Sekda Gayo Lues Buka Kegiatan Rapat kerja GDAD dengan Stakeholder

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 1 Februari 2023 - 15:29 WIB

50427 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES, OPOSISI-NEWS,86.COM – Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Gayo Lues membuka secara resmi kegiatan Rapat kerja dalam rangka Sinergi Program GDAD dengan Stakeholder Gayo Lues, bertempat di Aulla Hotel Nusa Indah Blangkejen, Rabu (01/02/2023).

Dalam sambutannya, Plt. Sekda Gayo Lues Ir. Bambang Waluyo mengatakan, saat ini, permasalahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika merupakan kejahatan yang luar biasa (Extraordinary Crime) yang mengancam Indonesia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam Proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa kita.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejahatan Narkoba dilakukan secara terorganisir dengan cakupan luas yang bekerja dengan sangat rapi dan rahasia. Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 telah mengamanatkan kepada Pemerintah Daerah agar melakukan Fasilitas dan melaksanakan rencana aksi Daerah (RAD) P4GN Priode 2020-2024.

“Saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues sedang membentuk Tim Terpadu P4GN di Kabupaten Gayo Lues dan akan menyebar di seluruh Kecamatan dan Desa, dengan terbentuknya Tim Terpadu ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran masing-masing Badan dan Dinas, Kecamatan dan perangkat Desa dalam mencegah laju angka Prevalensi Penyalahgunaan Narkotika dan kultivasi ganja di Kabupaten Gayo Lues ini,” jelas Bambang Waluyo.

Oleh karena itu Kata Bambang Waluyo, kita semua berharap keseriusan para peserta dalam mengikuti rapat kerja ini, dan mari satukan persepsi dalam menyusun Program dan anggaran di masing-masing satuan kerja kita, demi menyukseskan Program Pemberdayaan Alternatif di Kabupaten Gayo Lues ini.

“Sehingga nantinya harapan yang di inginkan oleh Pemerintah Pusat agar kawasan rawan Narkoba di wilayah hukum Kabupaten Gayo Lues ini dapat mengalami keterpulihan menjadi kawasan yang Bersinar,” Pungkas Setda.

Baca Juga :  Untuk Memberikan Rasa Aman. Unit Patroli Sat Sabhara Polres Galus Tingkatkan Giat Patroli Di Masyarakat

Sementara Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues Fauzul Iman ST MSi menyampaikan, Penyalahgunaan Narkotika di Indonesia menurut hasil survei yang dilakukan BNN di Tahun 202, diketahui bahwa penyalahgunaan Narkoba di Indonesia sebesar 3,6 juta orang dengan Katagori setahun pakai.

Sementara pada katagori pernah pakai sebesar 2,57% atau sekitar 4,8 juta orang, akar masalah penyalahgunaan ganja bersumber dari kultivasi ganja yang ada di pulau Sumatera Khususnya di Provinsi Aceh, terutama di lereng Taman Nasional Gunung Louser dan hutan lindung yang 70% ada di Kabupaten Gayo Lues.

Fakta kerawanan kawasan rawan Narkoba di Aceh juga ditujukan dengan banyaknya entry points Narkoba sebanyak 29 titik dan kawasan rawan Narkoba 84 lokasi, ditemukannya Clandestine Laboratory jenis Sabu, pengungkapan penyelundupan Sabu berpuluh-puluh Kilogram, banyaknya kasus yang melibatkan wanita sebagai kurir dan banyaknya tangkapan kurir Narkoba warga Aceh.

Fauzul Iman menambahkan, dari fakta dan data demografi, Provinsi Aceh juga mengalami masalah Sosial yang harus mendapatkan perhatian khusus dalam percepatan pembangunan, seperti angka kemiskinan 15,32% (termiskin se Sumatera) pengangguran 6,36% tertinggi ke 2 SE Sumatera dan rendahnya pertumbuhan ekonomi 4,61% terendah ke 3 se Sumatera.

Dengan memperhatikan fakta dan data tersebut di atas, penting dilakukan pemberdayaan Alternative mengingat dalam kriteria kawasan rawan Narkoba, ada 5 faktor pendukung yang memicu terjadinya kawasan rawan Narkoba diantaranya, yaitu tingginya kemiskinan, makin tingginya angkat kemiskinan.

Selain itu, makin tingginya angka akses untuk mendapatkan Pendidikan akan semakin sulit yang berdampak naiknya angka pengangguran dan tingginya angka putus sekolah.

Baca Juga :  Untuk Mengantisipasi Kejahatan, Kapolsek Blangkejeren Gelar Kegiatan Sosialiasi Hukum Didesa Uning Gelung

Oleh karena itu lanjut Fauzul Iman, Pemerintah sejak Tahun 2008 telah memperkenalkan Program Alternative Development sebagai terobosan percepatan pembangunan bagi pembangunan Aceh yang mandiri, sejahtera dan berkelanjutan.

Khususnya untuk Kabupaten Gayo Lues yang menjadi salah satu Daerah Pilot Project dalam Program grand desain Alternative Development (GDAD) 2016-2025 sebagai program pengurangan dampak buruk Narkoba melalui pendekatan kesejahteraan dan berkelanjutan.

“Sehingga pada akhirnya, dengan adanya Program GDAD di Kabupaten Gayo Lues ini mampu menekan angka Kultivasi ganja dan meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian untuk masyarakat Kabupaten Gayo Lues itu sendiri,” ujarnya.

Fauzul Iman mengatakan, saat ini Pemerintah Pusat melalui BNN RI telah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan Alternative di kawasan rawan Narkoba dan kawasan yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.

” Untuk itu kita semua berharap agar masyarakat khususnya di Kabupaten Gayo Lues segera pulih dari penyalahgunaan narkoba agar kesejahteraan masyarakat melalui Program pemberdayaan Alternative bisa segera terwujud,” Pungkasnya.

Acara tersebut turut di hadiri oleh Sekretaris Daerah Ir. Bambang Waluyo, Kepala Kesbagpol Muhammad Noh, Kadis DPMK, Kadis DPMPTSP Abdul Karim, Kadis Kesehatan Riadussalihin, Kadis Pertanian Juanda MH, diwakili oleh Kabid Pangan Idar SP, para SKPK, Perwakilan TP-PKK Kabupaten, Perwakilan Polsek Blangkejeren, perwakilan Koramil 03/BKJ, para Camat, Pengulu serta undangan lainnya, sehingga acara tersebut berjalan aman dan lancar. (Mus)

Berita Terkait

Semangat HUT RI ke-81 Menggema di Desa Porang, Warga Hidupkan Gotong Royong Lewat Perlombaan Rakyat
Harimau Sumatera Muncul Berulang di Blangpegayon, Warga Cemas dan Pertanyakan Kesiapan Mitigasi Satwa Liar
Apresiasi Institusi dan Dukungan Profesi, Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi dan Terima Penghargaan IDI
Residivis Pencurian Dibekuk di Blangkejeren, Polisi Tegaskan Penegakan Hukum dan Imbau Kewaspadaan Warga
Mantan Direktur RSUD di Gayo Lues, dr. Taufiq Ririansyah Tanjung, Wafat di Medan
Kunjungan Wamen Koperasi RI di Gayo Lues Tegaskan Percepatan Koperasi Desa sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Rakyat
Negara Hadir di Gayo Lues, Kunjungan Wakil Menteri Koperasi Tegaskan Arah Penguatan Koperasi dan UMKM Berbasis Desa
Pengukuhan Urang Tue Kampung Porang Periode 2025–2031 Diharapkan Perkuat Tata Kelola Adat dan Pemerintahan Kampung

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru