Poto Ilustrasi.
Aceh Utara|Oposisi News 86 – Program revitalisasi sarana pendidikan di Kabupaten Aceh Utara mulai menunjukkan kemajuan. Dari total 669 unit bangunan sekolah yang masuk dalam program tahun anggaran 2026, sebanyak 400 unit disebut telah direalisasikan dan sebagian besar mendekati tahap penyelesaian.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara, H. Jamaluddin, mengatakan progres fisik pekerjaan di berbagai lokasi kini berada pada kisaran 40 hingga 60 persen. Pekerjaan mencakup fasilitas pendidikan mulai tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP.
“Pengerjaan di lapangan terus berjalan. Sebanyak 400 unit sekolah sudah hampir rampung, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian. Progres fisik rata-rata berada di angka 40 sampai 60 persen,” kata Jamaluddin kepada media, Rabu (26/8/2026).
Namun, capaian tersebut tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Disdikbud mengakui distribusi material bangunan menjadi salah satu persoalan yang sempat mengganggu kecepatan pekerjaan di sejumlah lokasi.
Keterlambatan pasokan material membuat ritme pengerjaan tidak seragam antara satu sekolah dan lainnya. Kondisi geografis Aceh Utara yang luas juga menjadi faktor yang turut mempengaruhi pelaksanaan proyek di lapangan.
Karena itu, target penyelesaian tidak dipukul rata. Disdikbud menetapkan tenggat berbeda sesuai tingkat kerusakan, volume pekerjaan, serta karakteristik wilayah masing-masing sekolah.
H. Jamaluddin menegaskan, pekerjaan tetap diarahkan agar dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah berharap revitalisasi tersebut tidak berhenti pada capaian fisik, tetapi benar-benar bermuara pada tersedianya ruang belajar yang aman, layak, dan nyaman bagi siswa maupun guru.
Dengan ratusan unit yang masih berada dalam proses pengerjaan, konsistensi pengawasan menjadi penting agar percepatan proyek tidak mengorbankan mutu pekerjaan. Revitalisasi fasilitas pendidikan pada akhirnya bukan sekadar mengejar angka penyelesaian, melainkan memastikan setiap rupiah anggaran menghasilkan sarana belajar yang benar-benar dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (SR)




































