Jejak Retak Proyek 8,8 Miliar BP Karimun: Aspal Tipis, Pejabat Pembungkam

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Jumat, 14 November 2025 - 07:39 WIB

50368 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun/Kepri – Belum kering benar aspal yang dihampar, keretakan sudah menjalari proyek miliaran rupiah di Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Karimun. Dalam hitungan hari, jalan yang baru dibangun dari depan kantor Camat Meral menuju komplek perkantoran Bupati Karimun sudah pecah-pecah.

Publik mencium aroma tak sedap: dugaan pengerjaan asal jadi dan kualitas aspal yang “disunat”.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di atas kertas, proyek ini tampak mentereng. Papan nama proyek mencantumkan paket pekerjaan: “Belanja Modal Pembangunan Sei Raya Meral ke Jalan Poros”. Nilai kontrak yang digelontorkan dari APBN 2025 pun tak main-main: Rp 8.876.985.000. Proyek ini dieksekusi oleh CV. Karimun Perkasa Raya sebagai kontraktor pelaksana, dan diawasi oleh CV. Armaco Konsultan.

Namun, ‘arsitektur’ pengawasan itu kini patut dipertanyakan. Fakta di lapangan menunjukkan hasil yang jauh panggang dari api.

Pantauan di lokasi mengungkap pemandangan yang ironis. Permukaan jalan yang seharusnya mulus kini dihiasi retakan-retakan prematur.

Ada dugaan kuat bahwa lapisan aspal yang dihampar terlalu tipis, jauh dari spesifikasi teknis yang seharusnya diwajibkan untuk proyek bernilai miliaran.

Kerusakan dini ini adalah indikator kuat adanya kegagalan konstruksi fundamental, yang diduga menjadi biang keladi antara lain akibat kualitas material di bawah standar, proses pemadatan yang tidak sempurna, dan lemahnya fungsi kontrol dari konsultan pengawas serta PPTK.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja GKPB Karimun Di Hadiri Sekretaris Umum Majelis Pusat.

Upaya mendapatkan penjelasan teknis mengenai kegagalan konstruksi ini menabrak dinding tebal. Agus Susanto, Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Muda dari Dinas PUPR yang ditempatkan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di BP Kawasan Karimun, memilih bungkam seribu bahasa.

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengenai penyebab pasti keretakan dan berapa spesifikasi ketebalan aspal yang seharusnya, Agus Susanto tidak memberi balasan.

Alih-alih mendapatkan jawaban, pejabat publik ini justru melakukan tindakan tak profesional:

memblokir nomor wartawan yang mengajukan pertanyaan.

Tindakan ini jelas mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas. Sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis proyek uang rakyat, Agus Susanto semestinya memberikan penjelasan, bukan lari dari tanggung jawab.

Sikap ini adalah bentuk arogansi dan upaya nyata menghalangi tugas jurnalistik yang berfungsi sebagai kontrol sosial dan dilindungi oleh Undang-Undang.

Keretakan di ruas jalan Meral-Kantor Bupati ternyata bukan anomali. Ini adalah sebuah pola. Laporan serupa muncul dari lokasi lain yang juga baru digarap oleh BP Kawasan Karimun. Ruas jalan di daerah Darusalam dilaporkan mengalami nasib serupa:

Baca Juga :  Aneh, Dengan KSOP Tbk Pelabuhan Tidak Berizin Dibiarkan Berjalan Terus, Ada Apa,???.

baru dibangun, sudah retak. Munculnya kerusakan di beberapa titik dengan pola yang identik menguatkan dugaan adanya masalah sistemik dalam pelaksanaan proyek infrastruktur di BP Karimimun, entah itu di level perencanaan, pelaksanaan, atau pengawasan.

Kondisi ini memantik reaksi keras dari masyarakat. H, salah seorang warga Karimun yang ditemui di seputaran Padimas, menyuarakan kegusarannya.

“Persoalan seperti ini harus diusut tuntas. Ini mempergunakan uang rakyat, uang kita semua, dan ini untuk kepentingan umum,” tegasnya.

Menurutnya, aparat penegak hukum, baik kejaksaan maupun kepolisian, harus segera turun tangan menginvestigasi proyek ini. “Kalau baru hitungan hari sudah hancur begini, jelas ada yang tidak beres.

Siapa yang bermain? Harus diperiksa semua, dari kontraktor, pengawas, sampai pejabat BP Kawasan-nya,” lanjut H.

Proyek Rp 8,8 miliar ini kini terhampar dengan cacat bawaan. Pertanyaannya, siapa yang akan bertanggung jawab atas aspal yang retak dan transparansi yang ikut terblokir ini?. [SAJIRUN, S]

Berita Terkait

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu
APH di minta sikat rokok ilegal/ rokok tanpa pita cukai di tanjung batu.
Rokok Ilegal Diduga Kian Marak di Tanjung Batu, APH dan Bea Cukai Diminta Bongkar Jalur Distribusi hingga ke Akarnya
Rokok Tanpa Pita Cukai Diduga Marak di Tanjung Batu, Bea Cukai dan Aparat Diminta Telusuri Jalur Distribusi
“Dugaan Peredaran Ekstasi di Star Club Wiko Karimun Seolah Bebas, Aparat Dituntut Bertindak: Siapa yang Bertanggung Jawab?”
Dugaan peredaran narkoba jenis ekstasi  di Star club wiko semakin marak, di minta kapolda kepri  turunkan tim untuk memberantasnya.
Pertemuan di  rumah dinas bupati merupakan Tindak lanjut rapat dengar  pendapat umum ( RDPU ) bupati karimun dan dewan perwakilan daerah (DPD ) RI
Dugaan Peredaran Narkoba Jenis Pil Ekstasi Kembali Marak di Star Club Wiko

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hilir Perkuat Pembinaan Teritorial

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru

KARIMUN KEPRI

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu

Senin, 2 Nov 2026 - 09:32 WIB