Polres Sumbawa Dinilai Lamban Tangani Kasus Curanmor Hampir Setahun Tanpa Kepastian

REDAKSI NTB

- Redaksi

Minggu, 5 April 2026 - 19:22 WIB

50225 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar|NTB, oposisinews86.com, (5 April 2026),– Penanganan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polres Sumbawa kembali menjadi sorotan tajam. Hampir satu tahun sejak laporan resmi dilayangkan, kasus yang menimpa Rikardus Wagur belum menunjukkan perkembangan berarti. Kekecewaan korban pun memuncak, menyebut laporannya seolah “mati suri” di meja penyidik.

‎Peristiwa pencurian itu terjadi pada Minggu dini hari, 22 Juni 2025, sekitar pukul 03.00 WITA. Sepeda motor milik korban, Honda Supra X 125 berwarna hitam merah dengan nomor polisi EA 3215 AB, hilang saat terparkir di sebuah rumah kos di wilayah Kebayan, Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa.

‎Tanpa menunda waktu, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sumbawa pada hari yang sama. Namun, memasuki bulan ke-10 sejak laporan dibuat, belum ada titik terang maupun informasi signifikan terkait perkembangan penyelidikan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎“Saya sudah memberikan semua keterangan yang dibutuhkan, bahkan rutin menanyakan perkembangan kasus. Tapi jawabannya selalu sama, ‘sedang dilidik’. Ini sudah hampir setahun, dan saya belum mendapatkan informasi lanjutan sama sekali,” ujar Rikardus pada media ini dengan nada kecewa, Jumat (3/4/2026).

Baca Juga :  Kasdim 1607/Sumbawa: Car Free Night Jadi Wadah Kebersamaan dan Kreativitas
                       Bukti Laporan Polisi

‎Rikardus yang juga merupakan mantan ketua umum organisasi Daerah paguyuban Himpunan Mahasiswa NTT (HIPMAN) Sumbawa, menilai penanganan kasusnya berjalan di tempat. Ia mengaku harus terus “menjemput bola” hanya untuk mendapatkan jawaban normatif tanpa kepastian. Bahkan, upaya komunikasi melalui pesan WhatsApp kepada penyidik kerap tidak mendapatkan respons.

‎Sejumlah catatan kritis pun disampaikan korban terhadap kinerja penyidik:

‎Minim Transparansi: Hingga kini korban tidak menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) secara proaktif.

‎Komunikasi Pasif: Informasi hanya diberikan jika korban aktif bertanya, tanpa inisiatif dari pihak penyidik.

‎Keadilan Dipertanyakan: Lambannya penanganan memunculkan kesan bahwa laporan masyarakat kecil tidak menjadi prioritas.

‎Kondisi ini memicu kekhawatiran akan menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, khususnya dalam penanganan kasus-kasus yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

‎Dalam pernyataannya, Rikardus mendesak adanya pembenahan serius di tubuh Polres Sumbawa. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Polsek Sumbawa Dinilai Lamban, Warga Btn Green Hill Di Teror Orang Tak Dikenal

‎“Saya berharap ini menjadi momentum evaluasi. Jangan sampai ada laporan masyarakat yang dibiarkan mangkrak tanpa kejelasan. Semua warga punya hak yang sama di mata hukum,” tegasnya.

‎Ia juga mendorong diterapkannya sistem pengawasan laporan yang lebih ketat, peningkatan responsivitas aparat, serta transparansi dalam penyampaian perkembangan kasus kepada korban.

‎Sementara itu, saat dikonfirmasi wartawan media ini, jum’at (3/4), salah satu penyidik reskrim Polres Sumbawa menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi internal.

‎“Sudah dulu saya koordinasi sama anggota opsnal pas ada postingan foto motor itu, tapi belum ada kabar. Bisa saya lihat dulu draf beritanya sebelum dinaikkan,” ungkapnya singkat.

‎Pernyataan tersebut dinilai belum menjawab substansi persoalan terkait lambannya progres penanganan kasus. Kasus ini kini menjadi “rapor merah” yang menuntut perhatian serius dari Kapolres Sumbawa. Pembenahan dinilai mendesak guna memastikan keadilan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat. (Fr)

Berita Terkait

Baru 2 Minggu Menjabat, Kasat Reskrim Polres Sumbawa Bongkar Mafia LPG Oplosan
Dandim 1607/Sumbawa: Pembangunan Jembatan Garuda Wujud Nyata Kepedulian TNI untuk Rakyat
Malam Hari Tetap Siaga, Koramil Alas Perkuat Pengamanan Lingkungan
‎Rapat Swasembada Pangan di Lebin, Babinsa Tunjukkan Komitmen Pendampingan Petani
‎Koramil 1607-09/Utan Dukung Penuh Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu
Satlantas Polres Sumbawa Konsisten Razia, Kenalpot Brong Terus Dijaring
Sisir Titik Rawan, Koramil Empang Perkuat Keamanan Wilayah
Transparan dan Aman, Babinsa Alas Pastikan Pembayaran Gabah Tepat Sasaran

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:01 WIB

Baru 2 Minggu Menjabat, Kasat Reskrim Polres Sumbawa Bongkar Mafia LPG Oplosan

Kamis, 16 April 2026 - 20:32 WIB

Dandim 1607/Sumbawa: Pembangunan Jembatan Garuda Wujud Nyata Kepedulian TNI untuk Rakyat

Kamis, 16 April 2026 - 20:19 WIB

Malam Hari Tetap Siaga, Koramil Alas Perkuat Pengamanan Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 - 20:00 WIB

‎Rapat Swasembada Pangan di Lebin, Babinsa Tunjukkan Komitmen Pendampingan Petani

Kamis, 16 April 2026 - 11:18 WIB

Satlantas Polres Sumbawa Konsisten Razia, Kenalpot Brong Terus Dijaring

Rabu, 15 April 2026 - 19:58 WIB

Sisir Titik Rawan, Koramil Empang Perkuat Keamanan Wilayah

Rabu, 15 April 2026 - 19:51 WIB

Transparan dan Aman, Babinsa Alas Pastikan Pembayaran Gabah Tepat Sasaran

Rabu, 15 April 2026 - 19:44 WIB

‎Sinergi Kuat di Moyo Hilir, Tata Tanam MK I 2026 Siap Dilaksanakan ‎

Berita Terbaru