Ancaman Tegas Bupati Tulungagung: Alsintan Disalahgunakan, Penjara Menanti!

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 5 Juli 2025 - 11:46 WIB

50278 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung/Jatim – Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, tak main-main dalam mengawal bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk petani. Dengan nada keras, ia menegaskan bahwa jika ada satu saja alsintan yang disalahgunakan atau dipindahtangankan, sanksi tegas dan proses hukum menanti.

Peringatan ini disampaikan langsung di hadapan para kelompok tani saat penyerahan bantuan di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Jumat (04/07/2025).

“Jangan sampai alat-alat ini dipindahtangankan ke pihak lain. Jika ada penyalahgunaan, saya tak segan memberikan sanksi tegas dan melaporkannya ke aparat penegak hukum (APH)!” gertak Bupati Gatut Sunu, menunjukkan komitmennya menjaga agar bantuan ini tepat sasaran dan bermanfaat optimal.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, Bupati masih memberikan kelonggaran untuk penggunaan bersama antarkelompok tani di luar wilayah penerima, asalkan dengan komunikasi yang baik dan tidak melanggar aturan.

Baca Juga :  Penyegaran Birokrasi Tulungagung: Bupati Gatut Sunu Rombak 17 Pejabat Eselon II Demi Akselerasi Pembangunan

Fleksibilitas ini diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan alsintan di seluruh wilayah Tulungagung.

Bantuan alsintan yang diserahkan ini, berupa dua unit mesin perontok padi (power thresher) dan satu unit mesin pemanen (harvester), merupakan alokasi dari APBN tahun 2024. Bantuan ini disalurkan kepada tiga kelompok tani di Desa Gerakan (Kecamatan Pakel), Desa Pulosari (Kecamatan Ngunut), dan Desa Tawing (Kecamatan Gondang).

“Dengan adanya bantuan ini, hasil panen petani bisa meningkat hingga 10 persen,” ujar Bupati, menaruh harapan besar pada peningkatan produktivitas pertanian, khususnya padi, yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suyanto, menambahkan bahwa satu unit mesin perontok padi berharga sekitar Rp15 juta, sementara mesin pemanen mencapai angka fantastis Rp400 juta per unit.

Baca Juga :  PJ. Bupati Tulungagung Heru Suseno Berharap: 4 Ribuan Tenaga Honorer pada Tahun 2027 Diangkat Sebagai ASN.

Perawatan dan operasional sepenuhnya diserahkan kepada kelompok tani penerima, menekankan kemandirian petani.

Tak berhenti sampai di sini, Bupati Gatut Sunu juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus gencar melakukan lobi ke pemerintah pusat.

“Kami juga terus melakukan komunikasi dan lobi ke pemerintah pusat agar tahun depan bisa mendapat tambahan bantuan alsintan. Saat ini sudah dalam proses di Kementerian Pertanian,” jelasnya.

Dinas Pertanian Tulungagung bahkan telah mengusulkan tambahan 20 unit alsintan untuk efisiensi waktu dan biaya panen padi di masa depan.

Upaya ini menegaskan keseriusan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam memajukan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Akankah ancaman tegas Bupati ini efektif mencegah penyalahgunaan alsintan, dan bagaimana dampak jangka panjangnya terhadap peningkatan hasil panen di Tulungagung? Kita tunggu bersama. [Hartanto]

Berita Terkait

21 Kepala SMP Digeser, Dua Sekolah Masih Kosong: Rotasi Kepala Sekolah Jangan Berhenti pada Sekadar Tukar Kursi
RAPBD 2027 dan Perubahan APBD 2026 Tulungagung Disorot: Pendapatan Turun, Belanja Naik, Publik Menanti Bukti Manfaat Anggaran
RSUD Campurdarat Matangkan Layanan CT-Scan, Akses Diagnosis Warga Tulungagung Selatan Diproyeksikan Lebih Dekat
Dugaan Tata Kelola KPRI Sejahtera Mengemuka, Pengurus Persilakan Audit dan Buka Ruang Klarifikasi Semua Pihak
Anak Tak Boleh Hanya Menjadi Penonton, Tulungagung Dorong Generasi Muda Masuk Panggung Pembangunan
Ujian Seleksi Perangkat Desa Tawangsari Digelar Terbuka, Integritas dan Kompetensi Jadi Penentu
Empat Pimpinan DPRD Tulungagung Dipanggil KPK, Penelusuran Dugaan Pemerasan Gatut Sunu Masuki Babak Baru
Dugaan Pengadaan LKS di MIN 1 Trenggalek Kian Menggantung, Keterangan Sekolah dan Komite Berbeda, DPRD Minta Audit Menyeluruh

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru