Registrasi Hewan Ternak Dimulai di Desa Boak, Warga Antusias Ikuti Program Pemerintah

REDAKSI NTB

- Redaksi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 17:09 WIB

50362 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWA BESAR, oposisinews86.com (28 Agustus 2025),– Pemerintah Desa Boak, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, bersama KUPT Peternakan wilayah setempat menggelar kegiatan registrasi hewan ternak pada Kamis (28/8/2025) pagi hingga selesai.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor desa tersebut disambut antusias warga dan dijadwalkan berlangsung selama delapan hari ke depan, mengingat tingginya populasi ternak di desa Boak.

Kepala Desa Boak, Aminollah menjelaskan, registrasi hewan ternak merupakan agenda rutin tahunan yang digelar setiap bulan Agustus–September. Momentum ini dipilih karena biasanya pada periode tersebut terjadi peningkatan jumlah populasi akibat kelahiran anak ternak baru.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Registrasi ini bermanfaat besar, pertama untuk memberikan legalitas kepemilikan bagi warga, sehingga jika terjadi kehilangan atau pencurian, pemilik bisa membuktikan dengan kartu registrasi yang dilengkapi identitas hewan berupa cap dan anting,” jelasnya.

Selain aspek hukum, kegiatan ini juga sekaligus menjadi langkah antisipasi terhadap penyakit ternak . Petugas KUPT akan turun langsung memantau kondisi kesehatan hewan, memberikan vitamin, vaksinasi, serta penanganan untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).

“Kalau ada keluhan ternak sakit, bisa segera diketahui petugas sehingga cepat ditangani. Apalagi kita juga pernah menghadapi kasus hewan ternak di gigit anjing rabies langsung di tangani oleh petugas. Dengan registrasi ini, semua lebih tertib dan terpantau,” tegas Kades.

Baca Juga :  Bupati Sumbawa Geram: PO Idola Trans Harus Dihentikan!

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor jika ada ternak yang mati, agar data bisa dihapus dari buku induk. “Kalau tidak segera dihapus, bisa disalahgunakan oleh oknum untuk jual beli ilegal. Jadi kesadaran masyarakat sangat penting,” tambahnya.

Menurut kades, target per hari mencapai 400–500 ekor ternak, mengingat populasi ternak di Boak sangat besar, bahkan mencapai 60 persen dari total ternak di Kecamatan Unter Iwes.

Petugas KUPT Peternakan Kecamatan Unter Iwes, drh. Christina Andriani, menyebutkan bahwa registrasi ternak memberikan banyak manfaat, salah satunya Surat Kepemilikan Ternak (SKT) sebagai dasar hukum kepemilikan.

“Kalau sudah ada SKT, jelas siapa pemiliknya. Misalnya Bapak A punya sapi 10 ekor, itu tercatat resmi. Nanti kalau jual beli pun ada dasar hukumnya. Setelah registrasi selesai, kami akan turun langsung ke kandang untuk vaksinasi, pemberian vitamin, dan pemeriksaan kesehatan. Semua layanan ini gratis,” jelas Christina.

Turut hadir mengawal kegiatan ini, Babinsa Desa Boak, Serda Rustam, yang menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah tersebut.

Baca Juga :  Pertemuan dengan Kapolda NTB Melebar, GEMPAR NTB Bongkar Kejanggalan IPR Lantung dan Pembagian SHU

“Program ini sangat baik, bukan hanya antisipasi kehilangan ternak tetapi juga memberikan kepastian hukum. Kalau ternak hilang, pemilik bisa melapor dengan bukti registrasi. Ini penting karena negara kita negara hukum, jadi kepemilikan pun harus tertib,” ujar Serda Rustam.

Ia menegaskan kehadirannya merupakan bentuk dukungan TNI dalam mendampingi program pemerintah sekaligus memberikan rasa aman kepada warga. “Kami juga membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi hewan untuk menjaga kesehatan ternak mereka,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Anto Susanto alias Bang Dwing, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.

“Registrasi bikin ternak lebih aman, lebih terjaga, apalagi ada vaksinasi gratis. Pelayanan petugas juga ramah, jadi kami bisa bertanya apa saja yang belum jelas. Kami puas dan berharap kegiatan ini terus diadakan tiap tahun,” ungkapnya.

Dengan adanya program registrasi ini, Desa Boak tidak hanya menjadi pusat populasi ternak terbesar di Kecamatan Unter Iwes, tetapi juga menjadi contoh dalam tertib administrasi kepemilikan ternak, pencegahan pencurian, serta pemeliharaan kesehatan hewan. (Af)

Berita Terkait

Di Tengah Tugas Kenegaraan, Haji Uma Tuntaskan Magister Cumlaude dan Diwisuda Bersama Putranya
Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hulu Turun Langsung Jaga Keamanan Lingkungan
Akses dan Ekonomi Warga Segera Meningkat, Pembangunan Jembatan Garuda Kian Pesat
Aksi Besar PPS Dimulai 2 Juni, Pelabuhan Poto Tano Terancam Lumpuh Total
‎Dandim 1607/Sumbawa Bersama Forkopimda Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Sumbawa
‎Koramil 1607-12/Moyo Hilir Tingkatkan Pengawasan Wilayah Melalui Patroli Malam Rutin
TNI dan Warga Gotong Royong Siapkan Pembangunan Dua Jembatan Armco di Dusun Kapassari
Komsos Humanis Babinsa Pukat, Bangun Kepedulian Warga terhadap Kebersihan dan Kamtibmas

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:35 WIB

Gebrakan Ketua RT 04 Sungai Pasir, Gandeng PT Solnet Bangun Gapura dan Dorong Penataan Wilayah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:55 WIB

Bupati Karimun Diminta Tinjau Legalitas Operasional Mayatama Solusindo, Dugaan Kelengkapan Perizinan Jadi Sorotan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:49 WIB

Usaha Tanpa Izin Dipertanyakan, Pemkab Karimun Didesak Bertindak terhadap Dugaan Operasional ISP yang Belum Transparan

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:09 WIB

Hak Jawab Disampaikan Terkait Pemberitaan Penggunaan Anggaran di Lingkungan Imigrasi Karimun

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:34 WIB

Bupati Karimun Terima Kunjungan Tim Verifikasi dan Variasi Program Sekolah Nasional Terintegrasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:25 WIB

APH Diminta Periksa Sejumlah Kegiatan dan Anggaran Imigrasi Karimun Tahun 2025

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:43 WIB

Kanwil DJBC Khusus Kepri Bersama KPPBC TMP B Karimun Lakukan Pemusnahan  Barang Hasil Penindakan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:57 WIB

Jaringan Lelet

Berita Terbaru