Dari Ruang Digital Menuju Gerakan Kemanusiaan, Kepedulian Sosial di Aceh Selatan Menemukan Jalannya

KHAIRUL MIZA

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:01 WIB

50110 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Selatan|Oposisi News 86 – Di tengah derasnya arus kehidupan modern yang sering kali membuat manusia semakin sibuk dengan urusan pribadi, secercah harapan tentang nilai kepedulian sosial kembali tumbuh di Kabupaten Aceh Selatan.

 

Harapan itu lahir bukan dari ruang-ruang kekuasaan, bukan pula dari program besar yang penuh seremoni, melainkan dari percakapan sederhana di media sosial yang kemudian menjelma menjadi gerakan nyata untuk membantu masyarakat kecil dan pasien yang sedang berjuang melawan sakit.
Peristiwa itu menjadi bukti bahwa kemanusiaan sejatinya belum mati.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat, masih ada orang-orang yang memilih bergerak membantu tanpa harus menunggu panggung penghargaan ataupun kepentingan tertentu. Kepedulian yang tumbuh secara tulus justru sering lahir dari hati masyarakat biasa yang memahami bagaimana sulitnya perjuangan orang sakit untuk sekadar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.

Semangat itulah yang kini mulai terlihat melalui gerakan sosial kemanusiaan yang diinisiasi oleh Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan bersama sejumlah relawan dan masyarakat peduli. Program “Titip Kursi Roda – Titip Kepedulian” serta upaya menghadirkan layanan ambulans pasien menjadi simbol bahwa gotong royong masih hidup dan tetap menjadi kekuatan sosial masyarakat Aceh Selatan.

Gerakan tersebut bermula setelah munculnya respon masyarakat terhadap pernyataan mengenai pentingnya kepedulian terhadap nasib masyarakat kecil dan pasien yang membutuhkan bantuan.

Dari ruang digital, lahirlah percakapan sederhana yang kemudian berkembang menjadi aksi nyata. Salah seorang warga, Ujank Kasim, menunjukkan respon cepat dengan menyatakan kesiapannya membantu program kemanusiaan tersebut.

Respon itu disambut penuh rasa syukur oleh Ketua BFLF Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa atau yang akrab disapa Ogek Agus. Baginya, bantuan sekecil apa pun memiliki arti besar bagi masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit, terlebih bagi pasien yang harus berjuang melawan keterbatasan fisik dan ekonomi demi memperoleh pelayanan kesehatan.

Dari komunikasi yang terjalin kemudian terungkap berbagai persoalan mendasar yang selama ini sering luput dari perhatian banyak pihak. Persoalan pasien ternyata bukan semata-mata biaya pengobatan, melainkan juga akses untuk menuju rumah sakit dan kembali pulang dengan aman.

Baca Juga :  TK Negeri 1 Geureudong Gelar Simulasi Kebakaran, Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Usia Dini

Banyak pasien dari wilayah kecamatan harus menempuh perjalanan jauh menuju Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan untuk menjalani pemeriksaan, kontrol rutin, pengobatan, hingga cuci darah.
Dalam kenyataannya, tidak semua keluarga pasien memiliki kendaraan yang memadai.

Tidak sedikit pasien lansia, penderita stroke, pasien pasca operasi, maupun masyarakat kurang mampu yang harus menghadapi kesulitan transportasi di tengah kondisi kesehatan yang lemah. Situasi seperti ini kerap menjadi beban tambahan yang memperberat perjuangan mereka untuk sembuh.

Kondisi tersebut kemudian melahirkan dorongan bersama untuk menghadirkan layanan ambulans pasien yang dapat membantu masyarakat dari berbagai kecamatan. Bahkan, upaya mencari ambulans bekas yang masih layak pakai pun mulai dilakukan sebagai bentuk solusi realistis demi membantu pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap yang telah diperbolehkan pulang ke rumah.

Pada saat yang sama, program “Titip Kursi Roda – Titip Kepedulian” juga berkembang menjadi gerakan sosial yang menyentuh sisi paling mendasar dari pelayanan kemanusiaan.

Program itu hadir dari keprihatinan terhadap kondisi pasien yang harus berjalan jauh dari area parkir menuju poli, laboratorium, maupun ruang tindakan medis dengan kondisi tubuh yang lemah.
Bagi sebagian orang sehat, kursi roda mungkin hanya dianggap alat bantu biasa.

Namun bagi pasien yang sedang sakit, kursi roda dapat menjadi penyelamat kenyamanan, menjaga tenaga, mengurangi rasa sakit, bahkan menghadirkan rasa dihargai sebagai manusia yang membutuhkan perhatian dan empati.

Melalui program tersebut, masyarakat diajak untuk menitipkan kursi roda baru maupun bekas yang masih layak pakai agar dapat digunakan secara bergantian oleh pasien di rumah sakit.

Kursi roda yang diterima nantinya dijemput, dibersihkan, diperbaiki jika diperlukan, lalu dipinjamkan kepada pasien yang membutuhkan sebelum akhirnya dikembalikan ke posko layanan untuk digunakan kembali oleh pasien lainnya.

Gerakan sederhana ini memperlihatkan bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus diwujudkan dalam bantuan besar bernilai fantastis. Kadang kala, satu kursi roda yang dipinjamkan dengan ikhlas justru mampu menghadirkan harapan bagi pasien yang sedang kesulitan berjalan menuju ruang pengobatan.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Blangkejeren, 17 Paket Sabu Disita

Respon cepat masyarakat terhadap program tersebut pun mulai terlihat nyata. Ujank Kasim secara langsung membantu empat unit kursi roda untuk mendukung program kemanusiaan itu. Bantuan tersebut kemudian disusul dengan komitmen bantuan lainnya dari sejumlah pihak yang ikut tergerak untuk berpartisipasi.

Dengan tambahan bantuan tersebut, jumlah kursi roda yang tersedia kini terus bertambah dan mulai mendekati target yang diharapkan. Namun demikian, kebutuhan di lapangan masih cukup besar. Target penyediaan minimal 25 unit kursi roda menjadi harapan agar semakin banyak pasien rawat jalan dapat terbantu setiap harinya.

Apa yang sedang tumbuh di Aceh Selatan hari ini sejatinya bukan sekadar program sosial biasa, melainkan cerminan nilai kemanusiaan yang masih hidup di tengah masyarakat. Di saat sebagian orang sibuk membangun citra dan kepentingan pribadi, masih ada masyarakat yang diam-diam memilih membantu tanpa banyak bicara.

Gerakan seperti ini juga menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan yang manusiawi tidak hanya bergantung pada fasilitas rumah sakit semata, tetapi juga pada hadirnya empati sosial dari lingkungan sekitar. Sebab sering kali, pasien tidak hanya membutuhkan obat, tetapi juga perhatian, kemudahan akses, dan rasa bahwa mereka tidak sedang berjuang sendirian.

Semangat gotong royong yang mulai tumbuh ini menjadi harapan besar agar semakin banyak pihak ikut terlibat membantu masyarakat kecil dan pasien yang membutuhkan uluran tangan. Kepedulian yang lahir dari hati masyarakat adalah kekuatan sosial yang tidak dapat diukur hanya dengan angka ataupun materi.

Karena pada akhirnya, kebaikan sekecil apa pun yang dilakukan dengan tulus dapat menjadi cahaya harapan bagi orang lain yang sedang berada dalam kesulitan. Dan di tengah dunia yang semakin individualistis, kepedulian seperti inilah yang sesungguhnya layak dirawat, dijaga, dan diwariskan. [Khairul Miza]

Berita Terkait

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal
Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite
Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi
Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini
Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas
Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa
BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda
Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru