Wakil Ketua LPRI Angkat Bicara: “Bea Cukai Sumbawa Harus Akui Kesalahan—Jika Tidak, Kami Turun ke Aksi!”

REDAKSI NTB

- Redaksi

Kamis, 27 November 2025 - 11:21 WIB

50256 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar, oposisinews86.com, (27 November  2025),— Suhu tensi kritik terhadap kinerja Bea Cukai Pulau Sumbawa kembali memuncak. Wakil Ketua Lembaga Pengawas Reformasi Indonesia (LPRI) Kabupaten Sumbawa, Rifaldi, akhirnya angkat bicara keras pada Kamis (27/11/2025) pagi.

Menanggapi pernyataan resmi Bea Cukai yang membantah dugaan intimidasi, ancaman, hingga tawar-menawar denda terhadap seorang warga Labuan Badas berinisial AS.

Dalam wawancara eksklusif dengan oposisinews86.com, Rifaldi menyebut pernyataan Bea Cukai Sumbawa sebagai bentuk penyangkalan sistematis yang dapat dikategorikan sebagai upaya menutupi kesalahan institusi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sangat menyayangkan pernyataan sikap Bea Cukai Pulau Sumbawa. Mereka tidak mau mengakui perbuatannya. Ini sudah keterlaluan,” tegas Rifaldi membuka komentarnya.

Ia menilai, bantahan Bea Cukai bahwa tidak ada intimidasi terhadap AS tidak masuk akal, mengingat kronologi kejadian yang disampaikan korban sangat rinci, konsisten, dan diperkuat alur tindakan pada hari razia gabungan, Kamis 20 November 2025.

“Logikanya sederhana, apa untungnya AS berbohong? Ia tidak mendapatkan apa-apa dari cerita ini. Bahkan beberapa rokok yang bercukai resmi pun ikut diambil saat razia. Jadi di mana letak kesalahannya?” ujar Rifaldi.

Baca Juga :  Tokoh Sumbawa Minta APH Tak Kriminalisasi UMKM Terkait Cukai Ilegal

Rifaldi juga menyoroti fakta bahwa AS diinterogasi sendirian oleh seorang oknum Bea Cukai berinisial R, kemudian dibawa lagi ke ruangan lain oleh oknum lain berinisial A.

“Ini sudah jelas pola intimidasi. Tidak ada saksi, tidak ada pendamping.

Lalu mereka sekarang bilang tidak melakukan apa-apa? Janganlah memperbodoh publik,” tegasnya.

Rifaldi menilai Bea Cukai justru membangun narasi seolah mereka bekerja profesional sesuai SOP, padahal di lapangan justru tercium aroma permainan.

“Jika mereka memang serius mau memberantas rokok ilegal, ayo! Kami dari LPRI siap kawal.Bahkan saya siap kasih bocoran siapa pemain sebenarnya di Sumbawa ini,” tantangnya.

Menurutnya, sangat tidak mungkin Bea Cukai tidak mengetahui jaringan peredaran rokok ilegal di wilayah Sumbawa.

“Yang bermain itu oknum-oknum tertentu. Jangan pura-pura tidak tahu,” tambahnya.

Bagian paling disorot dari pernyataan Rifaldi adalah soal uang AS yang mencapai Rp48 juta—uang bank yang baru dicairkan untuk membayar denda.

“Ini yang jadi pertanyaan besar. Kalau itu memang denda resmi, kenapa tidak disampaikan pada konferensi pers saat pengungkapan kasus? Dan apakah perlakuan terhadap AS sama dengan pelaku lain? Saya yakin tidak,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Kenal Waktu, Koramil 1607-07/Lunyuk Rutin Patroli Malam Wilayah Binaan

Rifaldi menegaskan bahwa tidak semua barang bukti rokok tanpa cukai itu milik AS, namun AS tetap dijadikan ‘sasaran’.

“Kalau yang mengalami kejadian ini adalah keluarga kalian sendiri, pasti kalian akan membela. Tapi karena ini masyarakat kecil, malah diperas dan ditakut-takuti,” tambahnya.

Rifaldi menutup pernyataannya dengan ancaman tegas. Jika Bea Cukai Sumbawa terus menutupi dugaan intimidasi dan tidak mengakui kesalahan, LPRI memastikan akan menggelar aksi besar.

“Saya tegaskan, jika Kepala Bea Cukai Pulau Sumbawa dan jajarannya masih terus berdalih, kami dari LPRI akan turun ke jalan. Kami akan bersatu dengan lembaga lain membentuk aliansi. Ini sudah serius,” tegasnya.

Menurut Rifaldi, perilaku aparat yang membantah tanpa evaluasi dan mempertontonkan kesan “selalu benar” adalah bentuk pembodohan publik.

“Intimidasi, ancaman, tawar-menawar—itu bukan SOP. Itu kejahatan. Dan jika ini dibiarkan, kami tidak akan tinggal diam,” pungkasnya. (Af)

Berita Terkait

Pimpin Panen Raya Jagung, Wakapolda NTB: Ini Dukungan Nyata Polri Sukseskan Program Pemerintah
‎Koramil Moyo Hilir Ajak Masyarakat Bersama-sama Jaga Keamanan Lingkungan
Gerak Cepat, Sat Polairud Polres Sumbawa Tangkap Terduga Pelaku Bom Ikan di Perairan Pulau Moyo
‎Dandim 1607/Sumbawa Ikuti Peresmian KDKMP Nasional Secara Virtual di Labuhan Burung
‎Pererat Komunikasi dan Kepedulian, Babinsa Ropang Hadir untuk Keamanan Masyarakat
Koramil 1607-07/Lunyuk Gelar Patroli Malam untuk Jaga Keamanan Wilayah
Personel Koramil 1607-12/Moyo Hilir Gelar Patroli Malam, Jaga Kondusifitas Wilayah
Patroli Humanis Koramil 1607-04/Alas, Warga Merasa Aman dan Nyaman

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:21 WIB

Huntara Korban Banjir Aceh Timur Tuai Kritik, Anggaran Dipertanyakan Setelah Bangunan Dinilai Tak Layak

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:45 WIB

Pelaku Pembunuhan Bocah 10 Tahun di Aceh Tenggara Ditangkap, Publik Desak Polisi Buka Motif dan Bongkar Seluruh Fakta

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:56 WIB

Jelang Idul Adha, Pemkab Aceh Utara Gempur Inflasi Lewat Pasar Murah di Geureudong Pase

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:48 WIB

Babinsa Koramil Geureudong Pase Kawal Operasi Pasar Murah, Pastikan Stabilitas dan Keamanan Warga

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:00 WIB

Baitul Mal Aceh Selatan Soroti Penolakan Klaim BPJS Ketenagakerjaan terhadap Mustahiq Meninggal Dunia

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:16 WIB

Reskrim Lhokseumawe Didorong Bergerak Cepat, Tekankan Profesionalisme dan Respons Aduan Warga

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:41 WIB

Podcast “Zakat Yang Memberdayakan”, Tekankan Kemandirian Umat

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:35 WIB

Jenazah Almarhum NURHAIDID Tiba di Kampung Halaman, Masyarakat Sampaikan Terima Kasih kepada Bupati Aceh Selatan dan BSB Malaysia

Berita Terbaru