Sumbawa, oposisinews86.com, (6 Agustus 2026),- Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Desa Prode Sp 1 Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa, mulai menunjukkan dinamika. Salah satu figur yang mencuri perhatian adalah Muhlis yang secara resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai calon kepala desa.
Deklarasi tersebut menjadi sinyal awal menguatnya arus perubahan di tingkat desa. Mukhlis menegaskan, pencalonannya bukan sekadar ambisi politik, melainkan dorongan untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih terbuka, profesional, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Momentum 2026 harus menjadi titik balik. Desa butuh pemimpin yang benar-benar bekerja, bukan sekadar hadir saat pemilihan,” ujarnya.
Berbekal latar belakang pendidikan dan pengalaman sosial di tengah masyarakat, Mukhlis menawarkan pendekatan kepemimpinan yang terstruktur dan berbasis solusi. Ia dikenal dekat dengan warga dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial, yang menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik.
Dalam pemaparannya, Mukhlis mengusung visi besar menjadikan Desa Prode Sp 1 sebagai desa yang maju, mandiri, sejahtera, aman, dan religius. Ia menekankan pentingnya pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Untuk mewujudkan visi tersebut, Mukhlis menyiapkan sejumlah program prioritas. Di antaranya pemerataan pembangunan infrastruktur seperti jalan lingkungan,
Di sektor ekonomi, ia menyoroti perlunya penguatan UMKM dan pemberdayaan pedagang kecil sebagai tulang punggung ekonomi desa. Menurutnya, desa tidak bisa hanya bergantung pada bantuan, tetapi harus mampu menciptakan kemandirian ekonomi.
Selain itu, Mukhlis juga menekankan pentingnya reformasi pelayanan publik berbasis digital guna menciptakan birokrasi yang cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Tak kalah penting, ia menaruh perhatian pada generasi muda melalui program pelatihan keterampilan dan pemberdayaan karang taruna. Ia menilai, pemuda merupakan aset strategis dalam mendorong kemajuan desa.
“Perubahan tidak bisa ditunda. Desa harus bergerak maju dengan melibatkan semua elemen, terutama generasi muda,” tegasnya.
Mukhlis juga menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan sosial dengan memperkuat nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal sebagai fondasi kehidupan masyarakat.
Pilkades Sp 1 di 2026 diperkirakan akan berlangsung kompetitif, seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap sosok pemimpin desa yang mampu membawa perubahan kongkrit, bukan sekadar janji politik. (*)




































