Belasan Rumah Dilalap Api di Ulun Tanoh, 20 Kepala Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 10:41 WIB

50158 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues| Oposisi News 86 – Malam belum beranjak dari gelap ketika kobaran api tiba-tiba mengubah suasana Kampung Ulun Tanoh, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues, menjadi kepanikan. Sekitar pukul 03.30 WIB, Rabu (09/09/2026), api melalap permukiman warga dan menghanguskan sedikitnya 18 unit rumah yang sebagian besar berkonstruksi kayu dan semi permanen.

Dalam hitungan menit, api menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Warga yang terbangun berusaha menyelamatkan diri sekaligus menyelamatkan harta benda yang masih mungkin dibawa keluar. Namun kondisi dini hari, bangunan yang mudah terbakar, keterbatasan air, serta tidak tersedianya jaringan telepon seluler di lokasi membuat upaya penanganan awal berlangsung dalam situasi serba terbatas.

Sekretaris Desa Ulun Tanoh, Sabri D, mengatakan kepanikan warga semakin terasa karena komunikasi melalui telepon tidak dapat dilakukan. Sebagian warga berusaha mencari sumber air dan menyiram bangunan yang terbakar menggunakan peralatan seadanya. Sebagian lainnya bergerak menuju Kutapanjang dan Blangkejeren untuk mencari bantuan petugas pemadam kebakaran.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga disebut berjibaku menghadapi api selama kurang lebih setengah jam sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Setelah petugas datang, proses pemadaman tetap menghadapi persoalan lain:

keterbatasan pasokan air. Kondisi tersebut membuat upaya menjinakkan api tidak dapat berlangsung secepat yang diharapkan.
Kebakaran itu tidak hanya merenggut bangunan. Ia menghantam ruang hidup puluhan warga sekaligus. Dari 18 rumah yang terbakar, sedikitnya 20 kepala keluarga terdampak. Sebagian keluarga bahkan disebut masih menumpang di rumah warga lainnya.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai belasan miliar rupiah, menurut keterangan pemerintah desa. Nilai tersebut tentu masih memerlukan pendataan dan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang agar angka kerugian dapat dipastikan secara objektif.

Baca Juga :  Satu Dekade Terabaikan, Jalan Geureudong Pase Kian Memprihatinkan

Di antara rumah yang terdampak terdapat rumah Saripuddin, seorang petani yang juga disebut sebagai anggota pemadam kebakaran. Musibah itu menunjukkan betapa bencana tidak mengenal siapa yang selama ini berada di garis depan membantu orang lain.

Keterangan awal yang diterima menyebut kebakaran diduga bermula dari rumah Aminah Inen Riga yang saat kejadian sedang ditinggal bepergian ke Kecamatan Pantan Cuaca. Dugaan mengenai penyebab kebakaran tersebut belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan pemeriksaan pihak berwenang. Karena itu, penyebab pasti kebakaran seharusnya tidak disimpulkan sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi.

Yang justru menjadi persoalan serius setelah api padam adalah kondisi para korban. Mereka bukan hanya kehilangan rumah, tetapi juga menghadapi ketidakpastian tentang tempat tinggal, pakaian, kebutuhan sehari-hari, dokumen penting, perlengkapan kerja, serta biaya untuk kembali menata kehidupan.

Dalam situasi seperti ini, perhatian terhadap korban tidak boleh berhenti pada seremoni penyerahan bantuan. Mereka membutuhkan tindakan nyata dan cepat. Pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga penanggulangan bencana, dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat perlu bergerak bersama memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.

Peristiwa di Ulun Tanoh juga membuka pertanyaan yang lebih besar mengenai kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di kawasan permukiman. Ketika jaringan komunikasi tidak tersedia dan pasokan air menjadi kendala saat api membesar, waktu yang hilang dapat berubah menjadi kerugian yang jauh lebih besar.

Pemerintah dan pihak terkait perlu mengevaluasi kondisi tersebut secara serius. Ketersediaan sumber air untuk keadaan darurat, akses kendaraan pemadam, sistem komunikasi warga, serta mekanisme pelaporan cepat merupakan bagian penting dari kesiapsiagaan bencana. Jangan sampai persoalan yang baru terlihat setelah musibah terjadi kembali dilupakan ketika keadaan sudah normal.

Baca Juga :  Dua Pria Diamankan di Kampung Jawa Gayo Lues, Polisi Sita 1,65 Gram Sabu

Kritik terhadap penanganan bencana bukan berarti menyalahkan petugas pemadam kebakaran yang berada di lapangan. Justru sebaliknya, evaluasi diperlukan agar petugas dan masyarakat tidak kembali menghadapi persoalan yang sama ketika kebakaran berikutnya terjadi.

Di tengah musibah ini, pesan pemerintah desa kepada warga agar bersabar dan saling membantu menjadi penting. Namun kesabaran korban tidak boleh dijadikan alasan untuk memperlambat bantuan. Mereka sudah kehilangan tempat tinggal; negara dan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral sekaligus pelayanan publik untuk memastikan mereka tidak kehilangan harapan.

Sabri meminta masyarakat Kampung Ulun Tanoh membantu para korban, baik melalui tenaga, materi maupun dukungan moral. Ia juga meminta perhatian dan bantuan secepatnya dari pihak terkait karena para korban bukan hanya kehilangan rumah, tetapi juga mengalami tekanan dan trauma akibat kejadian tersebut.

Kini, ketika bara api telah padam, pekerjaan yang sesungguhnya baru dimulai: memastikan para korban dapat kembali berdiri.

Pendataan harus dilakukan secara terbuka. Kebutuhan setiap keluarga perlu dipetakan. Bantuan harus disalurkan tepat sasaran dan tidak berhenti pada laporan administrasi. Pemerintah juga perlu memastikan tidak ada korban yang terlewat hanya karena keterbatasan data atau proses birokrasi.
Kebakaran Ulun Tanoh adalah pengingat bahwa musibah bisa datang dalam hitungan menit, sementara membangun kembali kehidupan membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang.

Bagi 20 kepala keluarga yang terdampak, pagi 9 September 2026 bukan sekadar pagi setelah kebakaran. Itu adalah hari ketika mereka harus memulai kembali kehidupan dari sisa-sisa yang berhasil diselamatkan.
Karena itu, yang dibutuhkan para korban sekarang bukan sekadar ucapan prihatin. Mereka membutuhkan kehadiran nyata, bantuan yang cepat, transparan dan tepat sasaran, serta jaminan bahwa setelah api padam, mereka tidak dibiarkan menghadapi kesulitan seorang diri. [Mus]

Berita Terkait

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal
Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite
Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi
Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini
Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas
Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa
BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda
Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru