Sumbawa Besar|NTB — Suasana Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa pada Jumat (8/8/2025) pagi terasa berbeda dari biasanya. Lebih dari 300 jamaah memadati masjid dalam rangka mengikuti program JARIAH (Jumat Berkah dan Sedekah Subuh), yang kali ini mengusung menu kuliner khas UMKM lokal bertema jajanan gurih dan manis dari UKM Baabur Riski, serta minuman hangat wedang jahe ala Angkringan Mas On.
Program JARIAH kali ini semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Bupati Sumbawa, H. Muhamad Ansori, yang duduk bersama Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Sumbawa Ust. Ardi Suzami, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) MUI Sumbawa Rai Saputra, Imam Masjid Agung Ust. Khairuman Basir, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wabup Ansori menyampaikan apresiasi atas inisiatif program JARIAH yang dinilainya mampu menjadi motivasi masyarakat untuk meramaikan shalat Subuh berjamaah.
“Program ini sangat baik dan insya Allah membawa berkah, karena tidak hanya menghidupkan shalat Subuh berjamaah, tetapi juga mengandung unsur sedekah melalui pemberdayaan UMKM secara bergiliran di sekitar masjid,” ujar Wabup.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini bisa menjadi langkah awal bagi sekolah-sekolah untuk mengajak siswa hadir di masjid pada waktu Subuh, sehingga ke depannya ibadah berjamaah menjadi kebutuhan yang tumbuh dari kesadaran masyarakat, bukan sekadar karena imbauan.
Sementara itu, inisiator program JARIAH sekaligus Ketua KPEU MUI Sumbawa, Rai Saputra, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat.

“Alhamdulillah, di minggu ketiga pelaksanaan, sudah ada tujuh UMKM yang terlibat dari wilayah Kelurahan Seketeng, Pekat, dan Brang Bara. Donasi yang terkumpul setiap pekan mencapai Rp2 hingga Rp2,5 juta. Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang menjadi donatur, sehingga lebih banyak UMKM terlibat dan kegiatan berbagi ini bisa berjalan tidak hanya di hari Jumat,” jelasnya.
Menutup kegiatan, Ketua DKM Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa, Ust. Ardi Suzami, berharap program kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak seperti MUI, MES, Dewan Masjid Indonesia, dan Koperasi Syariah BMT Insan Samawa dapat terus diperkuat.

“Semoga kemitraan ini semakin kokoh sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Jamaah yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan infak terbaiknya melalui kotak amal JARIAH yang tersedia di sayap kanan dalam Masjid Agung,” pungkasnya.
Program JARIAH Jumat Subuh kini tak hanya menjadi wadah ibadah, tetapi juga menggerakkan ekonomi umat melalui pemberdayaan UMKM lokal, menjadikannya sinergi antara spiritualitas dan kesejahteraan masyarakat. (*)









































