Notaris Andreas Timothy di Sinyalir Nakal, Mafia Besar di Batam Terkait pembuatan Perubahan Akta Jual Beli Tanpa RUPS

REDAKSI

- Redaksi

Jumat, 27 September 2024 - 21:59 WIB

501,063 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam – Perilaku seorang Notaris Andreas Timothy di sinyalir Memalukan, Nakal dan sebagai Mafia Besar di Batam terkait persoalan perubahan Akta Jual beli tanpa melakukan Rapat umum pemegang saham (RUPS).

 

Terkait persoalan perubahan atas Akta seharusnya seorang notaris berkonsultasi terlebih dahulu kepada pihak pemegang saham dan seharusnya melaksanakan RUPS sehingga tercapainya suatu kesepakatan yang keabsahaannya bisa berpindah tangan kepada pihak Pertama dan ke dua. Hal ini di ungkapkan Direktur Paulus sebagai pemilik saham terbesar 306 persen tepatnya di lobi Hotel Ramayana Batam pada, Jum’at (27/9/2024)

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kemudian dari pada itu Atas kepemilikan saham Akta pemegang saham terbesar Direktur Paulus sangat menyesalkan atas sikap seorang Notaris Andreas Timothy yang Nakal, Mafia yang telah menghilangkan Akta pendirian yang Di titipkan pada nya pada tahun 2019 yang lalu sehingga pada tahun 2020 Akta pendirian tersebut di ketahui ada perubahan dan berpindah menjadi milik orang lain, hal itu di ketahui setelah paulus ingin mengoprasikan lahan yang di miliknya.

Baca Juga :  Rutan Batam Gelar Razia Gabungan, Cegah Potensi Gangguan Keamanan Dan Ketertiban

 

“Saya hanya minta Notaris Andreas Timothy mengembalikan Akta Pendirian yang saya titip pada tahun 2019 lalu dan minta salinan RUPS pada tangga 30/3/2020 dan dasar kira minta karena saya tidak pernah memberikan saham 51 persen kepada siapapun, terutama kepada Wajis dan Syahral,” Tegas Paulus

 

Lebih lanjut Paulus mengatakan Notaris yang bernama Andreas Timothy ini merupakan otak pelaku utama yang telah melakukan pencurian dan melakukan perubahan Akta kepemilikan saya sebagai Direktur utama dan melakukan perubahan Akta yang membuat Akta itu atas nama orang lain dan nama saya di dalam akta tersebut hilang begitu saja tanpa ada kejelasan apa pun dari Andreas Timothy selaku Notaris yang menurut saya Andreas Timothy ini merupakan Mafia tanah kelas kakap sehingga saya mudah mempercayai nya saat itu untuk menitipkan Akta yang sudah saya tanda tangani selama tiga hari mengingat saat itu saya buru- buru harus melakukan penerbangan keluar negeri. ungkap Paulus dengan kesal

Baca Juga :  Diduga Ilegal (Cut And Fill) Penambangan Bauksit Dan Batu Alam Di Wilayah Nongsa Kepri. Diminta Kepada Menteri LH/ Kepala BPLH RI Hanif Faisal Nurofiq Segera Turun Dan Tindak Tegas

 

Di tempat terpisah Notaris Andreas Timothy saat di temui media ini mengungkapkan, terkait persoalan Akta yang di titip kan Paulus kepadanya saat itu saya tidak tau kapan dan di mana Akta itu di titip kan kepada saya

 

Saya akui bahwa perubahan Akta yang saya lakukan sudah sesuai aturan dan hukum yang berlaku. ucapnya dengan nada gemetar saat di kompirmasi media ini

 

(A.Yahya)

 

Berita Terkait

Helo
Genggaman Judi Liar Di Batam: Kota Industri Diguncang’Jackpot’Ilegal, !
Polres Barelang Infeksi Mendadak Di Pasar Jodoh Tos 3000 Ada Apa,?. 
Dalam rangka menyambut peringatan HUT ke-80 Korps Marinir.
POLDA KEPRI TERIMA KUNJUNGAN IRJEN. POL. IBNU SUHAENDRA:
Reskrim Polsek Sekupang Berhasil Bongkar Kasus Pencurian Dengan Pemberatan di Wilayah Patam Lestari
Kapolresta Barelang Sambut Silaturahmi Pewarta Foto Indonesia Kepri, Dorong Sinergi Positif Dunia Jurnalistik dan Kepolisian
Satreskrim Polsek Sekupang Berhasil Bongkar Kasus Pencurian Dengan Pemberatan di Wilayah Patam Lestari

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:29 WIB

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:44 WIB

Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:10 WIB

Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:02 WIB

Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:57 WIB

Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji

Selasa, 27 Januari 2026 - 23:07 WIB

Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:37 WIB

Aliansi Pers Turun ke Lapangan, Rehab Rekon Pascabanjir Aceh Mulai Diawasi

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB