Cahaya Baru di Ufuk Barat: Empat Pulau Berpijar Kembali ke Pangkuan Aceh

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 18 Juni 2025 - 19:32 WIB

50210 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Angin pesisir Aceh Singkil kini membawa kabar yang lebih dari sekadar hembusan garam; ia membawa kembali kedaulatan, membawa pulang serpihan surga yang telah lama dinanti. Dalam sebuah keputusan bersejarah yang mengukir lembaran baru bagi bumi Rencong, Presiden Prabowo Subianto telah mengesahkan kembalinya empat pulau yang memukau – Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek – ke dalam pelukan administratif Provinsi Aceh.

Layaknya permata yang ditemukan kembali, keempat pulau ini, yang sebelumnya berada dalam tarik ulur administrasi, kini secara resmi menjadi bagian tak terpisahkan dari Kabupaten Aceh Singkil. Sebuah langkah krusial yang bukan hanya sekadar penataan batas, melainkan penegasan identitas dan kedaulatan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Aceh.

Keputusan luhur ini bukanlah fatamorgana di tengah padang pasir, melainkan buah dari kajian mendalam dan landasan hukum yang kokoh. Undang-undang Nomor 24 Tahun 1956 tentang Pembentukan Provinsi Aceh dan Sumut, disempurnakan oleh semangat perdamaian Perjanjian Helsinki 2005, menjadi fondasi bagi kembalinya hak administratif ini. Tak hanya itu, Kepmendagri No. 300.2.2-2138 Tahun 2025, hadir sebagai payung hukum yang menaungi proses penyerahan ini, memastikan setiap langkah diambil dengan cermat dan berlandaskan keadilan.

Suasana rapat terbatas pada 17 Juni 2025 menjadi saksi bisu momen penting ini. Di kursi kehormatan, Presiden Prabowo Subianto memimpin jalannya diskusi, ditemani oleh jajaran menteri kunci yang turut hadir sebagai arsitek penataan ini. Hadir pula Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta dua pemimpin daerah yang menjadi jantung keputusan ini: Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Kehadiran Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad juga menegaskan komitmen legislatif dalam mendukung kejelasan batas wilayah.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dengan nada mantap mengukuhkan keputusan ini. “Tadi Bapak Presiden telah memutuskan bahwa pemerintah berlandaskan kepada dasar-dasar dokumen yang dimiliki oleh pemerintah telah mengambil keputusan bahwa ke empat pulau yaitu Pulau Panjang, Pulau Lipan, Kemudian Mangkir Gadang dan Pulau Mangkir Ketek secara administratif berdasarkan dokumen yang dimiliki oleh pemerintah adalah masuk ke wilayah administratif Provinsi Aceh,” ujarnya, mengukir janji negara kepada rakyatnya.
Pengembalian pulau-pulau ini lebih dari sekadar perubahan garis di peta. Ini adalah simbol rekonsiliasi sejarah, penegasan kembali ikatan batin antara tanah dan rakyatnya, serta harapan baru bagi pengembangan potensi maritim dan pariwisata Aceh Singkil.

Baca Juga :  Sukseskan PON 2024, Ini Harapan Sekda Aceh kepada Insan Pers

Masyarakat di pesisir kini menatap masa depan dengan optimisme yang membuncah, membayangkan deru ombak yang membawa kesejahteraan dan keindahan yang tak terhingga dari pulau-pulau yang kini telah kembali ke pangkuan sejati.

Keputusan ini adalah sebuah kado istimewa, sebuah narasi yang menginspirasi tentang bagaimana sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, didukung oleh semangat keadilan, dapat melahirkan harmoni dan memperkuat bingkai persatuan Indonesia. Aceh kini kembali lengkap, dengan empat permata yang berkilauan di tengah lautan biru, siap menyambut lembaran baru dalam perjalanan sejarahnya. []

Berita Terkait

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh
H. Mirwan Hadiri Undangan Gubernur dalam RUPS Bank Aceh Syariah
Disersi hingga Dugaan Jadi Tentara Bayaran, Bripda Muhammad Rio Dicopot dari Status Polisi
Direktur PT Media Harian Daerah, Bapak Kifran, S.H., Berpulang ke Rahmatullah
Nahkoda Baru Penanganan Sosial Aceh: Chaidir di Kursi Plt, Asa IPSM pada Kontinuitas
Dari Solo Ke Tanah Rencong: Menyambut Pimpinan PWI Dengan Peusijuk Menuntut Kebenaran Jurnalistik.
Selamat & Sukses
Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah Resmi Sandang Pangkat Irjen

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:05 WIB

‎Gotong Royong Bersihkan Pantai Ai Limung, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat ‎

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:38 WIB

Perkuat Pelayanan Air Bersih, Dandim 1607/Sumbawa Dukung Kebijakan Penyesuaian Tarif Perumda Batulanteh

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:05 WIB

Tim Inafis Turun Tangan Usai Penemuan ABK Meninggal di Perairan Gilimas

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:05 WIB

Kodim 1607/Sumbawa Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Penyiapan Satuan Perbantuan Triwulan II TA 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:53 WIB

Kasdim 1607/Sumbawa: Data Akurat Kunci Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Nasional

Senin, 29 Juni 2026 - 16:58 WIB

‎Kebersamaan TNI dan Rakyat Terwujud dalam Pembangunan Masjid Baiturrahman

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:53 WIB

Anggota Posramil 02/Plampang Gelar Patroli Malam Demi Jaga Keamanan Wilayah

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:54 WIB

Cegah Gangguan Sejak Dini, Patroli Rutin TNI Disambut Positif Masyarakat

Berita Terbaru