Gayo Lues|Oposisi News 86 – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui program ketahanan keluarga anti narkoba dengan melibatkan orang tua dan anak sebagai bagian penting dalam membangun lingkungan keluarga yang aman, harmonis, serta mampu melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
Kegiatan intervensi pelaksanaan program ketahanan keluarga anti narkoba tersebut dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Kantor Penghulu Kampung Sangir Bersinar, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Kegiatan ini diikuti 20 peserta yang terdiri atas 10 orang tua dan 10 anak, dengan menghadirkan narasumber dari instansi pemerintah daerah untuk memberikan pemahaman mengenai penguatan keluarga dan pengelolaan stres.

Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., M.Si., melalui Ketua Tim Pencegahan (Katim Cegah), Putri Syintia Utami, menyampaikan bahwa persoalan narkoba tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum dan keamanan, tetapi juga menyangkut kesehatan, pendidikan, masa depan generasi muda, serta keharmonisan dalam keluarga.
Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan menjadikan keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai positif kepada anak.
Menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, keluarga mempunyai peran strategis dalam membangun daya tahan anak terhadap berbagai pengaruh negatif. Perhatian orang tua, komunikasi yang terbuka, keteladanan, kepedulian, serta hubungan emosional yang baik menjadi unsur penting dalam membantu anak menghadapi persoalan dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Penguatan ketahanan keluarga dinilai tidak cukup hanya melalui pemberian nasihat atau larangan kepada anak. Orang tua juga perlu memiliki kemampuan mendengarkan, memahami kondisi anak, mengenali perubahan perilaku, serta membangun komunikasi yang membuat anak merasa nyaman untuk menyampaikan persoalan yang dihadapinya.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mencegah anak mencari perhatian, penerimaan, maupun tempat bercerita di lingkungan yang berpotensi memberikan pengaruh negatif.
Melalui program ini, BNNK Gayo Lues berupaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian orang tua serta anak dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba. Keterlibatan kedua kelompok tersebut menjadi bagian penting karena pencegahan membutuhkan kerja sama, bukan hanya tanggung jawab orang tua, melainkan juga partisipasi anak dalam memahami risiko dan berani mengambil sikap terhadap ajakan yang dapat membahayakan dirinya.
Dalam penyampaian materi dan pesan pencegahan, Katim Cegah BNNK Gayo Lues mengajak para orang tua untuk lebih mengenali aktivitas anak, memberikan perhatian terhadap pergaulan mereka, serta membangun komunikasi tanpa menghakimi.
Anak perlu diberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba sejak dini, termasuk keberanian untuk menolak tawaran atau ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika.
Orang tua juga diharapkan mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari dengan menciptakan suasana rumah yang aman, terbuka, dan penuh kasih sayang. Lingkungan keluarga yang mendukung dapat membantu anak mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan mengendalikan emosi, serta keberanian untuk meminta pertolongan ketika menghadapi masalah.
Pesan penting yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah menjadikan rumah sebagai tempat pertama bagi anak untuk merasa aman, dihargai, didengarkan, dan memperoleh perhatian. Dengan demikian, hubungan yang sehat antara orang tua dan anak diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam membangun ketahanan keluarga terhadap ancaman narkoba.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dua narasumber yang berasal dari instansi pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Gayo Lues, drh. Ibnu Hafit, menyampaikan materi berjudul “Memahami Diri dalam Menangani Stres pada Kelompok Orang Tua”.
Materi tersebut mengangkat pentingnya pemahaman diri dalam menghadapi tekanan atau stres yang dapat muncul dalam kehidupan keluarga. Kemampuan mengenali kondisi emosional dan mengelola tekanan secara tepat merupakan bagian penting bagi orang tua dalam menjalankan peran pengasuhan, menjaga hubungan dengan anak, serta menciptakan suasana rumah yang kondusif.
Pengelolaan stres menjadi perhatian karena tekanan yang tidak ditangani dengan baik dapat memengaruhi cara seseorang berkomunikasi dan merespons persoalan. Dengan meningkatkan kesadaran terhadap kondisi diri, orang tua diharapkan mampu menghadapi permasalahan secara lebih tenang, membangun komunikasi yang sehat, dan mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi kesulitan dalam mendampingi anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Gayo Lues, Dr. Sartika Maya Sari, S.STP., M.A., memberikan materi berjudul “Menangani Stres pada Kelompok Anak”. Materi ini menitikberatkan pada pentingnya memahami kondisi emosional anak serta memberikan dukungan yang sesuai agar mereka mampu menghadapi tekanan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman terhadap stres pada anak menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun ketahanan keluarga. Anak membutuhkan ruang untuk mengungkapkan perasaan, menyampaikan kesulitan, dan memperoleh pendampingan yang tepat dari orang tua maupun lingkungan terdekatnya. Pendekatan yang mengedepankan perhatian dan komunikasi diharapkan membantu anak mengembangkan kemampuan menghadapi masalah secara sehat.
Kehadiran kedua narasumber tersebut memperkuat pendekatan lintas sektor dalam pelaksanaan program ketahanan keluarga anti narkoba. Pencegahan tidak hanya diarahkan pada penyampaian informasi mengenai bahaya narkotika, tetapi juga pada penguatan kemampuan keluarga dalam mengelola persoalan, membangun hubungan yang sehat, dan memberikan dukungan kepada anak.
Sinergi antara BNNK Gayo Lues dan perangkat pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mendorong upaya pencegahan yang menyentuh kehidupan keluarga secara langsung. Melalui kegiatan seperti ini, orang tua diharapkan semakin memahami perannya dalam mendampingi anak, sedangkan anak memperoleh bekal untuk mengenali risiko, mengelola tekanan, serta mengambil keputusan yang lebih baik ketika menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan sekitar.
Pelaksanaan kegiatan di Kampung Sangir Bersinar, Kecamatan Dabun Gelang, juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang memiliki kepedulian terhadap pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Keluarga yang memiliki komunikasi baik dan kepedulian terhadap perkembangan anak diharapkan dapat berperan sebagai benteng awal dalam membangun generasi yang sehat, tangguh, dan berkarakter.
Melalui program ketahanan keluarga anti narkoba, BNNK Gayo Lues mendorong agar pesan pencegahan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Perhatian terhadap anak, komunikasi yang terbuka, pengelolaan stres, serta keberanian menolak narkoba merupakan langkah yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga.
Upaya tersebut membutuhkan kesinambungan dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari orang tua, anak, pemerintah kampung, lembaga pendidikan, hingga instansi terkait. Dengan kerja sama yang baik, keluarga diharapkan semakin mampu menjalankan perannya dalam melindungi anak dari risiko penyalahgunaan narkoba sekaligus membangun lingkungan masyarakat yang lebih peduli terhadap masa depan generasi muda.
Pencegahan narkoba pada akhirnya bukan hanya tentang menjauhkan anak dari zat berbahaya, melainkan juga tentang memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang memberikan perhatian, pemahaman, perlindungan, dan kesempatan untuk berkembang secara positif.
Penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung terwujudnya Gayo Lues Bersinar, yaitu Gayo Lues yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. []




































