Sumbawa, oposisinews86.com, (24 Oktober 2026),-Baru baru ini Bea cukai Mataram berhasil mengamankan sedikitnya lima kilogram emas batangan diduga ilegal.
Petugas Bea Cukai Mataram menggagalkan upaya penyelundupan emas batangan senilai Rp 12,4 miliar di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Sabtu (3/10/2026).
Emas tersebut rencananya akan dibawa ke Hong Kong oleh seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Manado berinisial CGS.
Kepala Kantor Bea Cukai Mataram, Zaeni Rokhman, mengatakan CGS diamankan di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional Lombok. Selain CGS, seorang pria warga negara China berinisial ZY juga turut diamankan.
Kejaksaan Tinggi NTB pun, angkat bicara. Korps adiyaksa tersebut meminta Bea cukai mendalami dugaan tindak pidana dalam upaya penyelundupan tersebut.
Perendaman Emas Asal KSB di Curigai Sumber Emas Ilegal Bea Cukai
Sementara itu, sejumlah aktivis lingkungan di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat mencurigai, maraknya aktivitas perendaman ilegal di sejumlah titik kabupaten Sumbawa Barat menjadi sumber munculnya Emas ilegal yang ditangkap Bea cukai.
Di Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Sumbawa Barat, aktivitas perendaman Emas ilegal milik WNA China, Mr. Young, kerap beroperasi hingga kini. Aktivitas perendaman menggunakan bahan kimia, Mercury dan Arsenik kerap menghasilkan Emas murni berkualitas tinggi.
Tidak hanya disitu, perendaman Emas WNA China yang di back up warga lokal, JM, juga masih beraktivitas di wilayah Desa Korkarlian, Kecamatan Poto Tano.
“Selain Bea cukai, mabes polri juga harus turun tangan menindak tegas penyelundupan sumber daya alam mineral yang merugikan negara. Polri diminta turunkan timsus ke Sumbawa Barat guna menyelidiki dan menutup aktifitas itu,”kata, Ketua Aliansi Masyarakat Mengugat (ALARM) NTB, Lalu Hizzi, di Mataram, waktu setempat.
Aktivitas dan pemerhati Sumbawa Barat lainnya mendesak, otoritas Polda NTB bersikap dan menerjunkan tim gabungan tim tindak pidana tertentu Direskrimsus ke Sumbawa Barat serta gabungan dari Kementerian ESDM dan LHK RI.
“Aktivitas mereka terkesan dilindungi aparat. Di back up jaringan besar, ” demikian, Sumber anonim media. (Fr)


































