Malang, Jawa Timur – Keterbatasan akses pendidikan tidak menyurutkan kepedulian KKN Muhammadiyah ’Aisyiyah 2026 Kelompok 15 bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Singosari. Dipimpin H. Ahmad Syaifudin, SH., M.Hum., kegiatan sosialisasi keberlanjutan pendidikan digelar di Dusun Pusung, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan ini menyasar masyarakat dan wali murid, khususnya untuk memberikan informasi mengenai pilihan pendidikan setelah lulus SD hingga perguruan tinggi. PCM Singosari memperkenalkan berbagai alternatif pendidikan, termasuk sekolah Muhammadiyah, Pondok Muhammadiyah, serta peluang beasiswa pendidikan hingga jenjang S1.
Dusun Pusung berada di kawasan pegunungan dengan akses jalan yang cukup sulit. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan SMA. Karena itu, Kelompok 15 tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga pendampingan secara door to door bagi keluarga yang membutuhkan informasi dan bantuan pendidikan.
Melalui pendampingan tersebut, Kelompok 15 berupaya menghubungkan masyarakat dengan pihak universitas maupun PCM untuk membuka peluang keringanan biaya dan beasiswa. H. Ahmad Syaifudin, SH., M.Hum. bersama PCM Singosari diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Dusun Pusung.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan jalan menuju sekolah tidak harus menjadi keterbatasan jalan menuju masa depan. Dengan informasi, pendampingan, dan dukungan pendidikan, anak-anak Dusun Pusung diharapkan tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita.




































