DOMPU|NTB, oposisinews86.com, (Senin 23 Maret 2026) – Kabut misteri menyelimuti pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) CV Maju Mulya Farm di Desa Woko, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Gelombang protes dari gerakan pemuda dan elemen masyarakat kini mulai membongkar dugaan “main mata” antara oknum Pemerintah Desa dengan pihak korporasi.
Salah satu tokoh pemuda setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan, melontarkan kritik keras yang menghunjam jantung birokrasi desa. Ia menegaskan bahwa transparansi dana CSR saat ini hanyalah “dongeng” yang manfaatnya tak pernah menyentuh rakyat kecil.
Sorotan paling tajam diarahkan kepada Kepala Desa Woko yang dinilai terlalu “pasang badan” untuk kepentingan CV Maju Mulya Farm. Masyarakat mempertanyakan mengapa pejabat publik justru sibuk memberikan klarifikasi teknis yang seharusnya menjadi kewajiban perusahaan, terutama terkait janji perbaikan jalan yang hingga kini mangkrak.
”Kepala Desa seharusnya menjadi pelayan rakyat, bukan tameng perusahaan. Apa kapasitas beliau bicara mewakili mereka? Jangan sampai sejarah mencatat pemerintah desa berada di sisi yang salah dengan menghalangi tuntutan sah warga,” tegasnya, Sabtu (21/03/2026).
Suasana kian mendidih menyusul beredarnya pernyataan yang diduga berasal dari pihak perusahaan. Narasi yang menyebut gerakan aktivis warga hanyalah modus untuk memeras uang dianggap sebagai penghinaan besar terhadap harga diri masyarakat. Poin Utama Tuntutan Warga:
1. Audit Transparansi: Menuntut pembuktian gamblang terkait aliran dana CSR dari CV Maju Mulya Farm yang selama ini dinilai gelap.
2. Netralitas Perangkat Desa: Mendesak Kepala Desa untuk berhenti bertindak sebagai juru bicara korporasi.
3. Klarifikasi dan Permohonan Maaf: Menuntut pimpinan perusahaan meminta maaf secara terbuka atas tuduhan yang merendahkan martabat gerakan masyarakat.
Tokoh pemuda tersebut menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam atas pelecehan profesi dan ketidakadilan yang terjadi. Ia memastikan eskalasi massa akan meningkat drastis jika tuntutan mereka diabaikan.
”Kami butuh pimpinan CV Maju Mulya Farm muncul secara langsung, bukan bersembunyi di balik ketiak perangkat desa. Jika tidak ada klarifikasi resmi, kami pastikan setelah Lebaran nanti kantor tersebut akan dikepung dengan aksi yang jauh lebih besar,” pungkasnya.
Pembelaan Kepala Desa: “Semua Ada Buktinya”
Merespons tudingan tersebut, Kepala Desa Woko memberikan pembelaan saat dikonfirmasi media melalui WhatsApp pada Senin (23/03). Ia menyatakan bahwa pengelolaan dana CSR tahun ini sudah transparan dan masuk dalam APBDes.
”Dana CSR sudah jelas arahnya. Untuk tahun ini sudah masuk APBDes untuk pembangunan tembok masjid dan kegiatan Karang Taruna. Prosedurnya jelas, uang masuk ke rekening desa dulu baru dibelanjakan sesuai rencana penggunaan,” ujar Kades Woko.
Ia juga menantang pihak-pihak yang meragukan untuk mengecek langsung ke kantor desa. “Silakan datang ke kantor, lihat secara administrasi seperti apa penggunaannya. Semuanya ada buktinya!” tambahnya.
Meski Kades telah bersuara, pihak pimpinan CV Maju Mulya Farm hingga berita ini diturunkan masih memilih bungkam terkait tudingan upaya pemerasan maupun polemik jalan yang dituntut warga. (Red)









































