Home / NTB

Lambannya Proses Hukum Di Polres Sumbawa. Suami Nekat Serang Pria yang Diduga Memperkosa Istrinya

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 18 Februari 2025 - 17:23 WIB

50873 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar|NTB – Seorang Pria berinisial RS (21), warga Dusun Kapassari, Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, melakukan penyerangan terhadap RD (20) dengan sebilah parang pada Minggu (16/2/2025) sekitar pukul 13.50 WITA. Kejadian ini diduga bermula dari rasa kecewa pelaku terhadap penanganan laporan kasus istrinya oleh Unit PPA Polres Sumbawa.

Menurut keterangan salah satu saksi, insiden ini berawal dari laporan yang dibuat oleh istri RS terkait dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh RD. Namun, sejak laporan tersebut laporkan pada Kamis (16/1/25), terlapor masih berstatus sebagai terduga dan belum mengalami proses hukum lebih lanjut. Kekecewaan terhadap lambannya penanganan kasus ini diduga memicu emosi RS hingga melakukan tindakan penyerangan.

“Setahu saya, kasus ini memang sudah dilaporkan, tetapi belum ada tindak lanjut yang jelas dari kepolisian. Mungkin karena merasa tidak puas dengan proses hukum yang berjalan lambat, akhirnya RS gelap mata dan melakukan hal yang tidak diinginkan,” Ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Pada saat kejadian, korban RD sedang membeli rokok di warung milik Fitriani. Setelah keluar dari warung, RD tiba-tiba diserang oleh RS. Awalnya, keduanya sempat berkelahi dengan tangan kosong sebelum RS mengeluarkan parang dan membacok korban.

“Saya sempat melihat RS menyerang RD dengan tangan kosong, tapi kemudian dia mengeluarkan parang. RD jatuh, lalu RS membacoknya. RD sempat lari sekitar 15 meter, tapi masih dikejar dan kembali dibacok dari belakang sebanyak dua kali,” jelas saksi mata.

Saat itu, beberapa warga mencoba melerai, termasuk seorang saksi yang berhasil menahan tangan RS yang memegang parang, sehingga korban bisa melarikan diri ke rumah seorang warga bernama Yuli untuk menyelamatkan diri. Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke RSUP Sumbawa untuk mendapatkan perawatan medis.

Dalam perjalanan menuju Polsek Moyo Hilir, RS mengakui bahwa ia merasa sangat kecewa dengan lambannya penanganan laporan kasus istrinya. “RS kesal karena laporannya belum diproses sampai sekarang. Setiap minggu RS menanyakan perkembangan kasus ini, tapi hanya disuruh menunggu. RS merasa tidak ada kejelasan, makanya RS gelap mata,” ujar saksi mata saat di TKP.

Baca Juga :  ‎Babinsa Koramil 1607-01/Sumbawa Bersama Polres Sumbawa Pantau Arus Mudik di Pos Jam Gadang

Menurut informasi yang beredar, RS kerap mendatangi Polres Sumbawa setiap Kamis untuk menanyakan perkembangan kasusnya. Namun, hingga insiden penyerangan terjadi, ia belum mendapatkan kepastian hukum terkait laporan yang diajukannya.

Setelah kejadian, RS diamankan dan langsung dibawa ke Polres Sumbawa untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, keluarga korban RD dilaporkan telah membuat laporan resmi ke Polres Sumbawa terkait insiden penyerangan ini.

Kejadian ini memicu pertanyaan dari masyarakat terkait kinerja aparat kepolisian dalam menangani laporan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kasus kekerasan seksual. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus pemerkosaan yang menjadi pemicu insiden penyerangan tersebut.

Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat lebih responsif dalam menangani setiap laporan, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Sementara itu, pihak keluarga korban dan pelaku masih menunggu proses hukum yang akan dijalankan oleh kepolisian. [AF]

Berita Terkait

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!
Sumbawa kehilangan peluang 2.500 hektare cetak sawah baru, Roni Pasarani sentil kinerja Dinas Pertanian!
Mengharukan! 15 Penghafal Al-Qur’an Diwisuda di Ponpes Lembaga Deeniyat Sumbawa, Tangis Bahagia Orang Tua Pecah
BRI Sumbawa Kembali Didemo GEMPAR NTB Desak Transparansi KUR, Pimpinan Cabang Jadi Sorotan
BRI Sumbawa Digeruduk GEMPAR NTB! Tuntutan KUR Belum Tuntas, Rudini Ancam Aksi Berkelanjutan
OLAH TKP Kasus Dugaan Penganiayaan dan Pengerusakan di Serading Dipertanyakan! Kuasa Hukum Pelapor Sebut Police Line Tak Ada, Aliansi LSM Ancam Demo Pekan Depan
Dugaan Penganiayaan dan Pengerusakan di Serading Disorot, Aliansi LSM Minta Polres Sumbawa Bertindak Tegas!
Gabungan Intel Kodim 1607/Sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Pengedar Sabu Di Lape, Empat Orang Diamankan 

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru