Taruhan Sepuluh Tahun di Moro: Judi Togel Tak Tersentuh, Aparat Dalam Sorotan

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:02 WIB

50878 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARIMUN—Pekatnya aroma judi jenis Siji Singapore di Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, seolah menjadi borok yang dibiarkan membusuk selama satu dekade. Bisnis haram ini, yang berputar tiga kali seminggu—setiap Rabu, Sabtu, dan Minggu—sudah mengakar, diduga kuat karena “restu” senyap dari sebagian aparat penegak hukum setempat.

Jurnalisme investigatif yang kami lakukan baru-baru ini, Jumat, 27 September 2025, mendapati praktik penjualan nomor Siji Singapore berlangsung terbuka di warung-warung hingga rumah-rumah warga. Sebuah pemandangan yang tak lagi ganjil bagi masyarakat Moro.

Namun, yang lebih mencengangkan, praktik ini telah berlangsung setidaknya sepuluh tahun di bawah kendali seorang berinisial D.
Kekebalan Hukum Si Toke dan Kealpaan Polisi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepuluh tahun beroperasi tanpa pernah tersentuh hukum, D—sang pengelola—seakan menikmati kekebalan hukum yang tak lazim.

Durasi ini bukan sekadar menunjukkan kelemahan pengawasan, melainkan mengisyaratkan adanya koordinasi atau lebih jauh, pembiaran terstruktur oleh oknum-oknum di balik seragam penegak hukum di Moro dan Karimun.

Saat dikonfirmasi mengenai maraknya perjudian ini, Kapolsek Moro AKP Sukowibowo memberikan jawaban yang terkesan normatif dan meremehkan. “Selama ini tidak ada, nanti anggota cek ke lapangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Investasi Rp2,2 Miliar PT MSM dalam Pengelolaan Parkir Karimun Dipertanyakan, Janji Otomatisasi Tak Kunjung Terlihat

Namun, janji pengecekan itu hingga berita ini diturunkan tak berbuah realisasi. Janji tinggal janji, dan putaran nomor Siji Singapore terus berjalan.

Keheningan yang Menjawab
Respon yang sama sekali nihil datang dari level yang lebih tinggi.

Upaya kami mengonfirmasi langsung kepada Kapolres Karimun, AKBP Robby Topan Manusiwa. S.I.K., M.H., melalui pesan WhatsApp terkait fenomena ini tidak pernah dijawab—sebuah kealpaan komunikasi yang menimbulkan pertanyaan besar soal komitmen pemberantasan judi di wilayahnya.

Sikap diam ini, ditambah dengan janji Kapolsek yang menguap, seolah menjadi tanda tanya merah yang menyoroti kinerja kepolisian di lapangan. Mengapa bos judi yang terang-terangan beroperasi selama satu dekade bisa menjadi “tak terlihat” di mata aparat setempat?.

Tangan Kapolda Mulai Bergerak
Bola panas ini akhirnya bergulir ke tingkat provinsi. Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri), Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menjadi satu-satunya pihak yang memberikan respons tegas. Ketika kami konfirmasi pada Rabu, 1 Oktober 2025, melalui WhatsApp, Kapolda menjawab singkat, namun penuh penekanan, “Saya arahkan anak-anak Reskrim untuk cek pak.”

Baca Juga :  Cinta Berdarah di Karimun: Istri Siri Tewas di Tangan Suami Cemburu!

Respons cepat dari pucuk pimpinan kepolisian Kepri ini sontak menuai apresiasi dari masyarakat.

H, seorang warga Karimun yang kami temui, menyampaikan harapannya. “Sangat mengapresiasi tanggapan cepat Kapolda. Kami berharap instruksi ini bukan sekadar gertakan. Tangkap pelakunya agar Toke Siji di Moro yang sepertinya kebal hukum itu benar-benar tersentuh,” ujarnya.

Aksi Kapolda ini menjadi secercah harapan agar bisnis haram yang sudah merajalela di Moro ini segera dihentikan. Ini adalah ujian nyata bagi jajaran Reskrim Polda Kepri untuk membuktikan bahwa hukum tidak tumpul ke atas dan tajam ke bawah, dan bahwa kekebalan sepuluh tahun si bandar judi telah berakhir.

Masyarakat kini menanti, apakah perintah Kapolda akan benar-benar merobohkan kerajaan judi yang diselimuti silent blessing ini, ataukah hanya akan menjadi angin lalu di telinga aparat setempat. [SAJIRUN, S]

Berita Terkait

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu
APH di minta sikat rokok ilegal/ rokok tanpa pita cukai di tanjung batu.
Rokok Ilegal Diduga Kian Marak di Tanjung Batu, APH dan Bea Cukai Diminta Bongkar Jalur Distribusi hingga ke Akarnya
Rokok Tanpa Pita Cukai Diduga Marak di Tanjung Batu, Bea Cukai dan Aparat Diminta Telusuri Jalur Distribusi
“Dugaan Peredaran Ekstasi di Star Club Wiko Karimun Seolah Bebas, Aparat Dituntut Bertindak: Siapa yang Bertanggung Jawab?”
Dugaan peredaran narkoba jenis ekstasi  di Star club wiko semakin marak, di minta kapolda kepri  turunkan tim untuk memberantasnya.
Pertemuan di  rumah dinas bupati merupakan Tindak lanjut rapat dengar  pendapat umum ( RDPU ) bupati karimun dan dewan perwakilan daerah (DPD ) RI
Dugaan Peredaran Narkoba Jenis Pil Ekstasi Kembali Marak di Star Club Wiko

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hilir Perkuat Pembinaan Teritorial

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru

KARIMUN KEPRI

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu

Senin, 2 Nov 2026 - 09:32 WIB