Buku Tabungan Raib, Dana PIP Gelap: Skandal Sunyi di SD Alwasiliyah Seumadam

REDAKSI 2

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:40 WIB

50287 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang — Di Sekolah Dasar Swasta Alwasiliyah Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Program Indonesia Pintar (PIP) tak sekadar tersendat. Ia seolah dilucuti dari maknanya. Sejak 2020, buku tabungan beasiswa siswa diduga dikumpulkan dan disimpan pihak sekolah. Masalahnya, buku-buku itu tak pernah kembali—bahkan setelah siswa lulus dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Akibatnya fatal. Sejumlah alumni SD Alwasiliyah kehilangan hak atas lanjutan beasiswa. Saat memasuki SMP hingga SMA, mereka gagal terdata dalam sistem Dapodik karena tak mampu menunjukkan buku tabungan PIP. Buku itu masih berada di sekolah dasar yang sudah mereka tinggalkan bertahun-tahun lalu.

Seorang wali murid mengaku anaknya hanya sekali menerima dana PIP senilai Rp 650 ribu. “Saat uang diserahkan, wali kelas—yang kini menjabat kepala sekolah—meminta buku tabungan disimpan di sekolah. Alasannya sepele: takut hilang,” katanya. Janji pengembalian itu, menurutnya, tak pernah ditepati. “Anak saya sudah SMA. Bukunya belum juga kembali.”

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan serupa datang dari wali murid lain. Polanya sama: buku tabungan dikumpulkan, disimpan, lalu lenyap dari genggaman pemilik sahnya—para siswa penerima bantuan negara.

Ketika dikonfirmasi via WhatsApp pada 31 Desember 2025, Kepala SD Swasta Alwasiliyah Seumadam, Masittah, S.Pd, dengan tegas membantah. Ia menyatakan pihak sekolah tidak pernah menyimpan buku tabungan PIP dan seluruhnya telah dikembalikan kepada wali murid bersamaan dengan penyerahan dana.

Baca Juga :  Pangdam IM Resmi Menutup Kegiatan TMMD Ke-119 TA 2024 di Wilayah Kodam Iskandar Muda.

Pernyataan itu runtuh hanya dalam hitungan hari.

Pada Senin, 12 Januari 2026, media mendatangi sekolah untuk konfirmasi langsung. Di ruang kepala sekolah, dua wali murid datang bersamaan—bukan untuk klarifikasi, melainkan untuk mengambil buku tabungan PIP yang masih ditahan pihak sekolah. Fakta di depan mata itu memaksa Masittah mengakui bahwa buku tabungan memang disimpan sekolah dan baru dikembalikan hari itu juga.

Keanehan belum berakhir. Salah satu buku tabungan yang dikembalikan kosong—tanpa satu pun catatan transaksi. Padahal, siswa disebut menerima dana beasiswa.

Beberapa jam kemudian, Masittah menghubungi media dengan versi berbeda. Ia berdalih pengelolaan buku tabungan PIP terjadi sebelum dirinya menjabat kepala sekolah. “Waktu itu kepala sekolahnya Pak Idris. Saya hanya guru kelas,” ujarnya.

Satu jam berselang, klarifikasi kembali berubah. Masittah menyebut salah satu alumni yang mengaku bukunya tertahan sebenarnya tidak terdaftar sebagai penerima PIP—klaim yang bertentangan dengan kesaksian wali murid dan fakta lapangan.

Media kemudian mengonfirmasi Idris, mantan Kepala SD Swasta Alwasiliyah Seumadam. Idris menyatakan sejak 2022 dirinya telah dipindahkan. Ia menyebut penggantinya saat itu adalah Sriani. Namun Idris mengakui praktik yang selama ini disangkal pihak sekolah.
“Dari saya masih guru sampai jadi kepala sekolah, memang buku tabungan siswa disimpan di sekolah. Itu sudah lama,” katanya singkat.

Baca Juga :  Relawan Cinta Aceh (RCA) di Aceh Tamiang Deklarasikan Bustami di 12 Kecamatan

Pernyataan itu membuka lubang yang lebih dalam. Jika buku tabungan disimpan di sekolah, mengapa ada rekening yang justru kosong tanpa catatan transaksi? Pertanyaan krusial pun muncul: dana PIP yang diterima siswa itu uang siapa dan disalurkan melalui mekanisme apa?
Bagaimana mungkin siswa menerima dana beasiswa, sementara rekening resmi atas nama mereka nihil aktivitas?
Apakah dana disalurkan di luar rekening penerima?
Apakah terjadi pengalihan bank penyalur dari Bank BSI ke Bank Aceh atau BRI tanpa sepengetahuan wali murid?

Hingga kini, tak satu pun pertanyaan itu dijawab tuntas.

Para wali murid menilai persoalan ini bukan lagi soal administrasi, melainkan dugaan penyimpangan serius atas dana bantuan pendidikan negara. Mereka mendesak Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Polres Aceh Tamiang, dan Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang segera turun tangan.
“Ini bukan salah anak-anak kami. Negara menjanjikan bantuan, tapi sekolah justru menjadi penghalang,” ujar seorang wali murid.

Di SD Alwasiliyah Seumadam, buku tabungan mungkin telah dikembalikan sebagian. Namun jejak uang negara dan tanggung jawab siapa yang mengelolanya, masih gelap. (SR)

Berita Terkait

Lumpur Mengeras: Dua Bulan Pascabanjir Aceh Tamiang Tanpa Pemulihan Nyata
Karna keterbatasan alat Korban Banjir Aceh Tamiang Keluhkan Lambatnya Pemulihan
PTPN IV Regional 6 Kebun Dan PKS Pulau Tiga Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bencana Puting Beliung Di Kecamatan Tamiang Hulu.
Mak Gawat,???. BPK – RI Temukan Sejumlah Kejanggalan Di 17 Paket Pekerjaan Dinas PUPR Aceh Tamiang.
Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, Resmi Lantik Armi Fahmi Dan Ismail SE, I Sebagai Bupati Dan Wakil Bupati Aceh Tamiang Periode 2025-2030, Semoga Amanah.
Diduga Menggelapkan Duit Dana Desa, Inspektorat Diminta Periksa Kades Buket Panyang Dua
Armia Fahmi Dan Ismail Resmi Ditetapkan Sebagai Bupati Dan Wakil Bupati Aceh Tamiang Dalam Sidang Paripurna DPRK
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadllon SH. Sepakat Pelantikan Gubernur Dan Wakil Gubernur Aceh Sesuai Jadwal.

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 18:10 WIB

‎Jaga Ketertiban dan Kelestarian Lingkungan, Babinsa Dampingi Verifikasi Kayu Jati

Senin, 25 Mei 2026 - 18:03 WIB

Dandim 1607/Sumbawa Terima Penyerahan Hewan Kurban dari PT AMNT

Senin, 25 Mei 2026 - 12:22 WIB

Ini Tanggapan Ketua Komisi II dan III DPRD Sumbawa Terkait Aksi Demonstrasi Aliansi LSM Menggugat PT Intam

Senin, 25 Mei 2026 - 12:04 WIB

Aliansi LSM Menggugat Kepung PT Intam dan DPRD Sumbawa, Ancam Blokade Jalan Jika Tuntutan Tak Digubris

Senin, 25 Mei 2026 - 10:21 WIB

Indonesia Diminta Keluar dari Board of Peace, Kritik Tajam terhadap Arah Diplomasi Pemerintah Menguat

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:11 WIB

Babinsa Pulau Bungin Bersama Tim Gabungan Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Hari Ketiga Pencarian

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:06 WIB

‎89 Warga Desa Songkar Terima Bantuan Pangan, Babinsa Turut Lakukan Pendampingan

Minggu, 24 Mei 2026 - 04:44 WIB

Cegah Gangguan Kamtibmas, Koramil Moyo Hulu Sasar Titik Rawan Secara Rutin

Berita Terbaru