Kepala BNNP Aceh Tinjau Kebun Kopi GDAD Agusen dan Pabrik Pengolahan Kopi Porang, Eks Petani Ganja Kini Beralih ke Ekonomi Produktif

REDAKSI

- Redaksi

Minggu, 8 November 2026 - 05:37 WIB

5077 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues| Oposisi News 86 – Upaya memutus mata rantai penanaman ganja ilegal di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, terus didorong melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui program Grand Design Alternative Development (GDAD) yang mengarahkan masyarakat dari aktivitas penanaman ganja menuju pengembangan perkebunan kopi sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar lebih luas.

Komitmen tersebut terlihat saat Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., melakukan kunjungan kerja ke perkebunan kopi binaan GDAD di Gampong Agusen serta meninjau pabrik pengolahan kopi di Gampong Porang, Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (7/11/2026).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung perkembangan program pemberdayaan masyarakat yang selama ini dilaksanakan melalui BNNP Aceh bersama BNNK Gayo Lues. Peninjauan tidak hanya menyangkut perkembangan luas perkebunan, tetapi juga proses pengolahan hasil panen, peningkatan kualitas produksi, hingga keberlanjutan pemasaran kopi yang dihasilkan petani.

Di Gampong Agusen, Kepala BNNP Aceh bersama Kepala BNNK Gayo Lues dan jajaran serta Keuchik setempat meninjau langsung perkebunan kopi yang dikembangkan masyarakat. Dalam kesempatan itu, rombongan juga berdialog dengan petani untuk mengetahui perkembangan usaha perkebunan, tantangan yang dihadapi, serta manfaat ekonomi yang mulai dirasakan setelah masyarakat meninggalkan penanaman ganja dan beralih ke komoditas kopi.

Perubahan tersebut dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat bahwa pemberantasan narkotika tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan hukum.

Diperlukan solusi nyata yang menyentuh kebutuhan ekonomi masyarakat, sehingga mereka mempunyai pilihan usaha yang legal, produktif, dan dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Dedy Tabrani mengapresiasi perkembangan perkebunan kopi GDAD di Gampong Agusen. Menurutnya, keberhasilan mengubah pola mata pencaharian masyarakat harus dibarengi dengan pendampingan, pembinaan, peningkatan kualitas hasil perkebunan, serta kepastian akses pemasaran.

Peran BNN dalam program tersebut bukan semata-mata mengajak masyarakat meninggalkan kultivasi ganja, melainkan juga mendorong terbentuknya alternatif ekonomi yang mampu memberikan harapan baru bagi kehidupan petani.

Program GDAD di Gayo Lues diawali melalui pendekatan persuasif dan komunikasi langsung dengan masyarakat. BNNP Aceh melalui BNNK Gayo Lues menginisiasi program tersebut dengan membangun kepercayaan masyarakat atau trust building, khususnya di kawasan yang sebelumnya dikenal memiliki aktivitas penanaman ganja.

Pendekatan itu menjadi penting karena perubahan mata pencaharian tidak dapat dilakukan hanya melalui imbauan. Masyarakat membutuhkan pendampingan dan kepastian bahwa tanaman pengganti yang dikembangkan benar-benar memiliki nilai jual serta mampu memberikan penghasilan bagi keluarga mereka.

Baca Juga :  Pengurus BKM Masjid Jam'i Porang Beri Santunan Kepada 12 Anak Yatim.

Atas dasar tersebut, pembinaan kemudian diarahkan pada pengembangan perkebunan kopi, peningkatan kualitas tanaman, pengelolaan hasil panen, serta penguatan kelembagaan ekonomi petani.

Langkah berikutnya adalah membuka akses pemasaran agar petani tidak terus menghadapi persoalan klasik berupa kesulitan mencari pembeli dan ketidakpastian harga ketika musim panen tiba.

Dalam mendukung tujuan tersebut, BNN membentuk Koperasi Kopi Gayo Lues Bersinar sebagai wadah penguatan ekonomi petani. Koperasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun rantai pemasaran hasil perkebunan kopi melalui kemitraan dengan PT Ujang Jaya International dan Starbucks sebagaimana disampaikan dalam keterangan BNNP Aceh.

Kemitraan tersebut diharapkan dapat memperluas peluang pemasaran kopi Gayo Lues, meningkatkan standar kualitas produksi, serta membuka kesempatan bagi petani untuk memasuki pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNNP Aceh juga meninjau pabrik pengolahan kopi di Gampong Porang yang merupakan cabang Koperasi Kopi Gayo Lues Bersinar binaan BNN. Fasilitas tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung proses pengolahan hasil perkebunan masyarakat.

Pengolahan kopi dengan sistem fermentasi buah merah menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan kualitas produk. Melalui proses pengolahan yang lebih terarah, hasil perkebunan diharapkan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat menghasilkan produk kopi dengan kualitas dan nilai tambah yang lebih baik.

Keberadaan fasilitas pengolahan di Gampong Porang juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara petani, koperasi, dan jaringan pemasaran. Dengan demikian, pengembangan perkebunan tidak berhenti pada kegiatan menanam dan memanen, tetapi berlanjut hingga proses pengolahan dan pemasaran yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar kepada masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam keterangan BNNP Aceh, perkembangan perkebunan kopi binaan GDAD di Gampong Agusen menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Pada 2016, luas perkebunan kopi yang dikembangkan sekitar 70 hektare. Kini luasnya telah mencapai sekitar 250 hektare.

Sementara itu, secara keseluruhan di Kabupaten Gayo Lues, program GDAD telah merangkul 3.346 petani dengan luas perkebunan kopi mencapai 3.554,6 hektare yang tersebar di 11 kecamatan.

Angka tersebut menggambarkan besarnya potensi pengembangan kopi sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat. Namun, keberhasilan program tentu tidak hanya diukur berdasarkan jumlah petani dan luas lahan, melainkan juga dari peningkatan produktivitas, kualitas hasil panen, kestabilan harga, serta kepastian pemasaran dalam jangka panjang.

Dari sisi ekonomi, BNNP Aceh juga menyampaikan adanya peningkatan harga jual kopi di tingkat petani. Jika sebelumnya harga kopi berada pada kisaran Rp18.600 per kilogram, kini disebut telah mencapai sekitar Rp68.000 per kilogram. Bahkan, untuk jenis kopi wine, harga jualnya dapat mencapai sekitar Rp185.000 per kilogram, bergantung pada kualitas dan jenis produk.

Baca Juga :  Polres Gayo Lues dan Bulog Salurkan 5 Ton Beras SPHP Lewat Gerakan Pangan Murah

Peningkatan harga tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat semakin tertarik mengembangkan perkebunan kopi. Terlebih, komoditas kopi memiliki peluang pasar yang lebih luas apabila didukung pengolahan yang baik, konsistensi kualitas, dan kemitraan pemasaran yang berkelanjutan.

Dalam dialog bersama rombongan, Keuchik Gampong Agusen turut menyampaikan perkembangan perubahan mata pencaharian masyarakat setelah adanya program GDAD. Peralihan dari penanaman ganja menuju perkebunan kopi dinilai telah memberikan alternatif usaha yang lebih baik dan membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.

Perubahan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pendekatan pemberantasan narkotika melalui pembangunan ekonomi masyarakat memiliki peranan penting. Ketika masyarakat memperoleh pendampingan, kesempatan usaha, dan akses pemasaran, mereka memiliki pilihan untuk membangun kehidupan yang lebih produktif tanpa bergantung pada aktivitas ekonomi ilegal.

Kunjungan Kepala BNNP Aceh ke Gampong Agusen dan Gampong Porang menjadi momentum untuk melihat sejauh mana program GDAD berjalan di lapangan, mulai dari perubahan pola mata pencaharian petani hingga kesiapan sarana pengolahan hasil perkebunan.

Ke depan, keberlanjutan program tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pihak, baik BNN, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, koperasi, pelaku usaha, maupun masyarakat petani. Pengawasan dan evaluasi juga diperlukan agar bantuan, pembinaan, serta fasilitas yang telah dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok sasaran.

Sebab, tantangan terbesar bukan hanya mengubah masyarakat dari penanam ganja menjadi petani kopi, tetapi memastikan mereka mampu bertahan dan berkembang dalam usaha yang baru. Kepastian harga, kualitas produksi, akses modal, sarana pengolahan, serta pembeli yang berkelanjutan merupakan bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Gayo Lues memiliki potensi perkebunan kopi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah. Melalui program GDAD, potensi tersebut diarahkan untuk mendukung perubahan sosial dan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan serta pemberantasan narkotika.

Dari Gampong Agusen hingga Gampong Porang, perubahan itu diharapkan tidak berhenti sebagai keberhasilan program, tetapi menjadi gerakan ekonomi masyarakat yang terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Komitmen BNNP Aceh melalui GDAD pada akhirnya membawa pesan bahwa pemberantasan narkotika harus berjalan beriringan dengan pembangunan kesejahteraan.

Masyarakat tidak hanya diajak meninggalkan tanaman terlarang, tetapi juga diberikan kesempatan untuk membangun masa depan melalui perkebunan kopi yang legal, produktif, dan memiliki daya saing. [MK]

Sumber: Keterangan Pers BNNP Aceh, kunjungan kerja Kepala BNNP Aceh di Kabupaten Gayo Lues, 7 November 2026.

Berita Terkait

Golkar Minta Jalan Blang Sialet–Blang Ara Jadi Perhatian Khusus Pemkab Aceh Utara
Kebakaran Hebat Terjadi di Desa Telege Jernih Padang, Terangun, Kerugian dan Penyebab Masih Didata
Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal
Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite
Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi
Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini
Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas
Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 05:37 WIB

Kepala BNNP Aceh Tinjau Kebun Kopi GDAD Agusen dan Pabrik Pengolahan Kopi Porang, Eks Petani Ganja Kini Beralih ke Ekonomi Produktif

Jumat, 6 November 2026 - 20:11 WIB

1.175 Knalpot Brong Dimusnahkan, Polres Lhokseumawe Tegaskan Penertiban

Senin, 2 November 2026 - 10:45 WIB

Kebakaran Hebat Terjadi di Desa Telege Jernih Padang, Terangun, Kerugian dan Penyebab Masih Didata

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas

Berita Terbaru

NASIONAL

Patroli Malam, Perkuat Kepedulian dan Ketahanan Lingkungan

Minggu, 8 Nov 2026 - 20:21 WIB