Karna keterbatasan alat Korban Banjir Aceh Tamiang Keluhkan Lambatnya Pemulihan

REDAKSI

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 17:29 WIB

50427 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang,Oposisi News86 – Lebih dari dua bulan setelah banjir besar melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada 26 November 2025, sejumlah warga terdampak di Desa Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang, mengaku masih menghadapi kondisi sulit. Mereka menyebut rumah belum sepenuhnya layak huni, lumpur belum dibersihkan, dan bantuan yang diterima belum mencukupi kebutuhan dasar, Selasa (02/02/2026).

Sejumlah warga menyampaikan bahwa hingga kini mereka masih diminta membersihkan rumah secara mandiri, meskipun lumpur sisa banjir telah mengeras dengan ketebalan mencapai satu meter lebih di dalam rumah serta menutup jalan lingkungan. Kondisi tersebut diperparah dengan hilangnya sumber mata pencaharian warga akibat banjir, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar enam meter.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fatimah, warga Desa Landuh Dusun Cendrawasih, mengatakan warga kesulitan melakukan perbaikan rumah karena keterbatasan ekonomi.

“Kami diminta membersihkan rumah sendiri, sementara untuk mendapatkan uang sangat sulit karena tempat usaha sudah hanyut dibawa banjir,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Armia, warga desa yang sama. Sementara itu, Koko, warga Desa Landuh Dusun Merak, mengaku selama lebih dari dua bulan pascabanjir hanya menerima bantuan beras dalam jumlah terbatas.

Baca Juga :  Pangdam IM Resmi Menutup Kegiatan TMMD Ke-119 TA 2024 di Wilayah Kodam Iskandar Muda.

“Kami berharap rumah kami bisa segera diperbaiki di lokasi semula dan dana korban banjir dapat disalurkan. Banyak warga masih trauma,” katanya.

Warga lainnya, Hendri dan Abdul Muis, menyatakan tidak membutuhkan hunian sementara (huntara) yang dibangun di lokasi lain.

“Kami tidak membutuhkan huntara. Yang kami butuhkan adalah perbaikan rumah di tempat kami tinggal,” ujar mereka.

Yunita, warga Dusun Garuda, berharap pemerintah segera membersihkan lumpur di jalan depan rumah serta menyediakan tim pembersihan rumah agar warga dapat kembali menempati rumah masing-masing. Hal senada disampaikan Nurbaini, warga Dusun Rajawali, yang menyebut lumpur di dalam rumahnya telah mengeras dengan ketebalan lebih dari satu meter.

Sejumlah warga menyebut bahwa selama ini bantuan lebih banyak datang dari relawan. Sementara bantuan dari pemerintah yang diterima umumnya berupa beras dan mi instan dengan jumlah terbatas.

Baca Juga :  Buku Tabungan Raib, Dana PIP Gelap: Skandal Sunyi di SD Alwasiliyah Seumadam

Dikonfirmasi terpisah, Datok Desa Kota Lintang, Fadil, membenarkan bahwa masih banyak warganya belum mampu membersihkan rumah secara mandiri akibat tebalnya lumpur pascabanjir.

“Kami juga mengalami kesulitan membersihkan jalan lingkungan karena membutuhkan alat berat,” kata Fadil.

Menurutnya, kebutuhan mendesak saat ini adalah ketersediaan ekskavator kecil dan mobil dump truck untuk mengangkut lumpur, serta pembangunan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih warga.

“Jika jalan lingkungan dapat dibersihkan, warga yang rumahnya tidak rusak parah bisa kembali menempati rumahnya dan mulai beraktivitas, sehingga pemulihan ekonomi dapat berjalan secara bertahap,” ujarnya.

Fadil juga berharap adanya tambahan bantuan bahan pangan, terutama menjelang bulan Ramadan, mengingat persediaan kebutuhan pokok warga semakin menipis.

Terkait keluhan warga mengenai minimnya bantuan dan lambatnya pemulihan pascabanjir, redaksi telah berupaya mengonfirmasi BPBD serta Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Namun hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi terkait progres penanganan, distribusi bantuan, maupun rencana pengerahan alat berat ke wilayah terdampak. [MUHADAR]

Berita Terkait

Lumpur Mengeras: Dua Bulan Pascabanjir Aceh Tamiang Tanpa Pemulihan Nyata
Buku Tabungan Raib, Dana PIP Gelap: Skandal Sunyi di SD Alwasiliyah Seumadam
PTPN IV Regional 6 Kebun Dan PKS Pulau Tiga Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bencana Puting Beliung Di Kecamatan Tamiang Hulu.
Mak Gawat,???. BPK – RI Temukan Sejumlah Kejanggalan Di 17 Paket Pekerjaan Dinas PUPR Aceh Tamiang.
Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, Resmi Lantik Armi Fahmi Dan Ismail SE, I Sebagai Bupati Dan Wakil Bupati Aceh Tamiang Periode 2025-2030, Semoga Amanah.
Diduga Menggelapkan Duit Dana Desa, Inspektorat Diminta Periksa Kades Buket Panyang Dua
Armia Fahmi Dan Ismail Resmi Ditetapkan Sebagai Bupati Dan Wakil Bupati Aceh Tamiang Dalam Sidang Paripurna DPRK
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadllon SH. Sepakat Pelantikan Gubernur Dan Wakil Gubernur Aceh Sesuai Jadwal.

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru