Gayo Lues|Oposisi News 86 – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan keterampilan, serta pengembangan kegiatan ekonomi produktif.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill bagi Masyarakat pada Kawasan Rawan Tanaman Terlarang Tahun 2026 yang dilaksanakan di Menasah Desa Sangir, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Rabu (14/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., M.Si., diwakili oleh Kepala Subbagian Umum, Zulkarnain, S.Ag. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun kemandirian masyarakat melalui keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung untuk menunjang kehidupan sehari-hari sekaligus membuka peluang usaha yang sah dan berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program percontohan Alternative Development atau pembangunan alternatif yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat di kawasan rawan tanaman terlarang. Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pilihan kegiatan produktif yang dapat dikembangkan sesuai dengan potensi sumber daya lokal, sehingga pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung upaya pencegahan narkotika.
Persoalan narkotika, sebagaimana ditekankan dalam sambutan Kepala BNNK Gayo Lues, tidak cukup dihadapi hanya melalui pendekatan penegakan hukum. Upaya pencegahan juga perlu diperkuat dengan edukasi, peningkatan keterampilan, pengembangan ekonomi keluarga, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.

Karena itu, Bimtek Life Skill di Desa Sangir tidak sekadar menjadi agenda pelatihan, tetapi juga diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki desa. Keterampilan yang diberikan perlu diarahkan agar dapat dimanfaatkan secara nyata, baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun sebagai peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi.
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah keterampilan pembuatan pupuk organik. Keterampilan ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat yang memiliki potensi di bidang pertanian. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, masyarakat berpeluang menghasilkan pupuk organik yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian sekaligus dikembangkan sebagai produk bernilai jual.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami proses pembuatan pupuk organik, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat dan berkelanjutan. Apabila dikelola dengan baik, keterampilan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan produktivitas pertanian, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal, serta membuka kesempatan menambah pendapatan keluarga.
Dalam sambutan yang dibacakan Zulkarnain, masyarakat juga didorong untuk tidak berhenti pada tahap memperoleh pengetahuan selama pelatihan. Hasil kegiatan diharapkan dapat dilanjutkan dengan praktik secara mandiri, pengembangan produk, dan pengelolaan usaha sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan masyarakat setempat.

Pendekatan pemberdayaan ini menjadi penting karena upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Keluarga, tokoh masyarakat, pemerintah kampung, serta unsur terkait memiliki peran dalam mendorong terbentuknya lingkungan yang mendukung kegiatan positif, produktif, dan berorientasi pada masa depan.
BNNK Gayo Lues juga menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah, pemerintah kampung, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi diperlukan agar keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi secara nyata.

Dukungan lanjutan, seperti pendampingan praktik, peningkatan mutu produk, pengembangan usaha, serta akses terhadap pasar, menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga keberlanjutan program. Dengan adanya dukungan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh menjadi sumber penghasilan yang legal dan produktif.
Kegiatan Bimtek Life Skill di Desa Sangir diikuti sebanyak 30 peserta. Pelaksanaannya turut dihadiri Babinsa Desa Sangir, Pengulu Kampung Sangir, narasumber Ansharullah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, staf BNNK Gayo Lues, serta sejumlah jurnalis.
Kehadiran unsur pemerintah kampung, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, narasumber, dan peserta menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pemberdayaan tersebut. Selama kegiatan berlangsung, acara berjalan dengan aman dan lancar.

Melalui kegiatan ini, BNNK Gayo Lues berharap masyarakat Desa Sangir semakin terdorong untuk memanfaatkan potensi lokal dan mengembangkan keterampilan yang dapat menunjang kesejahteraan keluarga.
Peningkatan kemampuan ekonomi diharapkan berjalan seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Program Alternative Development juga menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Keberhasilan pemberdayaan tidak semata-mata ditentukan oleh terselenggaranya kegiatan pelatihan, tetapi juga oleh kemampuan peserta menerapkan keterampilan, menjaga kualitas produk, mengembangkan peluang usaha, dan memperoleh manfaat dalam jangka panjang.
Dengan demikian, Bimtek Life Skill Tahun 2026 di Desa Sangir diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian masyarakat melalui kegiatan ekonomi produktif.

Sinergi antara BNNK Gayo Lues, pemerintah kampung, masyarakat, dan seluruh pihak terkait diharapkan terus terjaga agar pemberdayaan dapat berjalan berkesinambungan serta mendukung terciptanya masyarakat yang sehat, mandiri, sejahtera, dan memiliki ketahanan terhadap ancaman narkotika. []




































