Sumbawa Besar,oposisinews86.com, (6 Februari 2026),– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumbawa, Polda NTB, resmi menggelar Operasi Keselamatan Rinjani 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026.

Operasi ini dilaksanakan sebagai langkah awal menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada bulan suci Ramadan hingga arus mudik dan balik Idulfitri, dengan fokus utama pada pencegahan pelanggaran dan penurunan angka kecelakaan lalu lintas.
Adapun sasaran operasi meliputi pelanggaran yang kerap menjadi pemicu kecelakaan, antara lain:
1. Menggunakan handphone saat berkendara.
2 Tidak menggunakan helm standar SNI.
3. Berboncengan lebih dari satu orang.
4. Melawan arus lalu lintas
Berkendara di bawah umur
Berkendara di bawah pengaruh alkohol.
5. Tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt)
Berkendara melebihi batas kecepatan.
Kasat Lantas Polres Sumbawa, AKP Belly Rizaldy Nata Indra, S.Tr.K., S.I.K., dalam wawancara eksklusif, Rabu (4/2/2026), menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Rinjani 2026 menitikberatkan pada pendekatan humanis dan edukatif.
“Operasi Keselamatan Rinjani ini dimulai 2 Februari 2026. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pengguna jalan roda dua maupun roda empat, agar lebih siap dan berhati-hati dalam berkendara.
Kita tahu mobilitas kendaraan akan meningkat saat Ramadan dan Idulfitri, sehingga pencegahan harus dilakukan sejak dini,” jelas AKP Belly.
Ia menegaskan, dalam pelaksanaannya Satlantas Polres Sumbawa lebih mengutamakan teguran dibanding penindakan.
Pengendara yang kedapatan melanggar akan diberikan teguran tertulis melalui blangko, sekaligus dilakukan pendataan digital yang terintegrasi se-Provinsi NTB,
“Kami menggunakan aplikasi Teguran Humanis yang bisa diunduh di Play Store. Data pelanggaran akan terintegrasi.
Jadi jika pelanggar yang sama melakukan pelanggaran serupa di wilayah lain, misalnya di Bima, maka akan terdata,” terangnya.
Selain razia di jalan, Satlantas Polres Sumbawa juga bersinergi dengan Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja untuk melakukan pengecekan kelayakan kendaraan angkutan umum di terminal-terminal.
Pemeriksaan difokuskan pada aspek ramcek kendaraan, kelengkapan administrasi, dan standar keselamatan (SOP) demi memastikan keamanan penumpang.
Untuk menjamin transparansi, setiap titik operasi dilengkapi papan pemberitahuan di sepanjang kurang lebih 100 meter, personel membawa banner dan baliho sosialisasi, serta papan imbauan agar masyarakat mengetahui adanya Operasi Keselamatan Rinjani.
Lokasi kegiatan saat ini dipusatkan di jalur-jalur padat dalam kota, seperti depan Polres Sumbawa, depan Kantor DPRD Lama, dan Jalan Taman Mangga,
“Anggota di lapangan wajib menggunakan pet dan rompi. Ini sesuai regulasi terbaru demi keselamatan dan keterlihatan petugas,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, AKP Belly mengimbau seluruh masyarakat untuk melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan helm SNI, mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, serta bersama-sama menjaga kondusivitas dan keselamatan di jalan raya.
“Patuhi aturan dan SOP yang berlaku. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama, demi menekan angka kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.
Dengan pendekatan persuasif dan kolaboratif, Operasi Keselamatan Rinjani 2026 diharapkan mampu membangun budaya tertib berlalu lintas dan menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh masyarakat Sumbawa. (Af)




































