BNNK dan Polres Gayo Lues Perkuat Pencegahan Narkoba, Pelajar Diingatkan Berani Menolak Titipan Mencurigakan

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:33 WIB

50169 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues| Oposisi News 86 – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues bersama Satuan Reserse Narkoba Polres Gayo Lues memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui edukasi kepada generasi muda.

Anak-anak dan pelajar diingatkan agar berani menolak ajakan yang berisiko, tidak sembarangan menerima atau membawa barang yang tidak diketahui asal-usulnya, serta mampu memilih lingkungan pergaulan yang sehat demi melindungi masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Informasi dan Edukasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui talkshow bertema “Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045” yang berlangsung di Legen Hotel, Jalan Sesik, Kampung Jawa, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Selasa (13/10/2026).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala BNNK Gayo Lues Fauzun Iman, S.T., M.Si., Kasat Narkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri, S.H., M.M., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Dr. Sartika Maya Sari, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues.

Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan pelajar SMP dan SMA, Forum Anak Seribu Bukit, serta unsur Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

Kepala BNNK Gayo Lues,Fauzun Iman ST MSi

Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzun Iman, dalam sambutannya menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset penting bangsa yang harus dilindungi melalui pendidikan, pembentukan karakter, serta keterlibatan aktif keluarga, sekolah, pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berprestasi, berkarakter, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.

Namun, upaya mencapai cita-cita tersebut menghadapi tantangan serius berupa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang dapat merusak kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, serta masa depan anak-anak dan remaja. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan memberikan pengetahuan yang benar dan membangun kemampuan generasi muda dalam mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi pengaruh negatif lingkungan.

Fauzun menjelaskan bahwa upaya melindungi anak dari ancaman narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan maupun jaringan peredaran gelap narkoba.

Edukasi berkelanjutan, penguatan ketahanan diri, pengawasan yang proporsional, serta pembentukan lingkungan yang aman menjadi bagian penting untuk mencegah anak-anak dan remaja terjerumus dalam persoalan tersebut.

Melalui gerakan Ananda Bersinar, yang merupakan singkatan dari Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak, BNNK Gayo Lues mendorong generasi muda agar membangun kebiasaan hidup sehat, berani mengatakan tidak terhadap narkoba, mengembangkan potensi diri, serta berperan aktif mengajak teman sebaya menjauhi penyalahgunaan narkotika.

Menurut Fauzun, anak-anak dan remaja harus memahami bahwa tidak semua ajakan teman wajib diikuti dan tidak semua tawaran harus diterima tanpa mempertimbangkan akibatnya. Keberanian menolak sesuatu yang berisiko merupakan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri, bukan berarti tidak menghargai pertemanan.

Ia juga mengingatkan bahwa masa muda merupakan kesempatan berharga untuk belajar, mengembangkan bakat, meraih prestasi, dan mempersiapkan masa depan. Oleh sebab itu, para pelajar didorong mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti belajar, berolahraga, berkarya, serta mengikuti aktivitas yang dapat membangun karakter dan meningkatkan kemampuan diri.

Kasat Narkoba Polres Gayo,AKP.Kabri SH MM

Pesan pencegahan tersebut diperkuat oleh pemaparan Kasat Narkoba Polres Gayo Lues, AKP Kabri, yang secara khusus mengingatkan pelajar agar mewaspadai berbagai bentuk bujukan, pemberian, maupun penitipan barang yang tidak diketahui isi, asal-usul, dan tujuannya.

Dalam pemaparannya, AKP Kabri menekankan bahwa seseorang harus berpikir terlebih dahulu sebelum menerima atau membawa barang dari orang lain. Pelajar tidak boleh mudah terbujuk hanya karena mengenal orang yang memberikan barang, merasa sungkan menolak, atau dijanjikan hadiah dan keuntungan tertentu.

Baca Juga :  Semarak Iduladha, Desa Belegen Mulia Sembelih 9 Ekor Sapi dan 13 Kambing Kurban

Ia mengingatkan bahwa modus penitipan barang dapat menempatkan seseorang dalam situasi berisiko apabila barang yang dibawa ternyata berkaitan dengan tindakan melanggar hukum. Karena itu, pelajar harus berhati-hati terhadap permintaan membawa, menyimpan, mengambil, atau menyerahkan paket yang tidak jelas, terlebih jika diminta merahasiakan keberadaan barang tersebut dari orang tua maupun guru.

AKP Kabri menegaskan bahwa mengenal seseorang bukan berarti mengetahui seluruh maksud dan tujuan tindakannya. Dalam pergaulan sehari-hari, pelajar perlu membedakan hubungan pertemanan yang sehat dengan ajakan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ia juga mengingatkan agar pelajar tidak menerima barang hanya karena dijanjikan imbalan, traktiran, hadiah, atau keuntungan tertentu. Tawaran yang tampak menguntungkan belum tentu aman, terutama jika disertai permintaan yang tidak wajar atau membuat penerima merasa curiga dan tidak nyaman.

Menurut AKP Kabri, langkah paling bijaksana ketika menghadapi situasi semacam itu adalah berani menolak secara tegas dan santun. Pelajar dapat menyampaikan bahwa dirinya tidak bersedia menerima atau membawa barang yang tidak diketahui isi serta asal-usulnya karena ingin menjaga keselamatan dan masa depan.

Sikap tersebut perlu ditanamkan kepada seluruh pelajar, baik laki-laki maupun perempuan, agar tidak mudah terpengaruh tekanan lingkungan. Mereka juga perlu memahami bahwa teman yang baik tidak akan memaksa seseorang melakukan sesuatu yang berisiko atau bertentangan dengan hukum.

AKP Kabri turut mengingatkan bahwa alasan tidak mengetahui isi barang bukanlah jaminan seseorang tidak akan dimintai keterangan apabila barang tersebut kemudian diketahui berkaitan dengan dugaan tindak pidana. Oleh karena itu, setiap orang perlu berhati-hati sebelum menyetujui permintaan orang lain, terutama jika menyangkut penerimaan, penyimpanan, atau pengiriman barang.

Apabila terlanjur menerima barang yang mencurigakan, pelajar diminta tidak meneruskannya kepada orang lain, tidak menggunakannya, serta tidak membuka atau memeriksa isinya sendiri apabila tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan. Mereka sebaiknya segera meminta bantuan kepada orang tua, guru, petugas keamanan, atau aparat berwenang agar persoalan tersebut dapat ditangani secara tepat.

Jika situasi menimbulkan ancaman, pelajar dianjurkan menjauh dari lokasi dan menghindari konfrontasi langsung dengan pihak yang dicurigai. Informasi mengenai dugaan peredaran narkotika dapat disampaikan melalui jalur pelaporan resmi kepada kepolisian atau BNN, tanpa harus melakukan penyelidikan sendiri yang dapat membahayakan diri.

Kasat Narkoba juga mengingatkan agar pelajar tidak mendekati orang yang dicurigai, tidak mencoba mengumpulkan barang bukti dengan cara yang berbahaya, serta tidak menyebarluaskan tuduhan atau identitas seseorang melalui media sosial sebelum kebenarannya dipastikan. Informasi yang belum terverifikasi sebaiknya disampaikan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Pemaparan tersebut menegaskan bahwa pencegahan narkoba tidak hanya berkaitan dengan pemahaman mengenai bahaya zat terlarang, tetapi juga menyangkut kemampuan mengenali situasi berisiko, mengambil keputusan secara bijaksana, dan mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan.

Dalam kehidupan sehari-hari, pelajar dapat menghadapi berbagai bentuk pengaruh, mulai dari ajakan mencoba sesuatu, tawaran barang yang tidak jelas, hingga permintaan membantu membawa paket dengan imbalan tertentu. Tanpa pengetahuan dan ketegasan, situasi semacam itu dapat menimbulkan persoalan yang berdampak pada pendidikan, hubungan sosial, maupun masa depan mereka.

Karena itu, pesan yang disampaikan dalam talkshow tersebut tidak hanya mengajak pelajar menjauhi narkoba, tetapi juga membangun keberanian untuk menolak permintaan yang mencurigakan. Generasi muda diharapkan memahami bahwa menjaga diri merupakan tanggung jawab pribadi yang harus diperkuat melalui dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Baca Juga :  Benteng Terakhir Ada di Sekolah, BNNK Gayo Lues Minta Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Ruang Kelas

Fauzun Iman juga menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mendampingi anak-anak ketika menghadapi perubahan lingkungan pergaulan, perkembangan teknologi, dan berbagai informasi yang mereka temui setiap hari. Komunikasi terbuka antara anak dan orang dewasa dinilai penting agar pelajar tidak merasa sendirian ketika menghadapi tekanan atau menemukan sesuatu yang menimbulkan kecurigaan.

Sekolah memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman mengenai bahaya narkotika, sedangkan keluarga menjadi lingkungan pertama dalam membentuk sikap, perilaku, dan karakter anak. Ketika kedua lingkungan tersebut bekerja sama, anak diharapkan lebih berani menyampaikan persoalan dan meminta bantuan sebelum masalah berkembang lebih jauh.

Upaya pencegahan juga membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, insan pers, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar informasi mengenai bahaya narkotika dapat menjangkau lebih banyak kalangan serta menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari.

Kegiatan P4GN melalui talkshow ini menjadi ruang edukasi dan dialog bagi para peserta untuk memperluas pengetahuan, memahami risiko penyalahgunaan narkotika, serta mengetahui langkah aman ketika menghadapi ajakan atau penitipan barang yang mencurigakan. Melalui interaksi dengan para narasumber, para pelajar diharapkan memperoleh pemahaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Keterlibatan Forum Anak Seribu Bukit dan unsur pendidikan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pesan pencegahan di kalangan anak-anak dan remaja. Para peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi turut menyebarkan pesan positif kepada teman sebaya, keluarga, dan lingkungan masing-masing.

Dalam konteks pembangunan daerah, perlindungan generasi muda dari ancaman narkotika merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Anak-anak yang sehat, memiliki pendidikan yang baik, serta mampu menentukan pilihan hidup secara bertanggung jawab akan menjadi modal penting bagi kemajuan Kabupaten Gayo Lues dan bangsa Indonesia.

Gerakan Ananda Bersinar diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Edukasi di sekolah, komunikasi dalam keluarga, kegiatan positif bagi remaja, serta pelaporan yang tepat terhadap dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika menjadi bagian dari langkah yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

Melalui kegiatan tersebut, BNNK Gayo Lues dan Polres Gayo Lues mengajak para pelajar untuk menjaga diri, memilih pergaulan yang sehat, tidak mudah tergoda oleh hadiah atau keuntungan yang mencurigakan, serta berani menolak setiap ajakan yang berpotensi menjerumuskan mereka ke dalam persoalan hukum.

Pesan penting yang disampaikan kepada generasi muda adalah jangan sembarangan menerima atau membawa barang yang tidak diketahui asal-usulnya, jangan mengambil risiko dengan melakukan penyelidikan sendiri, dan jangan ragu meminta pertolongan kepada orang dewasa yang dipercaya maupun aparat berwenang apabila menghadapi keadaan mencurigakan.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kepala BNNK Gayo Lues Fauzun Iman secara resmi membuka kegiatan Informasi dan Edukasi P4GN melalui talkshow bertema “Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam melindungi anak-anak dan remaja dari ancaman narkotika, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas generasi yang dipersiapkan sejak sekarang. Melalui edukasi, ketegasan menolak ajakan berisiko, serta kepedulian bersama, generasi muda Gayo Lues diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. []

Berita Terkait

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal
Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite
Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi
Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini
Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas
Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa
BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda
Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru