku hadir dalam konferensi atas permintaan anggota untuk membuka fakta yang selama ini tertutup di internal organisasi.

Desakan Diskualifikasi dan Pengembalian Dana

Baca Juga :  Dandim 0103/Aceh Utara Pimpin Pelepasan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1445 H

Atas dugaan pelanggaran PD/PRT PWI dan penyalahgunaan kewenangan, sejumlah anggota mendesak PWI Provinsi Aceh mendiskualifikasi Abdul Halim dari pencalonan ketua. Mereka juga menuntut pengembalian dana organisasi yang disebut mencapai ratusan juta rupiah.

Protes juga diarahkan pada pembentukan panitia konferensi yang dinilai sepihak, dikendalikan langsung oleh Abdul Halim bersama penasihatnya, Yuswardi Mustafa. Peserta mengaku hanya diundang sebagai formalitas, tanpa ruang menyampaikan kritik.
“Kami diintimidasi agar menerima keputusan. Ini bukan konferensi, tapi pengesahan sepihak,” kata Jufri A. Rahman, anggota senior PWI Aceh Utara.

Situasi yang kian tak terkendali memaksa PWI Provinsi Aceh mengambil alih. Konferensi resmi ditunda selama satu bulan. PWI Aceh membentuk tim formatur untuk mengaudit dan memverifikasi LPJ Pengurus PWI Aceh Utara periode 2023–2026.

Jika dalam tenggat tersebut LPJ tetap ditolak, PWI Provinsi Aceh akan mengambil alih kepengurusan dengan menunjuk Pelaksana Tugas (PLT) Ketua selama enam bulan, menata ulang struktur, serta menggelar konferensi ulang.

Konferensi yang seharusnya menjadi perayaan demokrasi organisasi justru membuka borok tata kelola. Di tubuh organisasi pers, krisis kepercayaan kini mengemuka—dan publik menunggu, apakah PWI masih sanggup menjaga marwahnya sebagai penjaga etika, atau justru gagal membersihkan rumahnya sendiri. [SR]

Berita Terkait

Dapur MBG Rampung, Siswa Geureudong Pase Masih Menanti: Program Gizi Tertahan Tanpa Kepastian
Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru