Diduga Gunakan Ijazah Bermasalah, Salah Satu Calon Kades Sepukur Disorot Warga; Panitia 9 Pastikan Telusuri Keabsahan ke Dikbud

REDAKSI NTB

- Redaksi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:35 WIB

50217 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa BesarNTB, oposisinews86.com, (4 Juli 2026) – Proses pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sepukur, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, diwarnai isu serius. Salah seorang dari tiga calon kepala desa (Kades) disebut-sebut diduga menggunakan ijazah yang keabsahannya dipertanyakan. Dugaan tersebut mencuat berdasarkan keterangan sejumlah narasumber anonim yang ditemui media ini, Jumat (3/7/2026).

‎Salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa dugaan tersebut berawal dari hasil penelusuran terhadap dokumen administrasi calon yang bersangkutan.

‎Menurutnya, ijazah yang digunakan diduga tidak terdata dalam sistem PKBM maupun Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada lembaga pendidikan yang disebutkan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎”Pertama, ijazahnya diduga tidak terdaftar di BKBM Taruna Balong Dua maupun Dapodik pada SMA. Kami mempertanyakan keabsahannya. Namun untuk memastikan sah atau tidaknya dokumen administrasi itu bukan ranah kami, melainkan kewenangan Panitia Pemilihan atau Tim 9,” ujar sumber tersebut.

‎Sumber itu menambahkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, Panitia 9 berencana mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa pada Senin mendatang untuk meminta klarifikasi langsung mengenai keabsahan dokumen yang dipersoalkan. Menurutnya, meskipun ijazah tersebut telah dilegalisasi, Panitia 9 disebut masih meragukan keasliannya sehingga memilih melakukan verifikasi langsung kepada instansi yang berwenang.

‎Informasi tersebut dibenarkan oleh salah seorang anggota Panitia 9 Pilkades Desa Sepukur. Saat dikonfirmasi wartawan media ini melalui pesan WhatsApp, ia menyampaikan bahwa pihaknya memang akan mendatangi Dikbud Kabupaten Sumbawa untuk memastikan langsung keabsahan dokumen administrasi salah satu calon kepala desa.

‎”Insya Allah hari Senin kami ke Dikbud mau telusuri keabsahannya, Pak. Meskipun sudah dilegalisir, kami tetap ingin memastikan langsung. Justru ada komunikasi seperti ini dengan Bapak, kami sangat bangga. Supaya kami lebih berhati-hati, Pak,” tulis salah seorang anggota Panitia 9 melalui pesan WhatsApp kepada wartawan media ini, (4/7).

Baca Juga :  TPA Overload, DLH Sumbawa Siapkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan

‎Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Panitia 9 berkomitmen melakukan verifikasi secara langsung kepada instansi yang berwenang guna memastikan seluruh persyaratan administrasi calon kepala desa telah memenuhi ketentuan yang berlaku sebelum tahapan Pilkades berlanjut.

‎Tak hanya itu, sumber tersebut juga mengungkapkan adanya dugaan ketidaksesuaian identitas pada dokumen pendidikan dasar.

‎Ia menyebut nama yang tercantum dalam ijazah SD berbeda dengan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan. Selain itu, terdapat informasi bahwa yang bersangkutan pernah mencoba mengikuti pendidikan Paket B di SMA Taruna Balong Dua yang berlokasi di Desa Tengke, Kecamatan Moyo Utara, namun disebut tidak dapat diproses karena adanya ketidaksesuaian data.

‎”Kami hanya ingin memastikan keabsahan ijazah yang bersangkutan. Banyak masyarakat di desa ini yang berpendidikan tinggi sehingga berharap dipimpin oleh seseorang yang benar-benar memenuhi seluruh persyaratan administrasi. Jangan sampai muncul persoalan hukum di kemudian hari,” kata sumber tersebut.

‎Sumber anonim tersebut juga mengingatkan agar Panitia 9 sebagai penyelenggara tahapan pemilihan lebih cermat dan selektif dalam melakukan verifikasi terhadap seluruh berkas persyaratan administrasi setiap bakal calon kepala desa.

‎Menurutnya, seluruh dokumen yang menjadi syarat pencalonan harus dipastikan keabsahannya sejak awal agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Baca Juga :  Ketua DPP FPPK-PS: Jangan Jadikan PPDB Ajang Komersialisasi, Sekolah Dilarang Jual Seragam dan Peralatan

‎”Panitia 9 harus lebih selektif dalam menerima dan memverifikasi berkas persyaratan masing-masing calon kepala desa. Jangan sampai setelah salah satu calon atau calon terpilih ternyata persyaratan administrasinya bermasalah, maka tidak menutup kemungkinan persoalan tersebut dapat berujung pada masalah hukum. Karena itu, kami berharap seluruh proses verifikasi dilakukan secara teliti, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

‎Keterangan senada juga disampaikan narasumber lain yang juga meminta identitasnya dirahasiakan.

‎Menurutnya, persoalan ini sebaiknya diklarifikasi langsung kepada pejabat teknis di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, mulai dari bidang SD, SMP hingga SMA.

‎Ia bahkan mengingatkan agar Panitia 9 tidak mengulangi pengalaman kasus serupa yang pernah terjadi pada pelaksanaan Pilkades sebelumnya.

‎”Kalau memang ada persoalan administrasi, sebaiknya diselesaikan sejak awal sebelum tahapan berlanjut. Jangan sampai setelah calon terpilih baru muncul persoalan hukum yang akhirnya merugikan semua pihak, termasuk calon itu sendiri,” ujarnya.

‎Masyarakat berharap seluruh proses verifikasi administrasi dilakukan secara terbuka, profesional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga pelaksanaan Pilkades berlangsung jujur, adil, dan menghasilkan pemimpin yang memenuhi seluruh persyaratan hukum.

‎Hingga berita ini diterbitkan, wartawan media ini masih terus mengupayakan konfirmasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Camat Lantung, serta calon kepala desa yang disebut dalam informasi tersebut guna memperoleh penjelasan dan memastikan keberimbangan pemberitaan. Media ini juga membuka ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang disebutkan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Af)

Berita Terkait

Meski Hadir Usai Acara Berlangsung, Kehadiran Kasat Lantas Polres Sumbawa Tetap Menjadi Kehormatan Besar bagi Keluarga Mempelai
Satlantas Polres Sumbawa Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas, Kapolres Bekali Pengemudi Ojek Online dengan Pelatihan PPGD dan Salurkan Bansos
‎Bupati Sumbawa Hentikan Tambang Emas Ilegal di Lantung, Green Bulaeng Desak Polisi Pasang Police Line dan Usut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi
‎ ‎Sinergi Babinsa dan Pemerintah Desa Sampe Siapkan Perayaan HUT ke-81 RI ‎
Bupati Sumbawa Bersama Forkopimda Sidak Tambang Rakyat di Lantung, Tegaskan Tak Ada Lagi Aktivitas Tanpa Legalitas
Dituduh Tanpa Bukti Terkait Narkoba, IRT Klaim Diintimidasi Kades Kukin, Polisi Sebut Informasi Masih Sebatas Isu
Nomor Admin Di-Hack, Panca Sari Tours & Travel Imbau Pelanggan Sumbawa–Mataram Jangan Lagi Hubungi Nomor Lama
PEMBERITAHUAN RESMI Kepada Seluruh Pengguna Jasa Panca Sari Tours & Travel di Kabupaten Sumbawa dan Sekitarnya

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:05 WIB

‎Gotong Royong Bersihkan Pantai Ai Limung, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat ‎

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:38 WIB

Perkuat Pelayanan Air Bersih, Dandim 1607/Sumbawa Dukung Kebijakan Penyesuaian Tarif Perumda Batulanteh

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:05 WIB

Tim Inafis Turun Tangan Usai Penemuan ABK Meninggal di Perairan Gilimas

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:05 WIB

Kodim 1607/Sumbawa Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Penyiapan Satuan Perbantuan Triwulan II TA 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:53 WIB

Kasdim 1607/Sumbawa: Data Akurat Kunci Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Nasional

Senin, 29 Juni 2026 - 16:58 WIB

‎Kebersamaan TNI dan Rakyat Terwujud dalam Pembangunan Masjid Baiturrahman

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:53 WIB

Anggota Posramil 02/Plampang Gelar Patroli Malam Demi Jaga Keamanan Wilayah

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:54 WIB

Cegah Gangguan Sejak Dini, Patroli Rutin TNI Disambut Positif Masyarakat

Berita Terbaru