Jejak Ganja Gayo Lues: Kurir Terjebak, Bandar Luput Ke Sumatera Utara.

REDAKSI

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 15:39 WIB

50605 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Narkoba Polres Gayo Lues,Iptu.Bambang Plis, SH. Saat memberi Keterangan kepada Wartawan Jum’at dini hari tadi.

Gayo Lues – Pengungkapan kasus narkotika terbesar dalam sejarah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menyisakan pertanyaan besar:

Pertanyaannya, mengapa bandar utama selalu lolos dari sergapan? Kepolisian setempat kini menyadari, jaringan pengedar ganja dari Bumi Seribu Bukit ini sudah beroperasi dengan skema yang terstruktur rapi, melintasi batas provinsi, dan berpusat di Sumatera Utara (Sumut).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tumpukan Ganja kering yang diamankan oleh Tim Satreskoba Polres Gayo Lues.

Strategi Lintas Wilayah Bandar yang Licin
Kepala Satuan Narkoba Polres Gayo Lues, Iptu Bambang Pelis SH, mengungkap benang merah di balik sulitnya menjerat otak pelaku.

Menurutnya, para bandar besar yang mengendalikan pasokan tidak berdomisili di Gayo Lues. “Bandarnya tidak tinggal di Gayo Lues. Mereka berasal dari wilayah Sumatera Utara,” ujar Bambang.

Modus operandi jaringan ini terbilang canggih dan terorganisir. Pola komunikasi yang ketat menjadi kunci kelicinan mereka. Kurir dan bandar berkomunikasi secara intensif—setiap 15 menit. Begitu kurir tertangkap, bandar langsung mendapat informasi dan memiliki jeda waktu yang cukup untuk melarikan diri.

Baca Juga :  Jajaran Polres Gayo Lues Gelar Ngopi Sinergitas TNI-Polri Bareng Menuju Gayo Lues Aman Dan Nyaman Dan Ini Pesan AKBP.Efrianza SIK

Tersangka kurir juga menggunakan kode-kode tertentu dalam bertransaksi. Hambatan terbesar lain yang dihadapi aparat adalah kecenderungan para kurir untuk langsung membuang ponselnya sesaat setelah ditangkap.

“Kami kesulitan melacak jaringan bandarnya karena tersangka langsung membuang ponselnya,” terang Bambang.
Operasi Jaring Laba-Laba: Strategi Baru Kepolisian

Untuk memutus rantai distribusi hingga ke akar-akarnya—yaitu bandar di luar Aceh—Polres Gayo Lues tengah menyusun strategi baru yang bersifat lintas wilayah.

“Ke depan kami merencanakan strategi lain dan salah satunya adalah menempatkan personel di wilayah Sumatera Utara,” kata Bambang.

Langkah ini dirancang agar saat kurir terungkap di Gayo Lues, tim personel di Sumut dapat langsung bergerak cepat menangkap bandarnya.

Strategi ini diharapkan dapat menutup celah waktu yang selama ini dimanfaatkan para bandar untuk kabur.

Catatan Fenomenal di Bumi Seribu Bukit
Meskipun menghadapi keterbatasan, Polres Gayo Lues mencatat tahun ini sebagai momentum penting dalam memerangi narkotika.

Baca Juga :  Personel Polsek Pining, Lakukan Pembersihan Masjid Baitul Amin Pining Dalam rangka Hari Bhayangkara ke 77.

Institusi ini mencatatkan pengungkapan kasus narkoba paling fenomenal sejak didirikan, membuktikan komitmen aparat meski bandar utama beroperasi dari luar daerah.

Rincian hasil operasi yang spektakuler itu mencakup:

– Pengungkapan 1,95 ton ganja siap edar melibatkan 22 tersangka.

– Penyitaan 2,7 kilogram sabu dari 30 tersangka.

– Pengamanan 28 butir ekstasi dengan 4 tersangka terlibat.

– Pemusnahan sekitar 60 hektare ladang ganja yang tersebar di empat kawasan pegunungan.

Seruan Dukungan Semesta
Bambang Pelis menegaskan, perang melawan narkoba bukan semata tanggung jawab kepolisian.

Ia menyerukan pentingnya dukungan penuh dari masyarakat dan Pemerintah daerah untuk memutus mata rantai peredaran hingga ke akar-akarnya.

“Perjuangan tidak akan berhenti hingga jaringan peredaran narkotika benar-benar lumpuh dan generasi muda terbebas dari ancaman kehancuran,” tutup Kasat Narkoba serta menggarisbawahi komitmennya pada perang suci melawan narkoba di Gayo Lues. [MK]

Berita Terkait

Harimau Sumatera Muncul Berulang di Blangpegayon, Warga Cemas dan Pertanyakan Kesiapan Mitigasi Satwa Liar
Apresiasi Institusi dan Dukungan Profesi, Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi dan Terima Penghargaan IDI
Residivis Pencurian Dibekuk di Blangkejeren, Polisi Tegaskan Penegakan Hukum dan Imbau Kewaspadaan Warga
Mantan Direktur RSUD di Gayo Lues, dr. Taufiq Ririansyah Tanjung, Wafat di Medan
Kunjungan Wamen Koperasi RI di Gayo Lues Tegaskan Percepatan Koperasi Desa sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Rakyat
Negara Hadir di Gayo Lues, Kunjungan Wakil Menteri Koperasi Tegaskan Arah Penguatan Koperasi dan UMKM Berbasis Desa
Pengukuhan Urang Tue Kampung Porang Periode 2025–2031 Diharapkan Perkuat Tata Kelola Adat dan Pemerintahan Kampung
Silaturahmi Lebaran Menguatkan Etos Kerja dan Disiplin Aparatur

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:18 WIB

20 Pejabat Eselon II Diuji, Pemkab Aceh Utara Mulai Bongkar Formasi Pimpinan

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:24 WIB

Pengawasan Internal Diperketat, Polres Gayo Lues Pastikan Personel Bebas Narkoba dan Judi Online

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:53 WIB

Kepala BNNK Gayo Lues Kawal Monitoring Starbucks FSC, Program 165.755 Bibit Kopi Didorong Perkuat Ekonomi Kawasan Rawan Tanaman Terlarang

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Kasus Sabu di Gayo Lues Kembali Terungkap, Tantangan Memutus Jaringan Masih Besar

Berita Terbaru