Air Mati, Warga BTN Green Hill Muak! PDAM Batu Lanteh Dinilai Gagal dan Cuci Tangan! 

REDAKSI NTB

- Redaksi

Sabtu, 8 November 2025 - 21:52 WIB

50501 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar, Oposisinews86.com, (8 November 2025),- Kekecewaan warga BTN Green Hill Residence, Desa Boak, Kecamatan  Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, terhadap pelayanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batu Lanteh kini memuncak. Pasalnya, hingga Sabtu malam (8/11/2025), aliran air PDAM di wilayah tersebut masih macet total, sementara pihak PDAM dinilai hanya sibuk mencari kambing hitam — menyalahkan warga yang menggunakan mesin air — tanpa menghadirkan solusi nyata.

“Kami sudah muak dengan alasan PDAM yang selalu menyalahkan kami menggunakan mesin air. Bukannya solusi yang diberikan, malah kami disalahkan. Coba kalau air PDAM lancar, ya nggak mungkin kami pakai mesin air! Sampai malam ini air masih nggak hidup!” ujar salah seorang warga dengan nada tinggi penuh kecewa kepada media ini.

Keluhan tersebut bukan yang pertama. Warga BTN Green Hill sudah berkali-kali menyuarakan protes serupa sejak perumahan itu berdiri. Namun, menurut mereka, PDAM hanya pandai beralasan tanpa ada perbaikan yang dirasakan pelanggan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua RT BTN Green Hill Residence, Adrisal, menegaskan bahwa penggunaan mesin air oleh sebagian warga bukan tanpa sebab. Mereka terpaksa melakukan itu karena aliran air dari PDAM sangat lemah, bahkan sering tidak mengalir sama sekali selama berhari-hari hingga berbulan-bulan.

Baca Juga :  Koramil Alas dan Masyarakat Tarusa Bersatu dalam Iman, Meriahkan Penutupan MTQ Kecamatan Buer

“Memang tidak semua warga menggunakan mesin air, tapi bagi yang sangat kesulitan mendapatkan air bersih, mereka terpaksa. Harusnya PDAM tidak menyalahkan warga. Dari dulu masalahnya sama, air tidak lancar, laporan kami tidak pernah ditindaklanjuti. PDAM seolah menutupi kelemahan mereka sendiri, saling lempar tanggung jawab dari petugas lapangan sampai ke dirutnya,” tegas Adrisal.

Ia juga menyoroti ketimpangan pelayanan antara wilayah satu dengan lainnya.

“Lucu sekali, ada kampung yang airnya lancar terus, tapi kami berbulan-bulan tidak dapat air. Anehnya, PDAM tetap menagih pembayaran dan kalau terlambat sehari langsung denda, kalau tidak bayar ancamannya pencabutan meteran. Ini bukan cuma soal pelayanan buruk, tapi sudah menyangkut ketidakadilan. Kami bayar, tapi tidak dilayani!” tandasnya geram.

Adrisal pun meminta perhatian serius dari Bupati Sumbawa agar turun tangan langsung menyelesaikan masalah yang menurutnya sudah terlalu lama dibiarkan.

Baca Juga :  Gabungan LSM Kepung Kantor Bupati Sumbawa, Desak Penegakan Putusan Pengadilan; “Jangan Biarkan Hukum Kalah oleh Kepentingan!”

“Kami mohon kepada Bapak Bupati, ini masalah kebutuhan hidup dasar. Air adalah hak kami sebagai warga dan pelanggan. PDAM itu perusahaan daerah, bukan milik pribadi. Sangat tidak masuk akal kalau mereka beralasan rugi, sementara kami bayar air tiap bulan tanpa pernah menikmati layanan yang layak,” ujarnya penuh kecewa.

Hingga berita ini diterbitkan, Direktur Perumdam Batu Lanteh, H. Abdul Hakim, SE, belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan keras warga BTN Green Hill tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini melalui berbagai saluran komunikasi juga belum mendapat respon.

Sementara itu, keresahan warga semakin meluas. Mereka mengancam akan membawa persoalan ini ke DPRD dan Ombudsman NTB bila PDAM tidak segera melakukan perbaikan dan memberikan kompensasi atas layanan yang buruk selama ini.

“Kami bukan minta gratis, kami hanya ingin hak kami sebagai pelanggan dipenuhi. Jangan terus bersembunyi di balik alasan teknis!” pungkas warga dengan nada tegas. (Fa)

Berita Terkait

Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hulu Turun Langsung Jaga Keamanan Lingkungan
Akses dan Ekonomi Warga Segera Meningkat, Pembangunan Jembatan Garuda Kian Pesat
Aksi Besar PPS Dimulai 2 Juni, Pelabuhan Poto Tano Terancam Lumpuh Total
‎Dandim 1607/Sumbawa Bersama Forkopimda Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Sumbawa
‎Koramil 1607-12/Moyo Hilir Tingkatkan Pengawasan Wilayah Melalui Patroli Malam Rutin
TNI dan Warga Gotong Royong Siapkan Pembangunan Dua Jembatan Armco di Dusun Kapassari
Komsos Humanis Babinsa Pukat, Bangun Kepedulian Warga terhadap Kebersihan dan Kamtibmas
Polsek Labangka Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Di Dua TKP ‎

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 20:37 WIB

Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hulu Turun Langsung Jaga Keamanan Lingkungan

Senin, 1 Juni 2026 - 20:33 WIB

Akses dan Ekonomi Warga Segera Meningkat, Pembangunan Jembatan Garuda Kian Pesat

Senin, 1 Juni 2026 - 18:36 WIB

Aksi Besar PPS Dimulai 2 Juni, Pelabuhan Poto Tano Terancam Lumpuh Total

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:31 WIB

‎Koramil 1607-12/Moyo Hilir Tingkatkan Pengawasan Wilayah Melalui Patroli Malam Rutin

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:27 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Siapkan Pembangunan Dua Jembatan Armco di Dusun Kapassari

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:43 WIB

Komsos Humanis Babinsa Pukat, Bangun Kepedulian Warga terhadap Kebersihan dan Kamtibmas

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:43 WIB

Polsek Labangka Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Di Dua TKP ‎

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:03 WIB

Cegah Gangguan Keamanan dan Provokasi Digital, Koramil 1607-06/Lape Lopok Aktif Sambangi Warga Malam Hari

Berita Terbaru